Happy Reading 🍊🍊
Mobil Julian membelah jalanan di suasana malam yang menenangkan, sudah hampir mendekati tengah malam mereka pulang dari rumah orang tua Julian.
Julian tidak bicara sama sekali kepada Binar, padahal bukankan Julian menerima kabar yang membahagiakan, lalu kenapa Julian seperti tidak senang pada Binar.
"Bapak mau diemin saya sampai pulang?" Binar tidak tahan lagi dengan sikap Julian
"Lalu?" jawab Julian singkat
Binar nampak kesal, ia kemudian tidak bicara lagi, sikap Julian yang ini benar-benar membuat Binar kesal, padahal mereka sudah mendapat restu dari kedua orang tua Julian, tapi sikap Julian seperti tidak bahagia sekali dengan kabar ini.
Julian kemudian menepikan mobilnya di sebuah tempat yang pemandangannya menghadap langsung ke laut. Angin malam terasa menyejukkan, Julian membukakan pintu dan mengulurkan tangan pada Binar.
Binar tidak meraih tangan Julian, ia kemudian turun sendiri, wajahnya masih kesal, Julian kemudian menutup pintu lantas menyusul Binar yang sudah lebih dulu berdiri di dekat pagar pembatas pantai.
"Kenapa ga ngasih tahu saya, kenapa bikin saya khawatir, saya panik Bi." Julian menghela napas "Saya kira terjadi hal buruk sama kamu waktu di rumah mama." Julian mendekat pada Binar
"Lagian itu idenya mama Pak, saya cuma ikut aja. Mama mau kasih kejutan sama Bapak." rungut Binar sambil melipat tangannya di depan dada "Kok jadi saya yang di marahin, kalo mau marah ya sama mama lah." sambung Binar lagi
Julian tersenyum "Ya kan kamu juga ikutan, sampai saya salah paham saya mau di ganti sama pakaian dalam sama mama."
Binar menyembunyikan tawanya, mengingat kejadian tadi saat Julian salah paham tentang pakaian dalam yang di belikan oleh mama Julian.
"Ya makanya jangan polos-polos banget Pak, masa seumuran Bapak ini masih polos begitu." ucap Binar lagi
"Secepatnya saya sama orang tua saya bakalan ke rumah orang tua kamu." Julian menatap Binar serius
"Buat apa Pak?"
"Buat minta kamu baik-baik, buat lamar kamu Binar. Emang mau ngapain lagi Bi."
"Oh iya ya." Binar tersenyum menunjukkan deretan giginya
Julian menarik Binar dalam pelukannya, menyentuh leher Binar dengan hidungnya, menghirup aroma Binar yang akhir-akhir ini menjadi candu bagi Julian. Keduanya hanyut dalam perasaan bahagia, menunggu kabar yang selama ini mereka usahakan.
Setelah menyelesaikan pembicaraan mereka mengenai hal kedepannya, sekaligus persiapan pernikahan mereka, Julian dan Binar menuju ke rumah Binar.
🍊🍊🍊
1 bulan kemudian
Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh dua insan yang sedang di mabuk cinta. Hari ini akan menjadi saksi untuk mereka di halalkan secara agama dan hukum menjadi pasangan suami istri.
Binar yang berbalut gaun putih, serta make up pengantin yang tipis dan tidak berlebihan membuat penampilannya memukau semua mata yang memandang.
Julian menatap Binar penuh haru, gadis kecil yang menurut Julian dulu dianggap seperti ponakannya sendiri, ternyata sekarang berada di hadapannya menjadi seorang wanita yang ia nikahi. Julian mengusap sudut matanya yang berair, terharu dengan momen bahagia mereka hari ini.
Setelah acara inti selesai, para tamu undangan di gedung yang besar dan terlihat mewah ini menikmati jamuan yang tidak kalah dengan jamuan di restoran mewah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Vs Boss (COMPLETED)
RomanceJANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA. Binar dengan gaya ala cegil, ugal-ugalan dan tanpa malu-malu ini menyukai atasan di kantor tempat ia bekerja. Misinya adalah menikah dengan Bosnya yaitu Julian. Apakah Binar bisa meluluhkan hati Julian??
