17 Survive.
Setelah kejadian kemarin, Lily diletakkan di ruangan yang berbeda dari yang lain karena ia membuat keributan pada saat itu. Delyn baru saja kembali dari ruangan Lily dan saat ini ia berada didalam ruangannya dan teman temannya.
Delyn terkejut ketika melihat teman temannya yang saat ini sedang membuat lingkaran dan menatapnya seolah-olah meminta sebuah kode. Delyn menghela nafasnya lalu menutup pintu dan berjalan menghampiri teman temannya yang sedang menatapnya.
"Gw ceritain, Ga usah banyak tanya" Ucap Delyn sebelum Ribka hendak bertanya padanya.
"Ka Alya itu adalah orang yang pernah deket banget sama Lily sekitar 8 tahun yang lalu, Bisa dibilang kakak adek an lah ya. Lily suka sekali manja sama ka Alya karena sudah keduluan sayang banget sebagai adiknya gitu. Tapi Lily mulai menjauh dari ka Alya karena ada rumor kalau ka Alya pacaran sama salah satu orang dan yah itu adalah musuh bebuyutan Lily"
Delyn menghentikan ceritanya, Ia sedikit merasa sakit untuk mengungkit masa lalu seperti ini terutama masa lalu dari gadis mungil itu. Trisha tersenyum lalu mengusap punggung Delyn dengan lembut, Delyn terkejut dan ikut tersenyum dengan menatap Trisha.
"Dan yah ka Alya selalu marahin Lily karena pacarnya selalu bilang kalau Lily bertengkar dengannya dan mengajaknya ribut. Padahal mah pacarnya duluan yang mukul Lily sedangkan Lily cuma bales mukul gitu. Istilahnya sih playing victim"
Oline dan yang lain pun menganggukkan kepalanya paham, Mereka ikut merasakan sedih dan juga khawatir karena hal yang diceritakan Delyn.
"Lily berusaha bodoamat tentang hal itu meskipun dia selalu dihajar habis habisan oleh pacarnya ka Alya dan dimarahi habis habisan oleh ka Alya karena salah paham. Sampai akhirnya ka Alya nampar pipi Lily karena pacarnya ngefitnah Lily ngelakuin pelecehan ke dia. "
"Hah?? Seriusan?! " Regie terkejut dan syok berat mendengar apa yang baru saja ia denger, Begitu juga dengan yang lain.
"Iya, Sampai di titik itulah kesabaran Lily habis. Ia memarahi habis habisan ka Alya, Ia mengeluarkan semua unek-unek yang sudah lama ia tahan sejak pertama kali ka Alya berhubungan dengan pacarnya itu. Akhirnya ka Alya sadar, Ia terlalu berlebihan dan tidak mendengarkan kedua belah pihak. Tapi namanya Lily, Rasa lukanya sudah terlalu dalam dan alhasil dia milih menjauh dari ka Alya seakan-akan tidak pernah ada hubungan lagi"
"Sedih dengerinnya" Ujar Nachia dengan menekuk kedua kakinya dan menyenderkan kepalanya disana.
"Pantesan tu anak vibesnya kek berandalan banget tapi kalem gitu, Ternyata oh ternyata" Ribka langsung menatap datar Moreen dan menoyornya.
"Mulut lo ya, Harus dikasih filter"
↑ ↑ ↑ ↑ ↑
Aralie, Sasha, Nayla dan Gracie saat ini sedang melingkar karena untuk mengecek apakah gadis ini akan hidup kembali atau kembali menjadi zombie. Mereka beruntung, Gadis itu perlahan membuka matanya perlahan dan langsung menatap mata Gracie yang ada disampingnya saat ini.
"Gracie? " Suara serak Elin membuat Gracie sedikit tersontak, Sudah lama ia tidak mendengar panggilan itu darinya.
"Iya ci? Kamu gapapa?! " Tanya Gracie dengan sedikit panik.
"Aku dimana ini? " Tanya Elin dengan melihat ke sekeliling gedung yang cukup gelap itu.
"Di apotek cici" Jawab Sasha dengan memberikan botol air minum untuk Elin.
Elin segera bangkit dan duduk bersandar di tembok yang ada di dekatnya, Mereka bertiga pun hanya diam menatap Elin yang sedang meneguk air minumnya.
"Ci Elin inget sesuatu soal beberapa hari yang lalu? " Tanya Aralie dengan penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
17 SURVIVE [GEN 12]
ActionBagaimana ceritanya ketika kalian yang sedang menikmati hidup dengan senang, tenang dan tanpa gangguan. Namun tiba tiba datang entah virus darimana, menyebar di berbagai manusia. Virus itu biasa disebut dengan virus Zombie. Victoria Kimberly, Gadis...
![17 SURVIVE [GEN 12]](https://img.wattpad.com/cover/367390391-64-k849703.jpg)