Happy Reading 🍊
Binar masih belum melupakan kado yang diberikan Rachel untuk Julian. Bukan penasaran dengan isi apa yang ada di dalam kado tersebut, tapi Binar lebih penasaran dengan alasan Rachel memberikan kado tersebut. Bukankah ketika mereka menikah Rachel berada di luar negeri, kenapa kedatangannya ke Indonesia seperti memang diniatkan untuk memberikan kado pernikahan untuk Julian.
Meskipun pikirannya sedikit terganggu dengan hal itu, namun kedatangannya di kantor kali ini tidak boleh menunjukkan pikirannya. Apalagi hari ini adalah hari pertama mereka bekerja setelah libur menikah.
Julian dan Binar memasuki kantor dengan senyuman lebar, menyaksikan penyambutan dari karyawan di kantor Julian. Semuanya benar-benar ikut merasakan kebahagiaan mereka.
Penyambutan singkat pengantin baru berakhir dengan sesi tanya jawab yang menyerbu Binar. Tidak hanya karyawan wanita yang penasaran tapi karyawan laki-lakipun ikut penasaran, bagaimana Binar bisa menikah dengan Julian, padahal selama ini mereka melihat tidak ada yang spesial dari hubungan mereka.
Binar memang tidak ingin menunjukkan hubungannya kepada siapapun di kantor, apalagi waktu itu orang-orang di kantornya mengetahui bahwa Julian akan bertunangan dengan Tiffany. Binar tidak ingin menjadi orang yang terkesan merebut Julian di mata orang-orang di kantornya.
Hanya Bella yang tahu tentang Julian dan Binar. Apalagi setelah Julian mengungkapkan perasaannya pada Binar hanya berselang beberapa minggu saja, Julian sudah menikahi Binar, sehingga tidak ada kemesraan yang mereka tunjukkan di hadapan orang di kantornya.
"Bi sejak kapan sih lo sama Pak Julian, sorry ya ini bukan bermaksud apa-apa tapi kan waktu ulang tahun Pak Julian, Pak Julian bakalan bertunangan sama Tiffany?" tanya Mia salah seorang karyawan di kantornya, yang memang terkenal cukup hobi bergosip
Belum sempat Binar menjawab pertanyaan yang lainpun muncul dari karyawan lainnya "Iya iya, kita sampai kaget waktu Pak Julian udah nyebar undangan pernikahan aja, tanpa pertunangan lagi kaya buru-buru gitu, lo ga itu, ngerti kan maksud gue?"
Binar menghela nafas panjang " Haduuh pikiran lo emang perlu diperbaiki deh kayanya, buru-buru dinikahin bukan bertarti gue udah hamil ya, tanyain aja sama Pak Juliannya kenapa dia buru-buru mau nikahin gue."
"Terus gimana kejadiannya sama Tiffany, kan mereka dikabarkan mau tunangan sekarang ga jadi, Tiffany pasti malu banhet Bi."
"Soal itu gue juga ga enak hati sama Tiffany, sebagai sesama wanita gue tau banget yang dia rasain, tapi itu keinginan papa Pak Julian, sedangkan Pak Julian ga suka sama Tiffany, jadinya emang ditolak sama Pak Julian."
"Eh kalo mau wawancara nanti lah, ini masih jam kerja" rungut Bella "Mending bubar deh sekarang dari pada nanti Pak Julian ke sini, terus dia sendiri yang negur kalian."
Ancaman Bella ternyata cukup membuat karyawan yang tadi berkumpul ke tempat Binar, menjauhkan diri dari Binar. Tidak ingin mengambil resiko dimarahi Bos mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk bubar.
Binar mengacungkan jempol ke arah Bella karena berkat Bella, Binar tidak perlu lagi menjawab pertanyaan aneh dari mereka. Setelahnya, mereka berdua melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Sekarang Binar bukan lagi mengkhawatirkan Tiffany, urusan Julian dan Tiffany sudah selesai. Bahkan Tiffany sudah kembali ke luar negri untuk menata karirnya, karena kecewa dengan keputusan Julian.
Jam pulang membuat karyawan segera menyelesaikan pekerjaan mereka hari itu, kemudian mereka bersiap pulang. Bella dan Binar keluar dari kantor, kemudian mereka berpamitan karena sekarang Binar tidak lagi pulang dengan Bella, statusnya yang sudah menjadi istri Julian mengharuskan ia pulang dengan Julian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Vs Boss (COMPLETED)
RomansaJANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA. Binar dengan gaya ala cegil, ugal-ugalan dan tanpa malu-malu ini menyukai atasan di kantor tempat ia bekerja. Misinya adalah menikah dengan Bosnya yaitu Julian. Apakah Binar bisa meluluhkan hati Julian??
