[ WHITORY ]
Melody merupakan mahasiswi Seni Rupa semester lima. Gadis dengan ciri khas celemek penuh cat itu memutuskan untuk pindah kos karena alasan kenyamanan. Akhirnya, pilihannya jatuh pada salah satu kos elit bernama Kos Ong. Kedatangannya dis...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam mulai merayap ketika Melody akhirnya sampai di Kos Ong. Langit gelap pekat dengan sedikit bintang yang berkelip, sementara udara malam terasa sejuk setelah seharian penuh kesibukan. Jam di ponselnya menunjukkan pukul 19.30. Melody menghela napas panjang, melemaskan bahunya yang terasa pegal setelah seharian membantu persiapan pameran. Dengan cepat, ia mengirim pesan kepada Jafi.
Melody Aku udah sampai di kos, latihan lancar ya!
Pesan terkirim, tetapi belum ada balasan. Mungkin Jafi sedang fokus latihan bersama HUSBAND. Melody memasukkan ponsel ke dalam saku hoodie-nya. Langkahnya menuju kulkas di lantai satu terasa sedikit berat, tetapi masih ia paksakan. Dahaganya meminta segera dihilangkan, dan tanpa berpikir panjang, Melody membuka pintu kulkas kemudian mengambil sebotol air dingin. Ia meneguknya perlahan, membiarkan kesegaran air mengalir di tenggorokannya, memberi sedikit energi pada tubuh yang lelah.
Matanya kemudian tanpa sadar tertuju pada papan lingkaran kosong yang terpajang di sudut ruang bersama. Pandangannya mengunci pada papan itu. Sudah lama ia tidak memperhatikannya. Langkahnya tanpa sadar mendekat, seolah ada sesuatu yang menariknya ke sana. Jari-jarinya menyentuh permukaan papan, mengusap sedikit debu yang menempel. Matanya membaca tulisan kecil yang pernah ia buat.
1. Pameran seni sukses 2. Be bolder with what you have chosen 3. Menemukan keindahan dalam hal-hal sederhana
Melody tersenyum kecil. Ada sesuatu yang menghangatkan dadanya saat membaca kembali harapan-harapan yang dulu ia tulis dengan penuh keinginan. Ia memejamkan mata sejenak, membiarkan pikirannya kembali ke perjalanan yang telah ia lalui.
Pameran seni sukses. Ia mengingat betapa sulitnya mempersiapkan pameran ini. Dari memilih karya yang akan dipajang, mengurasi setiap detail, hingga memastikan semuanya berjalan lancar. Ia ingat bagaimana dirinya dan Raden beberapa kali terjebak dalam perdebatan tentang konsep dan penataan. Ia ingat malam-malam di studio seni, tangan-tangannya yang kotor oleh cat, dan matanya yang memerah karena kelelahan. Namun, kini pameran itu hanya tinggal menunggu hari pembukaan. Semua kerja kerasnya, semua usaha dan ketekunan, akhirnya terbayar.
Be bolder with what you have chosen. Melody terkekeh pelan, mengingat betapa dirinya dulu ragu untuk benar-benar menekuni dunia seni. Namun, ia telah berani mengambil langkah. Ia telah berani menunjukkan karyanya kepada orang lain. Bahkan, ia kini lebih percaya diri dalam membuat konten tentang seni. Ia tidak lagi takut dengan komentar orang, tidak lagi terlalu peduli dengan ekspektasi yang membebani. Ia telah memilih jalannya, dan ia bangga dengan itu.
Menemukan keindahan dalam hal-hal sederhana. Ini adalah hal yang paling terasa. Dulu, Melody terlalu sibuk mengejar sesuatu yang besar hingga sering melewatkan hal-hal kecil yang indah. Namun kini, ia lebih menghargai momen-momen sederhana: menikmati secangkir kopi di sore hari, tertawa bersama teman-temannya, bahkan hanya duduk diam menikmati angin malam di balkon kosannya. Ia menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar, tetapi juga dari hal-hal kecil yang ia temui setiap hari.
Tanpa sadar, matanya memanas. Ia tidak menangis. Namun, ada rasa haru yang menggelitik di dalam dadanya. Ia telah bertahan. Ia telah melewati banyak hal sulit dan ia masih ada di sini, masih berjuang, masih melangkah ke depan.
Ponselnya bergetar pelan di saku. Melody mengeluarkannya dan melihat nama Jafi muncul di layar.
Jafi Udah sampe kos? Jangan lupa makan ya, jangan langsung tidur.
Melody tersenyum kecil, mengetik balasan dengan cepat.
Melody Udah kok, lagi minum air dingin barusan. Kamu juga jangan lupa makan habis latihan.
Jafi Oke, ntar aku makan. Istirahat ya, capek banget kan hari ini?
Melody Iya, tapi seneng. Udah sejauh ini.
Tidak kunjung ada balasan, tapi tak lama kemudian ponselnya kembali bergetar.
Jafi Aku bangga sama kamu.
Seketika, rasa lelah yang tadi begitu terasa seakan sedikit menghilang. Melody menggigit bibirnya, menahan senyum yang mengembang begitu saja. Ia menggenggam erat ponselnya lalu kembali menatap papan lingkaran kosong itu.
Mungkin, malam ini ia akan menambahkan harapan baru ke sana. Karena perjalanannya belum selesai. Dan ia tahu, masih banyak hal indah yang menunggunya di depan.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Update lagi buat nemenin buka puasa! Bom vote! Bom komen! Sampai jumpa di bab berikutnya!