Happy Reading 🍊🍊
Malam itu meski suasana di rumah orang tua Julian cukup ramai namun Binar memilih untuk tetap menyendiri di halaman belakang, menurutnya jika ia tetap berada di dalam rumah maka pasti dia tidak akan tahan menyaksikan sikap Rachel yang sepertinya tidak pernah memperdulikan statusnya sebagai mantan istri Julian.
"Masih ga mau masuk ke dalam?"
Binar menoleh ke arah sumber suara yang tiba-tiba mengagetkan Binar "Ngapain ke sini lagi sih, kayanya susah banget ngebiarin orang sendiri."
"Ya tadi Om Julian bilang suruh temenin, takutnya nanti istri mudanya ini ngambekannya aneh terus berniat kabur kan repot." jelas Bastian
"Kenapa harus kabur, ntar kalo gue kabur malah mas Julian yang diambil sama orang lagi." rungut Binar
"Haha takut banget suaminya diambil sama orang, dasar bucin." ledek Bastian
Binar menyeringai mendengar ucapan Bastian "Lagian lo ga tau aja Om lo itu bucinnya kaya gimana, taunya kan cuma gue aja yang bucin."
"Oh ya, lo serius Om Julian bucin?"
"Iya beneran Bastian, ga usah kepo deh lo."
"Dasar pelit banget ni orang."
Obrolan Binar dan Bastian harus terhenti karena kedatangan seseorang yang dari tadi tidak Binar sukai kedatangannya sama sekali. Ya, itu Rachel mendekat dan mengobrol seolah kehadirannya di harapkan di sini, padahal maksud Binar ada di sini adalah unruk menghindarinya.
Binar POV
"Loh Binar sama Bastian ngapain disini?" ucap Rachel dengan ramah dan tersenyum lebar ke arah kami berdua
"Binar kamu jangan salah paham ya aku ke sini sama Julian, kita ga barengan kok, tadi aku yang nganterin Gion ke tempat Julian karena aku sama Gion ada job yang sama. Waktu mau pulang Julian buru-buru, ternyata kak Jena mau pulang jadi aku mau ikut juga, udah kangen banget sama mamanya Bastian sama Bastiannya juga." jelas Rachel panjang lebar sambil senyum manis ke gue
Ternyata Rachel emang ga bisa dihindari kayanya dia emang sengaja mau ngejelasin keberadaannya dan mas Julian ke gue "Yang salah paham siapa juga, lagian kalo mas Julian masih mau sama mantan istrinya ngapain nikah sama aku ya ga sih?"
Gue ngejawab dengan wajah menjengkelkan yang pasti membuat Rachel ga suka. Ya, dan sesuai perkiraan gue wajah Rachel yang tadi senyam senyum sekarang sudah berubah seperti menyimpan sedikit emosi. Rachel harus tau juga kalo ga cuma dia aja yang bisa bikin orang lain ga nyaman, gue juga bisa makanya jangan nantangin.
"Kayanya gue ke dalam dulu deh." Bastian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ngapain ke dalam Bas, kan lo duluan yang disini, lagian ga ada juga yang penting buat diomongin sama Mbak Rachel."
Tetap panggil Mbak dong ya, soalnya di seumuran Mas Julian ini, beda 10 tahun sama gue.
"Binar, kamu jangan berduaan sama Bastian disini, Julian ga bakalan suka, Julian tenang tapi sekali kamu bikin dia ga suka, dia bukan lagi Julian yang kamu kenal." Rachel masih tetap ngasih nasehat pernikahan sama gue.
Gue tersenyum sinis ke arah Rachel, gue ga suka basa basi lagi sama nih orang, gue harus cari jawaban yang bikin dia pergi dan ga mau ngomong lagi sama gue. "Demi apapun ya Mbak, ga usah kasih nasehat, gue beneran ga butuh nasehat apapun dari Mbak, kalau menurut Mbak nasehat Mbak itu baik jadiin itu pegangan buat hidup Mbak sendiri dan semoga gue sangat berharap itu bakalan berhasil untuk keluarga Mbak nanti, jangan campuri urusan keluarga gue tolong ya."
Rachel jelas terganggu dengan penuturan gue, dia sepertinya ga mau seolah gue yang mengguruinya padahal dia jelas lebih dewasa dan lebih berpengalaman dari gue, dan kali ini gue yakin dia udah gatal banget pengen ngejawab omongan gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Vs Boss (COMPLETED)
RomanceJANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA. Binar dengan gaya ala cegil, ugal-ugalan dan tanpa malu-malu ini menyukai atasan di kantor tempat ia bekerja. Misinya adalah menikah dengan Bosnya yaitu Julian. Apakah Binar bisa meluluhkan hati Julian??
