Happy Reading 🍊
Sudah sekitar satu jam yang lalu Binar bangun dari tidurnya. Tapi tubuhnya masih berada di tempat tidur menikmati hembusan angin dan cahaya matahari pagi dari kaca kamarnya yang sengaja ia buka.
Binar memang berniat tidak masuk kantor hari ini dengan alasan sakit. Sebenarnya bukan fisiknya saja yang sakit tapi perasaannya jauh lebih sakit. Bayangan Julian akan menikahi wanita lain masih saja melekat di pikirannya. Sampai saat ini rasanya Binar bahkan belum bisa mengikhlaskan Julian menikahi wanita lain.
Dengan mengumpulkan semangatnya, ia memutuskan untuk membersihkan diri dan melanjutkan kegiatan lain di rumahnya. Untuk menghalau bayangan Julian dengan wanita yang akan dijodohkan dengannya itu.
Sebuah pesan masuk ke handphone Binar
Jay
Gue di kantor lo, katanya lo ga masuk
Bella bilang lo sakit juga
Gue ke rumah lo ya
Binar
Ga usah Jay
Gue cuma butuh istirahat aja
Lo kan ga tahu rumah gue
Besok gue ke kantor kok.
Bisa-bisanya Jay kepikiran buat ke rumah gue, gue yang mau cari ketenangan malah ga bisa tenang kalau dia sampai ke sini, Binar membatin.
Setelah seharian Binar merebahkan badannya, menikmati hari libur yang sebenarnya bukan lah libur. Beberapa pesan Julian masuk ke handphone nya, tapi dia tidak berniat untuk membacanya apalagi membalasnya.
Sebenarnya Binar sadar dengan tindakan yang ia lakukan sekarang, bagaimana mungkin dia mengabaikan pesan dari atasannya.
"Gue dengan kesadaran penuh tahu kalau Pak Julian ini atasan gue bukan pacar gue, kenapa gue jadi sok-sokan ngambek gini sama dia. Emangnya dia bakalan peduli sama gue, yang ada bentar lagi gue bakalan di pecat sama Pak Julian."
Binar menjadi serba salah dengan tingkahnya sendiri. Di satu sisi dia ingin membalas pesan Julian sedangkan di sisi lain tidak ingin. Persis seperti ABG labil yang sedang melewati masa pubertas.
🍊🍊🍊
Sedangkan di kantor, Julian sedang menunggu balasan pesan dari Binar. Rapat yang hari ini akan diadakan akhirnya diundur oleh Julian karena ketidak hadiran Binar di kantor
"Bell, coba kamu yang kirim pesan ke Binar di balas ga, kok pesan Om ga di balas ya sama Binar?"
Julian berulang kali mondar-mandir dan mengecek handphonenya, menunggu balasan dari Binar.
"Om kok kaya orang yang lagi berantem sama pacarnya sih Om?" ucap Bella sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Om sebenarnya mau nanyain apa? Kenapa harus segitunya nungguin pesan dari Binar. Dia itu kan cuma demam Om, dia ga resign apalagi nikah. Kenapa ekspresi Om kaya kehilangan Binar gitu, ini sehari aja kok."
Bella yang dari tadi merapikan berkas di ruangan Julian, seketika menertawakan gelagat Julian yang terlihat seperti orang kebingungan.
"Bellaaaa, kamu ini kalo ngomong suka sembarangan ya, kalau kedengeran sama karyawan yang lain nanti gimana. Lagian Om cuma khawatir aja Binar kan tinggal sendirian aja di rumahnya, nanti kalau dia kenapa-kenapa gimana?"
"Ya udah susulin Om kalau khawatir, jangan di sini tapi pikirannya malah ke Binar mulu." ledek Bella
"Bella, kamu ya"
"Ih Om ini lagian emang benar kan Om. Lagian Om pakai acara makan berduaan segala di kantor sama Tiffany, udah tahu Binar suka sama Om masih aja di panas-panasin, ya udah pasti kebakaran dong Binarnya, demam kan dia"
Bella yang sudah berjalan ke arah pintu tiba-tiba di halangi Julian karena mendengar perkataan Bella.
"Jadi Binar tahu kedatangan Tiffany ke kantor"
KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Vs Boss (COMPLETED)
RomanceJANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA. Binar dengan gaya ala cegil, ugal-ugalan dan tanpa malu-malu ini menyukai atasan di kantor tempat ia bekerja. Misinya adalah menikah dengan Bosnya yaitu Julian. Apakah Binar bisa meluluhkan hati Julian??
