BAB 22: Bisa Menjadi Lebih Mengerikan Demi Dirinya

201 63 135
                                    

Jangan lupa spam komennya ya guys!

Happy Reading

***

WAKTU tidur seorang Rembulan Arsyilla berhasil rusak karena perkataan Radith kemarin. Dia sudah berupaya untuk memejamkan matanya. Namun, semuanya gagal. Kalimat-kalimat yang keluar dari mulut lekaki kaya itu seakan bergema di ruangan kamarnya.

"Gue mau kalau kita udah nikah. Apapun kebutuhan lo, gue mau memenuhinya. Apapun itu. Apapun yang lo mau, gue mau hasil kerja keras gue yang dipakai untuk membelinya. Uang hasil kerja keras lo, bisa lo simpen. Atau kalau lo mau untuk beberapa hal sebagai self reward, gapapa. Tapi, selebihnya tanggung jawab gue. Jangan takut lagi untuk menggunakan pendapatan yang gue punya, Syill. Gue udah merancang semuanya, jadi jangan takut, okay? Apapun yang jadi milik gue, juga milik lo. Kerja keras gue ini juga untuk memastikan lo hidup bahagia berkat jerih payah gue nantinya."

Untung saja besok dirinya masuk kerja tidak terlalu pagi. Tetapi tetap saja, hingga jam tiga dini hari pun mata gadis itu masih terbuka lebar. Bahkan, sangat segar.

"Pesona pria kaya raya emang kayak gini, ya?" gumam Arsyilla.

Ia beralih menatap lemari kaca di depannya yang sudah penuh dengan pemberian Radith. Tas mewah, sendal, sepatu, hampir seluruhnya dibelikan olehnya.

"Duitnya sebanyak apa sih? Beneran sekaya itu?" tanya Arsyilla pada dirinya sendiri setelah melihat barang-barang yang diberikan Radith bukanlah barang dengan harga yang terjangkau.

Arsyilla kemudian beralih pada meja dimana ia mengecek kasus-kasus pasiennya. Sudah penuh dengan barang-barang elektronik keluaran terbaru.

Yang juga dibelikan oleh seorang Radithya Sultan Genandra. Ya, tampaknya dirinya harus memanggil cowok itu dengan label 'sultan' sekarang.

Sudah berkali-kali Arsyilla katakan kepada Radith untuk berhenti membelikannya MacBook, IPad, AirPods, iWatch, atau benda elektronik lainnya. Sayangnya sama sekali tak dihiraukan oleh Radith.

"Iseng beliin buat lo. Keliatan bagus."

"Manusia mana sih beliin MacBook karena iseng?" gumam Arsyilla lagi. 

Masih dengan posisi duduk. Ia mengarahkan pandangannya ke seluruh kamar tersebut. Kepalanya mendadak ingin meledak ketika perkataan Radith kembali muncul di kepalanya.

"Beberapa aset dan saham gue, atas nama lo, Syill."

Arsyilla berteriak kencang sembari menarik-narik bantalnya. Rambutnya sudah sangat acak-acakan saat ini. Seperti ODGJ yang lepas dari ruangan.

Sefrustasi itu dirinya. Tampaknya sekarang dalam kamus hidupnya bukan hanya kemiskinan yang membuatnya frustasi, tapi juga kekayaan.

"Gue hibernasi satu minggu juga kayaknya duit gue ngalir terus kalau nikah sama dia." Arsyilla kemudian kembali ke posisi semula dengan rambut yang semakin berantakan.

"Ya, gue tau tuh orang kaya dari zaman SMA. Tapi, kok sekarang rasanya unlimited banget tuh duit. Dia gak judol, kan, ya? Atau beneran pelihara tuyul cangcut putih? Atau ngepet?"

Arsyilla masih bertanya-tanya. Walaupun dia sudah tau bisnis seperti apa yang dimiliki oleh seorang Radithya Genandra. Hanya saja, jiwa mendang-mendingnya tak bisa menerimanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 3 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Niskala Renjana Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang