Kita di Hari Itu

88 12 0
                                        

Bandung, 15 November 2007

(05.05 WIB)

Candra terbangun mendengar ketukan berkali kali dari pintu. Perlahan ia bangkit berdiri dari ranjang nya

Ceklek

"Ada apa sus?" tanya Candra sopan

"Pagi Candra, tolong nanti teman teman nya dibangunkan dulu lalu bersih bersih diri. Jam 6 nanti ke lapangan ya," kata suster itu

"Ke lapangan buat apa?" tanya Candra

"Senam sebentar," jawab suster itu

"Oh.. baiklah, terima kasih suster"

Suster itu mengangguk dan pergi dari sana, lalu Candra perlahan menutup pintu kamar dan berjalan ke ranjang Marka

"Bang.. bangun udah pagi," kata Candra sambil menggoyangkan badan Marka perlahan agar ia bangun

Perlahan Marka membuka matanya dan mengambil kacamata nya yang ada di meja

"Sekarang jam berapa?" tanya Marka

"05.10" jawab Candra

"Tadi suster ada kesini nggak?"

"Ada, katanya nanti jam 6 disuruh ke lapangan buat Senam bareng pasien yang lain"

"Jam 6? Masih agak lama. Kamu cuci muka sama gosok gigi dulu aja, jangan lama lama ya"

Candra mengangguk dan berjalan ke arah kamar mandi dan menutup pintu itu

Marka perlahan turun dari ranjang nya dan membangunkan Raden dan Haikal

"Den bangun, udah pagi. Jam 6 nanti kita senam bareng pasien lain," kata Marka

Raden lantas terbangun karena seseorang menggoyangkan badannya pelan.

Marka melihat kantung mata Raden hitam sekali, apa Raden tak tidur semalaman?

"Den, lu kemarin malem tidur jam berapa? Kantung mata lu keliatan banget," tanya Marka

"Gue gatau, tapi gue sempet kebangun. Lupa jam berapa, terus gue nge gambar karena ga bisa tidur," jawab Raden mencoba menutupi kenyataan yang sebenarnya, ia tak mau Marka mengetahui tentang kemarin

"Astaga, jangan dibiasakan kaya gitu lagi Den, ga sehat," pinta Marka

"Iya.. maaf bang"

DUAR!

Pintu kamar mandi terbuka kasar karena ulah Candra. Lantas yang lain terbangun dari tidurnya, kecuali Haikal

"BANG TOLONG BANG!" kata Candra panik sambil berteriak

"Hah? Kenapa?" tanya Marka

"Itu bang, di dalam kamar mandi!" jawab Candra

"Hah? Kamar mandi nya kenapa? ngomong yang jelas Can," sambung Raden

"ADA TIGA KECOAK WOY!" jawab Candra sambil berteriak

"Hah? Hah? Mana kecoaknya?!" sambung Cakra yang baru terbangun sambil memegang guling Haikal

"Itu bang! Di kamar mandi!" jawab Candra

"Yaelah gitu doang, alay klean pada," kata Marka

"Dih? berani lu ngusir tiga kecoak sekaligus? Bisa terbang loh Ar," kata Raden ragu dengan perkataan Marka

"Berani lah, masa engga. Gue kan laki"

"Yaudah sana!" kata Raden sambil mendorong Marka ke dalam kamar mandi dan mengunci kamar mandi itu dari luar

Teriakan di BandungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang