14 || Mangga hasil curian.

786 47 0
                                        

Cuaca pagi ini sangatlah dingin yang membuat tujuh anak remaja itu enggan untuk menyentuh air, setelah subuhan, mereka kembali bertempur dengan selimutnya masing-masing. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan, namun mereka masih tenggelam di alam mimpinya.

Dikamar satu tepatnya kamar Melvin, terlihat dirinya yang masih setia memeluk gulingnya pun mulai terasa terganggu dengan cahaya matahari yang menerobos masuk menembus jendela kamarnya.

Melvin mengerjapkan matanya berkali-kali mencoba untuk menyesuaikannya dengan cahaya matahari. Ia sedikit merenggangkan tubuhnya lalu melirik jam yang berdiri diatas meja belajarnya.

"Dingin, tapi panas." Gumamnya, lalu beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.

Tak lama kemudian, Melvin kembali keluar dari kamar mandi lengkap dengan handuk kecil yang mengusak rambut hitam kecoklatan-nya.

"Tumben sepi, masih pada tidur kah?." Monolognya bertanya, lalu ia keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar lainnya satu-persatu.

Kamar kedua atau lebih tepatnya, kamar Renjana dan Jovan. Melvin mengetuk pintu kamar itu, tak lama kemudian si pemilik kamar membukanya dengan mata yang masih enggan untuk dibuka.

"Kenapa, Bang?." Itu adalah Renjana, membangunkannya bukanlah hal yang sulit bagi Melvin dkk.

"Bangun, udah hampir siang." Ucap Melvin lalu mengusak rambut Renjana.

"Masih ngantuk? Hm? Mandi gih biar seger." Lanjutnya, dan Renjana pun mengangguk pelan.

"Dah sana, tuh bangunin Jovan." Titahnya.

"Iya, Bang." Ucap Renjana.

Melihat Renjana yang kembali masuk ke kamarnya, Melvin langsung bergeser ke kamar ketiga atau kamar Naka dan Harsa.

Tok! Tok!

"Na? Bangun!." Ucap Melvin.

Naka itu satu spesies dengan Renjana kalau kata Harsa. Naka itu mudah untuk dibangunkan, maka dari itu, yang Melvin sebut adalah nama Naka. Karena namanya adalah sebuah mantra untuk membangunkannya.

"Sendiri, Bang?." Tanya Naka yang hanya melihat Melvin ketika ia membuka pintu kamarnya.

"Iya nih, ayo bangun, temenin Abang." Jawab Melvin.

"Oke, tapi bentar ya? Mau mandi dulu." Ucap Naka.

"Sip! Sekalian bangunin Harsa."

"Oke."

Terakhir, Melvin mengetuk pintu kamar terakhir yang isinya adalah kedua anak bontot di kost-an ini. Leo dan Gevin.

"Bakal rada sudah nih." Gumamnya lalu mengetuk pintu kamar itu.

"Leo!! Gevin!! Bangun, Dek!!! Ayo bangun!!." Ucap Melvin sedikit meninggikan suaranya, namun tak ada tanda-tanda jika si pemilik kamar sudah terbangun.

"LEO, GEVIN!!!." Teriak Melvin.

"APA?!!." Sahut keduanya didalam sana.

"Bangun!!." Ucap Melvin.

"Bikin kaget aja ah!!." Gerutu Leo.

Cklek!

Melvin menoleh ke sumber suara dan itu adalah Naka yang baru saja keluar dari kamarnya, lalu disusul oleh Renjana yang juga baru keluar dari kamarnya.

"Yang lain mana?." Tanya Melvin.

"Si Harsa lagi mandi." Jawab Naka.

"Jovan lagi ngaca." Jawab Renjana.

Our Home (√) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang