Happy Reading 🍊🍊
Pagi itu, rumah Julian dan Binar sudah seperti warung tenda 24 jam. Isinya? Aroma makanan aneh, tumpukan kantong plastik belanja, dan suara istri tercinta yang baru saja mengeluh—untuk kesekian kalinya pagi ini.
Julian berdiri di depan meja makan, menatap tak percaya pada daftar belanja yang baru saja diberikan Binar lewat chat WhatsApp. Padahal mereka duduk dalam satu rumah. Satu ruangan, malah. Tapi Binar tetap memilih chat, dengan emoji yang berlebihan.
🍼💖🎯 URGENT: NGIDAM
"Sayang… aku pengen sup tom yum, tapi kuahnya jangan merah. Trus… pengen juga mi instan goreng disajikan di mangkuk batok kelapa. Tapi harus ada taburan keju parut. Oh iya, pisang bakar juga. Tapi dibakar pakai arang, bukan teflon. Dan makannya di rooftop, sambil dengerin suara jangkrik."
Julian menatap layar ponselnya lama. Kemudian menoleh ke arah Binar yang sedang duduk di sofa, mengelus perutnya yang makin hari makin membuncit.
"Mas tanya sekali aja ya, sayang kamu hamil anak manusia kan, bukan alien?" tanya Julian dengan nada penuh cinta dan lelah yang tertahan.
Binar cemberut, "Julian Mahardika, Mas tega ya ngomong gitu ke ibu dari anak-anak Mas?"
Julian buru-buru mendekat, lalu jongkok di depan Binar, memegang tangannya. "Ampun, ampunnn. Papa minta maaf. Papa cuma mau konfirmasi. Biar nggak salah ngambil pesanan nanti." Ia mengelus perut istrinya yang bulat itu, lalu mencium puncak kepala Binar.
"Aku laper banget, tapi bosen sama makanan rumah." Binar mendesah, lalu mulai terisak. "Aku tuh pengen sesuatu yang beda tapi aku juga gak tahu apa…"
Julian panik. "Jangan nangis! Nggak boleh stress! Ntar anak kita ikut sedih!"
Binar mengangkat wajahnya, "Berarti Mas harus lakuin permintaanku."
"Apapun. Kamu sebutin. Bahkan kalau kamu mau makan nasi uduk di bulan, aku telepon Elon Musk sekarang."
🍊🍊🍊
Jam 5.30 WIB pagi hari Binar terbangun dari tidurnya, membangunkan Julian karena ia ingin makan sup jamur dari warung langganan mereka. Sup jamur dari warung langganan mereka itu cuma buka subuh sampai jam 6 pagi.
Masalahnya sekarang jam 5.45 WIB waktu yang ditempuh untuk ke warungnya 10 menit naik motor, dan Julian masih pakai piyama. Tapi karena itu permintaan Binar, Julian berusaha mengabulkannya.
Tanpa pikir panjang, Julian langsung keluar rumah, pakai hoodie dan celana training, naik motor tanpa sempat sisiran. Tetangga depan rumah, Bu Ijah, sampai ngelirik curiga dari balik gorden.
Sesampainya di warung Julian buru-buru agar tidak kehabisan supnyang diinginkan istrinya.
"Bang, sup jamurnya masih ada?" tanya Julian dengan perasaan harap-harap cemas
"Udah tinggal kuah, Bang."
Tanpa pikir panjang, Julian bawa pulang kuahnya doang, lengkap dengan daun bawang dan sisa jamur yang tersisa tiga helai. Sampai rumah, Binar bilang, "Aku cuma pengen cium aromanya, kok."
Julian nyaris pingsan di tempat.
Di hari lainnya yang cerah dan tenang tiba-tiba Binar kepikiran ingin makan es krim rasa roti bakar, yang sukses membuat wajah Julian kembali cemas dan terkejut.
"Itu ada, ya?" tanya Julian lembut
"Ada kok! Aku pernah lihat di TikTok. Di Bali. Tapi Mas kan suamiku, pasti bisa nyari!"
Julian akhirnya putar otak, telepon Jay yang punya kenalan chef kafe. Dalam waktu dua jam, dia berhasil minta dibuatin es krim homemade dari roti bakar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Vs Boss (COMPLETED)
RomansaJANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA. Binar dengan gaya ala cegil, ugal-ugalan dan tanpa malu-malu ini menyukai atasan di kantor tempat ia bekerja. Misinya adalah menikah dengan Bosnya yaitu Julian. Apakah Binar bisa meluluhkan hati Julian??
