IDE diluar nalar dari seorang Saggaf Aldebaran memang berhasil membuat semua orang yang diajaknya ke tempat tersebut menyumpah serapah, baik diutarakan secara langsung maupun di dalam hati.
Saggaf tampaknya berhasil mengacaukan hari mereka. Niat hati ingin healing, tampaknya kewarasan mereka lah yang hilang setelah keluar dari tempat menyeramkan sekaligus menyenangkan itu.
"Lo ngapain malah sapa-sapaan sama setannya sih goblok?" tanya Dirga sembari memukul tengkuk Gibran.
"Nambah relasi," jawab Gibran santai.
"Tolol."
Saggaf tertawa pelan sembari merangkul kedua temannya itu. "Gimana? Gimana? Nambah gak relasi lo berdua?"
"Nambah dosa yang ada bego! Ngumpat terus gue di dalam," sewot Dirga.
"Ah itu mah emang lo yang imannya cetek," balas Saggaf santai.
"Gak usah sok iya. Lo juga tadi nangis-nangis di dalam sambil teriak-teriak manggil emak lo yang bahlul," sahut Gibran.
"Otot aja gede. Ditakutin dikit teriak manggil emak," timpal Keysa sembari bersidekap dada memandang Saggaf dan tertawa puas.
"Kalau gak cewek temen gue, udah gue geret lagi lo ke dalam," balas Saggaf yang dihadiahi tatapan mengerikan dari Gavin. "Eits! Santai-santai. Bercanda doang itu, Bro! Just kidding, Brader!" lanjutnya cemas.
Keysa kemudian memandang ekspresi pura-pura ketakutan sembari bergelayut manja di tangan Gavin sembari menunjuk-nunjuk wajah Saggaf. "Dia beneran tau! Ih temenmu itu jahat," adunya.
"Gue patahin kaki lo kalau macem-macem," ancem Gavin sembari memandang sinis Saggaf.
Saggaf menghela nafas pelan mendengar ancaman cowok itu. "Emang, ya, semua orang kalau udah punya pacar suka lupa sama temen! Gue temen lo, Vin. Temen lo. Sohib lo. Konco kental lo!" sewotnya mendramatisir keadaan.
"Ngomong sama batang pisang sono! Alay najis."
Perkataan Gavin itu berhasil membuat Keysa tertawa kencang lalu menjulurkan lidahnya pada Saggaf yang kini mengacungkan jari tengahnya padanya.
"Jari lo kenapa?"
"Ambeien, Vin. Ambeien!" balas Saggaf cepat.
Tampaknya tak puas hanya satu orang yang mendemo Saggaf, Elsya pun datang mendekati cowok itu lalu menjewer kencang telinga Saggaf.
"Lo ini manusia setengah jin atau gimana sih?! Masa tempat ginian lo bilang tempat healing?!" tanya Elsya tak habis pikir.
"Manusia setengah kangkung gue! Puas?" balas Saggaf pasrah.
"Puas," sahut Ravino sembari terkekeh pelan. Ia kemudian menarik pelan tangan Elsya dari telinga Saggaf, takut-takut jika telinga temannya itu putus karena ulah pacarnya yang sedikit ganas.
"Lo semua seriusan ngeroyokin gue bareng pasangan gini? Sopan, kah, kayak gitu ke manusia kayak gue? Sopan?!" tanya Saggaf heboh dihadiahi tatapan malas oleh Joshua dan Maykel.
"Makin bangkotan, makin alay," sahut Joshua santai.
"Gak usah sok muda deh. Beda setahun doang berasa beda berapa abad aja lo sama gue," cibir Saggaf.

KAMU SEDANG MEMBACA
Niskala Renjana
Teen FictionMereka berhasil menjalani hidup dengan baik, mereka berhasil merubah diri menjadi lebih baik, mereka berhasil berkembang menjadi sosok yang lebih bermanfaat, mereka berhasil melalui banyak hal, mereka berhasil menikmati setiap suka dan duka. Radith...