Wendy's POV
Setelah bel berbunyi tanda selesai pelajaran, gue langsung ngacir ke parkiran buat nyari motor gue. Rencananya sih mau pulang cepat buat belajar, tapi ujung-ujung hari ini terpaksa banget harus traktir Gina makan di Pizza Hut. Mana harus ngantar temannya lagi. Haaah... Merepotkan saja...
So, langsung aja gue pulang ke rumah. Mama gue menyambutku di depan rumah seperti biasa.
"Oh,Wendy, kamu udah pulang?"
"Hmm, iya, Ma. Ng, hari ini Wendy ada janji sama teman jalan - jalan. Mama gak usah bikin makan malam ya buatku."
"Oh, kemana?" tanya Mama gue penasaran.
"Gak sih, cuma ke Pizza Hut aja, sekalian jalan-jalan ke mall. Aku mau beli sabun cuci muka."
"Ooh, baiklah. Selamat bersenang - senang!"
"Iya, Wendy mandi dulu." Setelah itu gue langsung masuk ke rumah dan mengambil minuman dingin di kulkas, lalu menuangkannya di mug kesayangan gue. Habis minum air dingin, rasanya plong gitu. Habis itu gue langsung ke kamar mandi.
~~~~~~~~~~~~Time Skip~~~~~~~~~~~
Habis mandi, gue memastikan kalau gue udah cukup ganteng sebelum pergi. Udah biasa kalau misalnya gue ke mana-mana pasti dandan dulu. Yah, dandannya sih gak ribet kayak cewek lah, pake krim muka sama cologne dan sisir rambut biar rapi, udah gitu aja. Simple, gak ribet, dan yang pasti tetap kece.
Setelah siap, gue pamit sama Mama gue dan langsung tancap gas ke rumah Kirana. Ternyata rumahnya gak terlalu jauh dari rumah gue. Cuma beberapa blok dari rumah gue dan gak sampai 10 menit gue udah nyampe di rumahnya. Rumahnya megah dan bergaya western, dibatasi dengan pagar tinggi, dan terdapat sebuah halaman dengan kebun yang cukup luas. Ternyata si Kirana udah nunggu gue di depan pintu, jadi gue gak perlu repot - repot harus bersopan - santun dengan keluarganya.
"Hai, Wendy. Lu datangnya cepet banget."
"Bukannya gue udah terlambat ya?"
"Gak kok. Hehehe...Ng, menurut lu hari ini gue gimana?" katanya sambil memamerkan mini dress berwarna soft pink yang dipakainya.
"Hmm, lu cantik sih dengan mini dress itu. Walaupun gue lebih suka kalau lu menggunakan warna merah atau biru untuk mini dress lu karena lebih selaras dengan warna rambutmu, dan juga terlihat lebih elegan. Selain itu, heels lu juga lebih baik menggunakan warna putih atau kuning sehingga kelihatannya gak terlalu berat dan lebih fresh juga." Gue terangin panjang lebar.
"Hm, lu tau banyak ya tentang hal ini. Seperti professional." Kirana tersenyum ke gue.
"Gue hanya suka fashion." Gue jawab dengan singkat. "Lagipula bukannya lu bakal kesusahan kalau menggunakan mini dress kayak gitu? Soalnya gue gak bawa mobil."
"Begitu? Kalau gitu gue ganti dulu deh. Gue bakal cepat deh, jadi tunggu ya." katanya, lalu berlari masuk rumah.
'Kenapa gak dari tadi aja sih pake baju yang biasa aja? Bikin repot aja.' Akhirnya gue tetap nungguin dia. Gak sampai 5 menit, Kirana udah berganti baju menggunakan celana pendek jeans dan blus berwarna putih.
"Yuk berangkat." Lalu dia naik ke atas motor gue.
"Pegang erat-erat. Kita udah terlambat 5 menit." Gue langsung tancap gas dan Kirana memeluk gue supaya gak jatuh.
~~~~~~~~~~~~Pizza Hut~~~~~~~~~~~~
Sesampainya di Pizza Hut,ternyata Gina udah nunggu kami sambil pesan. Kami lalu menghampirinya.
"Akhirnya datang juga. Lama banget sih. Gue sampai pesan makanan saking lapernya."
"Kami ada sedikit hambatan tadi." jawab Kirana. Sementara gue hanya mengangguk membenarkan pernyataannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Handsome Model [SLOW UPDATE]
Fiksi PenggemarWendy Slyvan, seorang model dan sangat menyukai fashion. Oleh karena itu ia selalu tampak berkharisma. Rivaldo Wijaya adalah seorang gamer dan otaku yang tidak pernah mempedulikan penampilannya. Mereka berdua bertemu dan selalu bercekcok. Wendy ingi...