[3] Para Human Kosong

2.4K 275 26
                                        

Langit sudah menggelap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langit sudah menggelap. Seluruh lampu disetiap titik Kos Ong dinyalakan hingga menciptakan terang. Begitu pun di lantai satu. Dari mulai area TV, tempat makan, hingga dapur. Memperlihatkan secara jelas barang-barang yang tertata rapi di setiap titik sudut.

Anak-anak cowok terlihat sibuk bertempur dengan alat-alat dan bahan-bahan masak. Dipimpin Jafi, pemuda bernama Azka, Cakra, dan Raden mengerjakan setiap apa yang telah ditugaskan. Mereka tengah memasak menyiapkan makan malam untuk seluruh penghuni kos. Melody diberi tahu jika setiap hari Minggu, mereka memiliki agenda makan malam bersama.

Kata Gia, "Biar akrab aja. Enggak cuek satu sama lain."

Siapa yang memasak atau membeli makanan semua suka rela. Karena tidak selalu semua penghuni kos bisa hadir dan ikut makan malam bersama. Tidak wajib. Namun, jika bisa kumpul semua, mereka senang.

Sebagai pendatang, Melody hendak membantu memasak. Namun, ia ditarik oleh dua gadis Kos Ong untuk duduk di sofa. Sejak lima belas menit yang lalu, Melody duduk di antara dua gadis dengan pakaian yang cukup terbuka. Hot pans yang memamerkan paha dan tanktop yang sedikit memperlihatkan belahan dada. Sedangkan dirinya cukup tertutup dengan kaos panjang dan celana piyama beruangnya.

Di sisi kanan, ada perempuan bermata tajam dengan fitur wajah AI sedangkan di sisi kiri cenderung memiliki wajah yang lembut, tetapi terlihat seksi. Melody mengerti alasan Ghifari dan Hifzan sangat tergila-gila pada kedua gadis itu.

"Satu kelas? Berarti dekat sama Raden, dong," kata Kirana lagi sambil menikmati martabak manis yang dibeli Nataya.

Si pemilik makanan merebahkan diri di karpet setelah mengambil bantal dan guling dari kamar Raden. Tatapan keempat gadis itu tertuju pada layar TV yang menampilkan serial drama.

Melody menggeleng. "Enggak juga. Kita cuma saling kenal aja. Ngobrol pun kalau lagi diskusi doang."

Kirana membuang kekehannya. Perempuan itu melirik Raden yang menyiapkan piring di meja makan. "Sombong banget lo, Den," ucapnya.

Raden hanya balas melirik. Tak mengacuhkan Kirana, ia kembali mendekati Jafi.

Gia geleng-geleng kepala. "Betah-betah, deh, Mel. Di sini, semua cowok-cowoknya enggak ada yang normal."

"Apalagi Hifzan," celetuk Kirana.

Baru saja dibicarakan, laki-laki itu datang. Panjang umur memang.

"Mau godain gue, ya, lo, Beb? Baju daleman doang lo pakai," katanya sambil turun tangga.

Gia hanya memutar bola matanya malas.

"Lo, tuh, yang kelebihan nafsu! Payah. Gampang kegoda," ucap Kirana melempar bantal sofa ke arah Hifzan.

Hifzan menangkapnya. "Thanks." Hizhan meletakkan bantal sofa itu di pangkuan Gia. Setelah itu, ia duduk di sofa tunggal.

"Ati-ati, lo, Kiranti. Ghifari lihat, tau rasa lo dikekep di kamar," ucap laki-laki itu pada Kirana.

Lingkaran Kos Ong [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang