Gina's POV
"Eh...Lu kan..."
"Pagi....Eh, siapa dah nama lu?" Dia bertanya dengan polosnya ke gue.
'Kamvreeett!! Kita sekelas, bonyok!'
"Nama gue Gina, Rivaldo Wijaya! Kita sekelas kali! Masa lu gak tau sih?"
"Kita baru aja perkenalan sehari, mana gue bisa langsung ingat?" Kayaknya gud bisa paham kenapa Wendy bisa benci sama orang ini. Orang ini bener - bener nyebeliiiinn!!
"Pagi, Rivaldo! Udah pemanasan?" tanya Ray.
"Belum, Kapten. Gue pergi pemanasan dulu kalau gitu."
"Ingat, kan, menu latihan kita? Cuma memastikan aja siapa tau lu lupa."
"Gak mungkin lupa juga kali. Lari keliling lapangan 20 kali, push up 100 kali, sama squat jump 100 kali, kan?"
"Lah, katanya ingat, tapi masih tanya juga." kata Ray sweatdrop.
"Kan, cuma memastikan aja, Kapten."
"Jiah, mulai deh plagiat kata - katanya."
"Ih, siapa juga yang plagiat?" sangkal Rivaldo.
"Eh? Emang lu gak?" tanya Ray balik.
"Yah, gak lah Kapten. Dari mana coba gue plagiat?"
"Oh, alau gitu sorry lah ya. Hahaha!"
'Lu polos banget atau memang bego sih, Kapten??!' ujar gue dalam hati.
"Kalau gitu, gue capcus pemanasan dulu, Kapten."
"Ok! Semangat!"
Lalu pergilah si Rivaldo aka Wakil Kapten Basket untuk pemanasan. Terus gue tanya si Ray,
"Dia beneran wakil lu? Kayaknya gak hebat-hebat amat."
"Ih, siapa bilang dia gak hebat? Dia itu kebanggaan sekolah dan yang pertama kali membawa nama sekolah dalam bidang Basket! Dia juga pemain yang pandai bermain strategi dan bisa diandalin. Gue juga iri ama dia, karena dia selalu terlihat calm dan collected. Imut-imut juga hahaha!" cerita Ray panjang kali lebar kali tinggi.
"Eehh....-_-" Bosan mendengar Ray berceloteh tentang Rivaldo, gue hanya mengganggukkan kepala dan langsung pergi ke ruang peralatan buat nyiapin peralatan basket sebelum anggota basket yang lain datang.
-------------------------------------------------------
Wendy's POV
Setelah sampai di sekolah, gue langsung berjalan ke ruang kelas gue. Tiba-tiba si Rivaldo langsung narik kerah baju (belakang) gue.
"Gue ada latihan basket. Lu mau temani gue gak?" tanyanya.
"Ogah. Gak penting." jawab gue singkat, lalu berjalan pergi meninggalkannya.
"Cih, sombong amat." ujarnya.
'Hmph! Biarin! Mendingan gue baca buku aja di perpus daripada gue bosan di kelas.'
Jadi setelah gue ngambil HP dan headset, gue langsung capcus ke perpus, mumpung masih pagi jadi pasti belum ada orang.
Krieet! Saat gue buka pintu masuk perpus, dan seperti yang sudah gue duga, memang belum ada orang, tapi gue liat petugas perpus udah ada disini pagi - pagi buat sekedar mengecek dan menata buku sekaligus mendata buku yang keluar masuk.
Gue berjalan mendekati rak berisi buku-buku yang tebal itu setelah gue mengucapkan salam kepada petugas perpus. Lalu gue memilih salah satu buku yang gue anggap cukup menarik, dan beranjak mencari tempat duduk.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Handsome Model [SLOW UPDATE]
FanfictionWendy Slyvan, seorang model dan sangat menyukai fashion. Oleh karena itu ia selalu tampak berkharisma. Rivaldo Wijaya adalah seorang gamer dan otaku yang tidak pernah mempedulikan penampilannya. Mereka berdua bertemu dan selalu bercekcok. Wendy ingi...