Happy Reading 🍊🍊
Jam sudah menunjukkan jam 23.45 WIB, saat Binar dan Julian sampai di rumah setelah mengikuti acara perayaan ulang tahun perusahaan. Binar merebahkan dirinya di tempat tidur karena benar-benar merasa kelelahan karena acara tersebut.
"Sayang ga mau mandi dulu atau bersih-bersih aja?" ucap Julian sambil membuka kancing kemejanya
"Besok pagi aja boleh ga Mas, udah capek banget, terus ini mata ngantuk juga udah ga bisa di buka" Binar tetap mengoceh walaupun matanya tertutup
"Tapi makeup nya belum di bersihin Bi."
Julian mendudukkan tubuhnya di dekat tempat tidur sambil menatap istrinya yang kelelahan karena acara tadi. Binar tidak menjawab sama sekali, karena rasa kantuk yang benar-benar tidak bisa ia tahan lagi.
Julian mengambil peralatan make up yang biasa Binar gunakan biasanya sebelum tidur. Julian mengambil kapas kemudian membasahi kapas tersebut dengan micellar water, seperti yang sering ia lihat ketika Binar membersihkan make upnya. Julian mulai membersihkan make up yang menempel di wajah Binar dengan lembut.
Binar tidak bereaksi sedikitpun walaupun hampir seluruh wajahnya di bersihkan oleh Julian. Setelah dirasa bersih Julian menatap Binar merasa gemas dengan tingkah istrinya yang beberapa minggu ini bisa dibilang menguras tenaga Julian. Tapi Julian menyukainya dan bersyukur karenanya.
Julian melanjutkan dengan mengganti pakaian Binar dengan piyama longgar, melihat Binar sudah nyaman tidur dengan pakaian tidurnya, baru setelahnya Julian membersihkan dirinya ke kamar mandi.
Beberapa menit berlalu, Julian kembali dari kamar mandi dan memakai pakaian yang nyaman untuk tidur. Ia berbaring di sebelah Binar kemudian menarik selimut agar menutupi tubuh Binar.
"Sayang makasi sudah jadi istri Mas." Lirih Julian kala menatap wajah sang istri penuh cinta
Sunyi malam ini tidak membuat mata Julian mengantuk sama sekali padahal hari ini kegiatannya sangat padat dan melelahkan. Wajah teduh Binar yang tertidur benar-benar menenangkan Julian.
Kegembiraan memenuhi hatinya saat melihat senyum Binar. Sungguhpun belakangan ini sikap Binar kadang sulit Julian mengerti tapi mustahil hal itu menggugurkan bunga cinta Julian terhadap Binar.
Julian memahami bahwa cintanya sekarang sepenuhnya diserahkan pada Binar yang memang umurnya terpaut cukup jauh darinya, Julian mengerti bahwa cara mencintai antara dirinya dan Binar juga jelas berbeda. Tapi Julian sungguh mencintai Binar dengan semua tabiat yang Binar punya.
Julian membelai lembut pipi Binar, kemudian Julian bergerak mengikis jarak diantara mereka, membawa Binar dalam pelukannya. Mengecup kepala sang istri dan memejamkan matanya. Lantas tanpa sadar, malam sunyi membersamai tidur mereka dengan tenang.
🍊🍊🍊
Binar terbangun karena cahaya matahari yang memasuki ruang kamarnya melalui sela-sela gorden yang tidak terlalu menutupi kaca. Binar mengerjapkan matanya yang masih sulit dibuka, ia kemudian mengumpulkan kesadarannya beberapa menit sebelum bangkit dari tempat tidurnya.
Binar meraih air putih yang sepertinya sudah disiapkan oleh Julian diatas nakas. Binar meneguknya hingga habis karena kerongkongannya yang terasa sangat kering. Binar sudah tidak melihat keberadaan Julian di sekitar kamar, Binar juga mengecek keberadaan suaminya di kamar mandi namun tidak ada. Lantas Binar mendengar bunyi peralatan masak di dapur sepertinya di sanalah keberadaan Julian.
Sebelum sempat berjalan ke arah dapur, Binar sekilas melihat tampilan dirinya di kaca, Binar merasa ada yang aneh pada dirinya, bukankah semalam ia masih mengenakan gaun yang ia pakai saat ke acara perusahaan dan bukankah ia tidak sempat untuk membersihkan wajahnya, namun sekarang ia sudah mengenakan piyama tidur bewarna merah muda dengan motif bunga kecil, begitu juga dengan wajahnya sepertinya sudah dibersihkan, bukan hanya lipstick tapi seluruh wajahnya seperti telah di bersihkan.
Siapa lagi yang akan melakukan ini kalau bukan Mas Julian. Ucap Binar pada dirinya sendiri. Binar menuruni anak tangga dengan pelan untuk melihat segera suaminya. Perasaan bahagia memenuhi dadanya, suaminya tidak hanya tampan tapi sikap dan perhatiannya cukup untuk membuat Binar jatuh cinta berkali-kali.
"Sayang udah bangun." tanya Julian sambil terus sibuk mengaduk nasi goreng.
Binar berdiri di sebelah Julian melihat kegiatan Julian "Mas semalam tidur jam berapa?"
"Ga ingat sayang, kenapa emangnya?"
"Masih sempat-sempatnya bersihiin makeup aku ya Mas, sama ganti baju juga."
"Ya masa kamu tidur pakai baju kemaren pasti ga nyaman sayang." Julian memindahkan nasi goreng ke piring lalu meletakkanya di meja "Sekarang sarapan dulu bareng Mas."
Bianr mengekor di belakang Julian memilih duduk di sebelah Julian "Mas kalau mau bikin aku terharu jangan keroyokan kaya gini."
"Keroyokan gimana sih sayang?"
"Mas itu kurangnya apa sih kayanya ga ada deh, ini aja semalaman telat tidur sekarang malah bikin sarapan buat istrinya."
Julian tersenyum sambil terus menyuap nasi goreng buatannya "Emang kenapa sayang, Mas kan ga mau kamu kecapean sayang, kalau Mas sih udah biasa juga kaya gitu."
"Mas kalau kaya gini aku jadi takut Mas ke kantor."
"Kenapa takut sayang?"
"Takut nanti kamu diambil orang lain Mas."
Julian tergelak "Bisa aja nih istri Mas, siapa yang mau sama Mas, pikiran kamu nih ya Bi ada-ada aja."
"Aku yakin aja kalau pun Mas udah punya istri pasti bakalan tetap ada yang suka sama Mas."
"Udah ah nanti kemana-mana lagi pembahasannya, cewe kan biasanya kaya gitu. Makan dulu sayang habis itu kita ke kantor."
"Iya Mas." jawab Binar dan fokus ke makanannya.
Bukan wanita namanya kalau tidak senang mencari masalah sendiri, dan Julian sudah paham akan hal itu apalagi Binar terbilang cukup muda sehingga wajar kadang kelakuannya masih seperti anak ABG, Juian memaklumi jika sekarang ini Binar masih belajar untuk menjadi seorang istri yang dewasa.
🍊🍊🍊
TBC
Jangan lupa bantu klik tanda bintang ya guys, thankyou 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Vs Boss (COMPLETED)
RomansaJANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA. Binar dengan gaya ala cegil, ugal-ugalan dan tanpa malu-malu ini menyukai atasan di kantor tempat ia bekerja. Misinya adalah menikah dengan Bosnya yaitu Julian. Apakah Binar bisa meluluhkan hati Julian??
