Chapter 12

4.4K 296 28
                                    

Wendy's POV

Dan hasil yang gue dapat ternyata.......
Cukup memuaskan, nilai gue 98! Setidaknya cuma salah 1 aja sih. Sayang banget! Lalu dengan bangga gue memamerkan kertas ulangan gue ke Rivaldo.

"Hei, Riv! Liat nih, nilai gue 98! Lu berapa?" Dengan sedikit angkuh gue bertanya ke Rivaldo. Dia hanya menatap gue sebentar.

"Kalau misalnya nilai gue lebih tinggi gimana?" tanya Rivaldo balik.

"Kalau emang nilai lu lebih baik, ok gue ngaku kalah. Dan akan gue turuti juga 1 permintaan lu. Lu juga harus melakukan hal yang sama ya? Jangan kabur loh." jawab gue dengan percaya diri.

"Nih.." katanya lalu menyodorkan kertas ulangannya. Gue mengambilnya dan bola mata gue melotot sampai rasanya hampir lepas dari mata gue.

"Se..Seratus?!" Gue gak dapat percaya dengan nilai yang sekarang diperlihatkannya ke gue. Dia dapat nilai perfect. Nilai seratus padahal 15 menit terakhir baru kerja ??!!

"Jadi, lu ngaku kalah gak nih?" tanyanya seolah nyindir gue.

"Ugh!" Terpaksa gue ngaku kalah.
"Ok, gue bakal lakuin perintah lu. So, apa perintah lu?" Supaya gue gak harus lama - lama menunggu permintaannya, jadi lebih baik gue tuntasin sekarang daripada entar dicari - cari. Hiii! (-_-")

"Pulang sekolah nanti....." Rivaldo berhenti sebentar. "Lu ikut gue ke rumah gue, ok?"

Whuuutt??! Ke rumah dia?! Eeeyy, gue lagi gak mau dekat - dekat dengannya pliiiss. Tapi taruhan tetaplah taruhan, jadi gue menjawab dengan mantap.

"Ok. Tapi jangan aneh - aneh ya?"

"Pastinya. Tapi lu juga jangan kabur yah? Pulsek langsung ikut gue ke parkiran mobil." Setelah Rivaldo ngomong seperti itu, gue kembali ke tempat duduk gue dengan sedikit kecewa.

"Gina, ikut galau dong. Masa galau gak ngajak - ngajak?" Lalu duduk di sebelahnya dan menangkupkan kepala gue di kedua lengan gue.

"Dimana - mana itu yah, kalau lagi seneng baru ajak senang - senang! Masa galau ngajak - ngajak? Kalau lu galau, gue gak mau yah diajak."

"Jutek amat sih (-3-). Kita kan, sahabat. Masa gue sama - sama ngajak galau gak mau." Yah sudahlah, gue galau sendiri saja. (T_T) Nasib jomblo.

=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*

Akhirnya pulsek juga! Waktu yang paling dinanti - nantikan anak sekolah! Tapi gue lagi gak senang dengan yang namanya pulsek! Gimana gak, pulsek gue mesti ke rumah Rivaldo. Mana berduaan lagi! Tak sanggup hati edek, bang! #lebay #eh, gue bukan cewek!

Setelah membereskan buku - buku, gue melangkah dengan lunglai keluar kelas. Gina dengan semangatnya menepok punggung gue. #rupanya udah gak jutek lagi

"Euy, Wen! Pulang bareng yuk?"

"Adooh! Sakit bener mukul orang. Jadi cewek feminin dikit napa?"

"Eeeyy! Lu kenapa sih? Lagi dapet?" tanya Gina blak - blakan.

"Mulut tuh dikunci napa. (-_-") Main ceplas - ceplos aja lu. Emang cowok bisa dapet?"

"Yah, mana bisa?? Aduh, Wendy gue tercinta, kenapa sih lu bego banget?"

".......(-_-")" Tak sanggup gue menjawab, kalau dilanjutkan mungkin gue bakal meledak - ledak disana. Jadi gue biarin aja Gina dan gue kembali melanjutkan perjalanan gue yang sempat tertunda.

Ternyata Rivaldo udah menunggu gue di parkiran mobil. Mungkin udah lama malah, liat aja mukanya kusut banget kayak perlu disetrika.

"Lama banget lu, Wen? Gak bisa liat waktu apa?" tanyanya dengan sedikit kesal. Diam - diam gue ketawa senang (dalam hati) kalau gue berhasil bikin dia marah.

My Handsome Model [SLOW UPDATE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang