Ezra dan Masa Lalu Chery

223 8 2
                                        


*****

Brumm...

Brumm...

Suara motor Gav memasuki area sekolahnya terdengar, menjadi sorotan anak-anak lain yang juga telah tiba di sekolah. Seorang gadis turun dari jok motor Gav, melepas helmnya kemudian memukul kepala Gav yang masih tertutup helm tersebut.

Bugh!

Setelahnya gadis itu mengeluarkan kalimatnya, diiringi suara ringisan Gav yang juga terdengar. "Udah dibilang gak usah ngebut!"

Begitu ikut melepas helmnya, Gav menampilkan cengiran andalannya, merasa tidak bersalah sudah membawa seseorang bersamanya dengan kecepatan di atas rata-rata.

"Sengaja, biar kamu peluk aku, sih." Jawaban dari Gav nyaris diberi pukulan di kepala lagi, tapi buru-buru Gav mencegahnya. "Santai, sayang. Masih pagi, deh. Udah kdrt aja kamu."

Itu Chery. Gadis yang tadi dibonceng oleh Gav. Chery nyaris melangkah pergi lebih dulu, tapi salah satu tangannya tiba-tiba saja ditarik, kemudian diberi sapuan kecupan ringan.

Cup.

"Kamu ke kelas duluan aja. Aku mau ke kamar mandi dulu, ya." Menyempatkan mengacak rambut Chery sebentar, Gav langsung berlari mencari kamar mandi tanpa melihat bagaimana reaksi Chery setelahnya.

Chery tidak langsung pergi menuju kelas, hanya memperhatikan kemana Gav berlari pergi dengan sorot yang memancarkan ke-bingungan. Ketika Gav sudah tidak terlihat dipandangannya, Chery mengangkat lengannya guna melihat jejak kecupan Gav di punggung tangannya.

"Huh..."

Setelah merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, Chery mulai kembali mengambil langkahnya. Masih pagi, tapi dirinya sudah mendapat energi penyemangat. Chery mencoba mengontrol raut wajahnya agar terlihat acuh seperti biasanya. Walau begitu, rasanya ekspresi shy-shy masih bisa terlihat di wajahnya.

"Eh, ada si lesbi!"

Sebuah kalimat yang terlontar tepat di sampingnya membuatnya menoleh. Suara yang ia kenali. Suara yang selalu Chery dengar sepanjang ia bersekolah saat SMP.

"Ups, nyadar!" Suara lain menyahut begitu Chery menolehkan kepalanya. Memandang sekumpulan perempuan se-usianya.

Raut wajah malu-malu Chery yang disebabkan oleh Gav tadi langsung menghilang dalam sekejap.

Hufftt...

Menghela nafas lelah, Chery hendak melangkah kembali, mencoba mengacuhkan segerombolan 'orang gila' yang berada di dekatnya saat ini.

"Gak ngelak berarti bener, gak, sih? Hahahaha-" Suara kembali menyambut Chery, membuat emosi Chery tersulut. Chery maju, mencengkram kerah baju salah satu perempuan yang barusan bersuara. Mencengkramnya erat, Chery memberi tatapan tajamnya.

Chery belum mengeluarkan suaranya, tak yakin sebuah kata demi katapun akan membuat mereka sadar. Bahwa Chery itu normal. Jelas Chery tidak menyukai perempuan.

"Hahahaha. Selain lesbi, lo itu gila, ya." Namanya Saskia. Itu tertera jelas di bajunya. Teman dekat Chery saat SMP. Yah, walau tidak benar-benar berteman sepanjang SMP. Setidaknya mereka berteman dekat saat kelas 7 dan 8.

"Lo yang gila, brengsek!" Chery memukul kuat kepala Saskia, membuatnya nyaris jatuh tersungkur ke lantai.

Teman-teman Saskia itu langsung menolongnya untuk kembali bangkit. "Saski, kamu gak papa?" "Saski!" "Gwenchana, Saski?" Suara saling bersahutan terdengar, panik menanyakan keadaan Saskia saat ini. Membuat Chery kian muak. Benar-benar muak berhadapan dengan orang-orang menjijikan ini.

I Love You Endlessly Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang