Survive 22

2.9K 337 0
                                        

17 Survive.



Gracie, Elin, Aralie, Sasha dan Nayla saat ini sudah berada di ambang pintu apotek, Mereka berencana hendak menuju tempat evakuasi. Sasha dan Gracie sedang mengintai area jalur yang akan mereka lewati, Hanya mereka berdua yang akan bertugas untuk melindungi sedangkan ketiga orang sisanya bertugas berjaga jaga dan membawa tas berisi ramuan.

"Aman" Gracie mulai mengode teman temannya untuk mengikutinya dari belakang, Aralie menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan mengikuti Gracie dari belakang, diikuti dengan Elin dan Nayla.

Setelah Nayla berjalan mengikuti Elin, Sasha yang bertugas menjaga di belakang langsung berjalan mengikuti Nayla dari belakang. Untungnya zombie di dekat sini terbilang jarang, Jadi mereka hanya mengeluarkan beberapa peluru sampai saat ini.

Saat hendak menuju hutan, Banyak zombie yang keluar dari sana dan langsung menghampiri mereka. Gracie segera menyiapkan pistolnya dan mulai menembak beberapa zombie di sana, Sasha yang hendak membantu tiba-tiba terkejut ketika ada zombie yang ada dibelakangnya.

"Sial" Umpat Sasha karena terkejut, Ia langsung menembak zombie itu dengan tragis lalu mulai menyerang beberapa zombie yang ada didepan dari belakang.

Elin menoleh ke arah samping kanannya dan terkejut ketika melihat beberapa zombie mulai berkumpul dan menghampiri mereka. Aralie ikut terkejut ketika melihat ke arah samping kirinya, zombie mulai menghampiri mereka dengan jumlah yang cukup banyak.

Kok malah nambah gini sih a*j Batin Sasha dengan menembak mereka dengan cepat.

"Keknya mereka makin nambah karena denger suara pistol kalian deh" Ujar Elin dengan mengeluarkan pistol kecil miliknya yang diberikan Sasha tadi.

Nayla dan Aralie pun mulai mengeluarkan pistol mereka juga untuk membantu Sasha dan Gracie, Sudah hampir 15 menit mereka menembak mati zombie itu namun jumlah zombie terus menambah.

Srakk...

"Akh.. " Mereka langsung menoleh ke asal suara.

"Ci Gracie!!" Gracie langsung menutup mata kanannya yang terkena cakaran dari zombie.

"Zombie sialan" Umpat Sasha dengan kesal, Ia mulai mengambil granatnya dan mulai mengigit ujungnya dan melemparnya ke arah zombie yang ada didepan Gracie.

Duarrrr..

"Ayo lari Cii! " Seru Sasha dengan merangkul Gracie, Mereka mulai mengambil jalur lain karena zombie yang sudah memblokir jalan mereka.

Mereka mulai berlarian ke arah yang sepertinya mereka tidak tahu kemana, Aralie menoleh ke belakang dan ia bisa melihat banyak zombie yang mengikutinya. Ia melirik pada Sasha yang sedang merangkul Gracie karena Gracie tak terlalu bisa melihat dengan jelas.

"Kita harus gimana Sha? " Tanya Aralie dengan ikut membantu merangkul Gracie agar kecepatan mereka meningkat.

"Hah? Gw juga ga tau Alie, Kita lurus kedepan aja" Aralie menganggukkan kepalanya dan mereka mulai mempercepat langkahnya agar tidak dekat dengan zombie.

Semakin lama, Langkah Elin semakin lambat. Ia mulai merasa kelelahan karena terus menerus berlari dengan kecepatan yang diatas rata rata. Nayla menoleh pada Elin yang semakin melambat, Ia mulai merangkul Elin dan tersenyum.

"Ayo ci Elin, Kita ga boleh berhenti" Elin tersenyum karena Nayla, Ia menganggukkan kepalanya lalu mulai kembali mempercepat langkahnya.

"Ci, Kamu bisa melihat dengan jelas ci? " Tanya Sasha dengan sesekali menatap wajah Gracie yang sedikit berlumuran darah karena cakaran zombie tadi.

Gracie melepas tangannya yang sedari tadi ia gunakan untuk menutupi matanya, Sasha terkejut ketika melihat salah satu mata Gracie berwarna putih seperti mata zombie lainnya.

"Ci..? Ka-kamu jadi zombie? "

↑ ↑ ↑ ↑ ↑

Nachia, Levi, Oline, Regie dan Lily tersenyum senang, Sebagai bentuk terimakasih karena Nachia bisa menyambungkan sinyal kota ini dengan sinyal pusat mereka bisa menjadi tim evakuasi.

Mereka pun berjalan kembali menuju ruangan tempat mereka tinggal, Ribka terkejut ketika Nachia mendobrak pintu ruangan mereka. Ribka, Moreen, Fritzy, Trisha, Delyn dan Erine menatap mereka berlima dengan tatapan bingung dan aneh.

Nachia mengenakan kacamata hitam lalu merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan. "Ekhem ekhem, Kita sambut nona besar kita... "

Oline, Lily, Levi dan Regie langsung saling bergeser dan sosok gadis yang mereka sembunyikan langsung berjalan menghampiri mereka. Ribka, Trisha, Erine, Delyn, Moreen dan Fritzy tersenyum menatap gadis itu, sudah lama mereka tidak melihatnya.

"Hai guysss, Kalian kangen gwej kan?? Gwej juga kangen kok" Sapa Lana dengan mengibaskan rambutnya.

"Dih, Kok jadi ngeselin gitu" Ejek Erine dengan menatap sinis Lana.

"Balikin aja kak" Ucapan tajam nan polos dari Trisha membuat semua orang disana tertawa, Kecuali Lana sendiri.

"Kok kamu gitu sih" Ngambek Lana dengan menatap sinis Trisha dan Trisha hanya memberikan pose jari v nya.

"Hahaha, Btw kok si Lana dibolehin keluar? " Tanya Delyn dengan penasaran, Karena dari pertama kali mereka datang sampai hari ini Lana selalu di karantina sendiri.

"Panjang ceritanya, Tapi intinya kita sekarang jadi tim evakuasi berkat broci" Jawab Lily dengan duduk di samping Delyn.

"Broci? Siapa broci? " Tanya Ribka dengan menaikkan satu alisnya.

"Bro Nachia" Jawab Oline, Lily, Regie, Nachia dan Levi bebarengan.

"Dih, Jamet mamba" Ejek Ribka dengan menatap datar Oline dan yang lain.

"An*ir lu ngatain mamba" Seru Levi tidak terima.

"Ngaku aja kak"

Semua orang terdiam ketika mendengar ucapan yang singkat padat dan juga tajam dari Trisha. Levi dan yang lain langsung menatap Trisha lalu berpose seolah-olah mereka tersakiti seperti drama di film-film pada umumnya.

"Kamu jahat sekali Trisha.. Hati kakak sakitt.. " Ucap Nachia dengan alay.

"Kamu sudah dewasa nak... Bapak ga nyangka.. Hiks hiks.. " Ujar Oline dengan memeluk Trisha seolah-olah seperti bapak bapak memeluk anaknya.

"Tambah mamba.. "














T. B. C.

Ini hanyalah sebuah karangan/fiksi, Jangan kaitkan tokoh cerita ini ke dalam kehidupan asli.
Jika ada salah dalam pengetikan, pengejaan atau tanda baca mohon maaf dan bisa beri saran dan kritik yang positif.
Maafkan saya jika terdapat beberapa alur yang sulit dimengerti, Karena otak saya sedikit gancet dipertengahan.

17 SURVIVE [GEN 12]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang