[21] Cerita

1.2K 199 21
                                        

Melody masuk ke dalam Kos Ong dengan langkah santai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Melody masuk ke dalam Kos Ong dengan langkah santai. Gadis itu baru saja pulang dari kampus. Jam menunjukkan pukul 10.13 WIB. Gadis itu menaiki tangga menuju lantai dua. Begitu sampai di depan kamar kos Jafi, matanya tertuju pada pintu kayu yang masih tertutup rapat. Ia berhenti sejenak, mencoba mendengarkan suara dari dalam, tetapi hening.

"Masih tidur?" gumam Melody pelan. Ia memilih untuk tidak mengetuk pintu, membiarkan Jafi istirahat. Gadis itu melanjutkan langkahnya ke kamar kosnya sendiri yang berada di samping kamar Jafi.

Begitu masuk, Melody langsung meletakkan tas ransel di atas meja belajar yang penuh dengan kertas sketsa dan cat akrilik. Ia membuka jendela kamar untuk membiarkan udara segar masuk, lalu duduk di kursinya yang empuk. Sebelum melanjutkan karya lukis yang masih setengah jadi, Melody meraih ponselnya dan mulai berselancar di media sosial.

Dengan lincah, ia mengedit video pendek untuk konten Instagram dan TikTok, memotong bagian-bagian yang dirasa tidak perlu, menambahkan musik latar, lalu mengunggahnya. Notifikasi dari kedua platform itu langsung ramai, tetapi Melody tidak terlalu memedulikannya. Ia lebih tertarik menonton konten orang lain, tertawa kecil saat melihat video-video lucu teman-temannya.

Waktu berjalan cepat. Jam di layar ponselnya sudah menunjukkan pukul 11 siang ketika pintu kamarnya yang tidak tertutup rapat terdorong pelan. Melody menoleh dan mendapati Jafi muncul dengan wajah bantalnya. Mata pemuda itu terlihat sayu, dan rambutnya berantakan. Dengan langkah santai, ia mendekati Melody, lalu tanpa basa-basi merebahkan diri di sampingnya di tempat tidur. Mata Jafi kembali terpejam, sementara tangannya terangkat, melingkari pinggang Melody.

"Lembur sampai pagi?" tanya Melody lalu melirik Jafi yang masih setengah sadar.

Pemuda itu hanya diam sejenak, lalu bertanya balik dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, "Wangi banget. Habis ngampus?"

Melody bergumam pelan, tidak menjawab secara langsung. "Enggak ada kelas?" tanya gadis itu akhirnya.

Jafi hanya menggelengkan kepala, malas membuka mata. Suasana kembali hening, hanya terdengar jarum jam yang berputar. Tidak lama kemudian, bunyi perut keroncongan memecah keheningan.

Melody menoleh ke arah Jafi. "Makan dulu sana. Masih ada nasi, tuh. Tapi, sayurnya tinggal dikit. Lauknya bikin sendiri," jelas Melody, matanya kembali fokus pada ponsel.

Jafi mendesah pelan, lalu bangkit dengan enggan. Ia masuk ke kamar mandi dalam untuk mencuci muka, kemudian keluar mencari piring dan sendok dari rak penyimpanan kecil di kamar Melody. Tanpa banyak bicara, ia mengambil nasi dan sayur masakan Melody. Matanya tertuju pada sosis Kanzler yang tergeletak di meja.

Tanpa izin, Jafi langsung mengambil sosis itu, lalu duduk di meja belajar Melody. Sebelum mulai makan, ia membuka laptop gadis itu, mencari salah satu video animasi kartun buatan anak Indonesia di YouTube, dan memutarnya sebagai teman makan.

Lingkaran Kos Ong [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang