Happy Reading 🍊
Akhir pekan kali ini Binar menolak ajakan Julian untuk menghabiskan waktu bersamanya. Binar sudah berjanji dengan sahabatnya Bella untuk menikmati liburan kali ini berdua.
Bella sudah punya rencana, untuk mengejutkan Binar kali ini. Binar hanya mengikuti apa keinginan Bella, karena beberapa hari yang lalu Bella sempat mengatakan jika Binar sudah tidak punya waktu untuk bersamanya lagi, karena waktu Binar selalu dihabiskan bersama Julian
"Mau kemana Bell?" tanya Binar ketika Bella baru menjalankan mobilnya
"Ke rumah Oma gue."
Bella menjawab dengan wajah datar. Berbeda dengan wajah Binar yang tiba-tiba menjadi pucat karena cemas. Bella sengaja tidak memberitahu Binar, agar Binar tidak bisa membantah atau menolaknya.
"Kok lo ga ngasih tau tadi Bell, emang mau ngapain kesana?"
"Kalo gue kasih tau yang ada nanti lo ga mau, bilang malu lah, belum siap lah, banyak alesan itu nanti."
Bella tersenyum santai ke arah Binar. Seketika Binar menjadi gugup. Ini adalah pertama kalinya Binar ke rumah orang tua Julian semenjak ia menjalin hubungan bersama Julian.
Binar menghela nafas, mencoba menormalkan wajah dan perasaannya agar terlihat biasa saja. Binar harus menganggap ini seperti ia berkunjung layaknya hari biasa sebelumnya dimana ia memang sudah sering ke rumah orang tua Julian bersama Bella.
"Harusnya lo ngasih tau gue juga Bell, biar gue bisa siap mental juga, sama siapin penampilan biar ga malu-maluin di depan keluarganya pak Julian nanti."
"Kan biasanya lo ketemu mereka juga, biasa aja kok. Ga usah anggap sekarang itu lo pacarnya Om Julian, anggap aja lo itu sahabatnya gue kaya biasa."
Ada benarnya yang dikatakan Bella, sudah seharusnya dia bersikap buka sebagai kekasih Julian tetapi sebagai sahabat Bella dan karyawan yang bekerja di kantor Julian.
Mereka menempuh perjalanan tidak lama karena jarak rumah Bella dan omanya yang tidak terlalu jauh.
Bella turun dari mobilnya sambil mengajak Binar yang menyiapkan diri untuk bertemu orang tua Julian. Binar merapikan pakaian dan rambutnya, agar terlihat rapi. Hal itu membuat Bella terkekeh padahal biasanya Binar tidak terlalu peduli penampilannya saat diajak ke rumah omanya.
"Oma Bella datang." Teriak Bella di depan pintu
Suara Bella menggema ke setiap sudut ruangan rumah orang tua Julian. Kebiasaan Bella memang tidak berubah, perlakuan orang tua Julian yang membuatnya seperti itu. Meskipun sudah dewasa namun bagi orang tua Julian, Bella adalah cucu kecilnya yang sama seperti dulu.
Oma Bella menyambut cucu kesayangannya dengan pelukan hangat. Binar juga disambut oleh oma Bella seperti biasanya. Binar mengulurkan tangan untuk salim pada oma Bella.
"Oma mau masak dulu, nanti kita makan habis itu baru belanja ya, ga sabar oma sih belanja bareng anak muda kayanya seru." ucap oma
Oma Bella sepertinya sangat semangat hari ini. Walaupun sudah cukup tua namun oma Bella ini jiwanya masih seperti anak muda, tidak terlalu kaku dan paham dengan pemikiran anak zaman sekarang.
Binar hanya mengangguk, tidak seperti biasanya dia akan ikut bersorak seperti Bella. Namun hari ini mulut Binar terasa terkunci untuk mengucapkan sepatah katapun.
Binar merutuki dirinya sendiri kenapa menjadi seperti ini, ia ingin terlihat seperti biasanya saja, agar mama Julian tidak menyadari keanehan pada Binar.
"Kayaknya Binar jadi lebih pendiam deh ya kan Bell?" ucap oma Bella sambil menyenggol lengan Bella
Sepertinya Binar tidak cukup pintar untuk menyembunyikan kegugupannya. Raut wajahnya sangat mudah ditebak, jika Binar memang terlihat canggung di hadapan mama Julian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Vs Boss (COMPLETED)
RomanceJANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA. Binar dengan gaya ala cegil, ugal-ugalan dan tanpa malu-malu ini menyukai atasan di kantor tempat ia bekerja. Misinya adalah menikah dengan Bosnya yaitu Julian. Apakah Binar bisa meluluhkan hati Julian??
