Happy Reading 🍊
Satu bulan berlalu, hidup Julian benar-benar layaknya peribahasa "hidup segan mati enggan" ia benar-benar kehilangan tujuan hidupnya. Melakukan aktivitas seperti biasa tanpa gairah hidup hanyalah omong kosong bagi Julian saat ini.
Permintaan Pak Brata, papanya Julian termasuk agenda wajib yang harus ia penuhi. Meskipun otak dan perasaannya menolak keras hal itu. Tapi dengan kegagalan pernikahannya yang pertama, sepertinya pasrah adalah jalan terbaik untuk saat ini.
Besok adalah hari ulang tahun Julian, semua orang di kantor sudah tahu akan hal itu. Tidak terkecuali Binar. Semua orang sudah berbincang tentang hal itu, perempuan di kantor sedang asyik mengobrol, apakah mereka harus berbelanja hari ini, agar besok penampilan mereka di hari ulang tahun Julian akan mengesankan mata yang memandang.
"Gue harus beli gaun cantik sih buat ulang tahun Pak Julian besok." sahut Binar pada temannya Bella
"Buat apa?" tanya Bella heran
Binar menatap layar komputer di depannya kemudian tersenyum ke arah Bella "Siapa tahu Pak Julian nyatain cintanya ke gue besok kan."
"Binar Binar, besok acara ulang tahun ya, bukan acara tembak menembak karyawan oleh atasan." Bella menggelengkan kepala karena ulah Binar
"Duhh kok jadi gue yang deg degan ini ya, padahal kan yang ulang tahun Pak Julian."
Ekspersi Bella dengan wajah konyol seperti ingin muntah itu, menggambarkan bagaimana ia menganggap Binar benar-benar tidak masuk akal. Tapi Binar tetap melanjutkan tidak peduli dengan Bella.
"Mau kasih hadiah apa ya buat Pak Julian, emang boleh orang sekaya Pak Julian ini kita kasih hadiah?" tanya Binar
"Ga boleh, harusnya di kasih jimat biar ga kemasukan jin wanita penggoda." canda Bella
"Bilang aja lo mau bilang jinnya gue." gerutu Binar
"Haha bisa aja nebak diri sendiri, emang udah semirip itu ya Bi." Bella sengaja mengolok Binar sampai kesal
"Percuma aja sih minta pendapat sama orang kaya lo Bell."
"Ya makanya jangan ribet, kalo kata gue mending ga usah di kasih hadiah kalo gitu." jawab Bella kesal
"Ga bisa dong, masa gue ga kasih apa-apa di hari yang spesial buat orang yang spesial lagi." Binar antusias membayangkan ia akan hadir di hari ulang tahun Julian besok
"Kan, ribet banget sih Bi, suka-suka lo aja lah, mau kasih apa, bikin pusing gue aja sih."
Bella kemudian memperbaiki posisi duduknya, menarik kursinya lebih ke depan dan lanjut berkutat dengan pekerjaannya di layar komputer.
🍊🍊🍊
Sedangkan di tempat lain, Julian di ruangan kerjanya, masih menatap pemandangan Binar yang tengah asik mengobrol dan bercanda dengan Bella ponakannya.
Dari balik kaca pembatas antara ruangannya dan ruang kerja Binar, Julian masih bisa mendengar samar obrolan mereka. Julian bisa mengetahui tentang pembicaraan dua gadis di sana. Pembahasan yang harusnya tidak mereka lakukan menurut Julian.
Julian ingin sekali tidak mengundang Binar besok, karena hanya akan membuat Binar kecewa. Julian tidak ingin melihat kesedihan di wajah Binar. Hatinya akan lebih sakit nantinya.
"Permisi Pak." ucap seseorang mengetuk pintu ruangan Julian
Hal itu membuyarkan lamunan Julian "Masuk." sahut Julian
Binar melangkah memasuki ruangan Julian, senyumnya selalu membahagiakan hati Julian. Tapi kali ini tidak, hatinya sakit takut setelah mendengar kabar dirinya akan menikahi wanita lain, senyum itu sudah tidak akan terlihat lagi dari wajah Binar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Binar Vs Boss (COMPLETED)
RomantikJANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM BACA. Binar dengan gaya ala cegil, ugal-ugalan dan tanpa malu-malu ini menyukai atasan di kantor tempat ia bekerja. Misinya adalah menikah dengan Bosnya yaitu Julian. Apakah Binar bisa meluluhkan hati Julian??
