BAB 9: Berita Mencengangkan

494 73 124
                                    

DIKATAKAN pengangguran, tidak juga. Tapi, dikatakan orang sibuk, juga tidak. Ya, tergolong manusia biasa-biasa saja walaupun harta luar biasa. Seorang Adelia Yunita Oswalt tampaknya tengah dilanda kegabutan luar biasa hingga dirinya memutuskan untuk bernyanyi di sebuah cafe yang sering di datanginya.

Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali saat mendudukkan tubuhnya di kursi yang di sediakan untuk mereka yang akan menyumbangkan lagu.

"Anjir cakep amat tuh cowok. Mata murahan gue paling gak bisa liat modelan beginian," gumam Adelia pelan.

"Nyanyi buruan! Lama amat lo," cibir Atira yang kebetulan dipaksa oleh Adelia untuk menemani kegabutannya.

Sebenarnya mereka berdua bukanlah pengangguran, namun memilih untuk work from home sebab mereka adalah pewaris.

"Sabar fans. Gue ambil nafas dulu," balas Adelia santai.

Atira mencibir pelan. "Ambil nafas lama amat sih njir. Lo ambil nafas pakai hidung atau pakai mulut sih?"

"Pakai tumit!" sungut Adelia. "Udah, diem lo! Gue mau nyanyi nih!" lanjutnya.

Tanpa dirinya sadari, cowok yang ia taksir dari pandangan pertama tadi sejak memasuki tempat itu sudah menjatuhkan perhatiannya pada Adelia.

"Lucu juga nih cewek," gumam cowok itu pelan.

"Okay semuanya, mungkin dari kalian semua udah sering ngeliat gue nyanyi disini. Sekarang gue mau nyanyi lagi jadi jangan bosen ya," ucap Adelia santai.

Ia tersenyum lalu mulai mengeluarkan suara indahnya membuat Atira mengabdikannya di ponsel. Pertemanan Arsyilla itu memang diisi oleh manusia freak dengan gengsi setinggi Burj Khalifah, tetapi untuk urusan support dan apresiasi mereka sangat ahli.

Lupa bahwa lupakannya tak mudah...
Tapi menyangkut dia ku tak bisa...
Sepertinya sama...tatapan khasnya masih yang lama...
Kau ajak bicara... seketika kembali ke jatuh cinta
Sialan dia...
Sakit dan air mata sia sia...

Di salah satu meja terlihat seorang tengah tersenyum hangat dan disambut oleh candaan dari temen-temennya. "Buset dah tuh muka bersemi amat denger tuh cewek nyanyi," celetuk salah satu dari mereka.

"Kalau naksir, ajak kenalan sana. Gentleman, Bro. Buruan buat first move, Gam," sahut yang lainnya.

Cowok yang tengah dibahas oleh teman-temannya itu pun mengangguk. "Iyaa, aman."

***

Puas menyalurkan bakatnya yang secara tak langsung menghibur para pengunjung cafe tersebut, Adelia pun kembali ke mejanya dengan senyum sombongnya pada Atira.

"Harusnya lo bangga punya temen spek Ariana gini," ucap Adelia bangga.

"Sorry aja gue ngefans nya sama Niki," sahut Atira.

"Ngapa? Lagunya relate sama lo semua ya?" ejek Adelia lalu tertawa puas.

"Gue liat-liat makin tua, makin tampar able muka lo ya," sungut Atira.

Adelia mencibir pelan "Mending lo mingkem deh. Gue mau pesen minuman tambahan dulu. Seret kerongkongan gue abis nyanyi," ucapnya.

Niskala Renjana Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang