Parkir sekolah sudah dipenuhi oleh berbagai kendaraan. Saat ini, Jovan tengah kebingungan mencari tempat yang kosong untuk memarkirkan mobilnya.
"Masukin aja, nanti parkirnya di parkiran khusus guru aja gak papa." Usul Renjana.
"Murid gak boleh parkir di sana anjir." Ucap Jovan.
"Dari pada ngalangin jalan gini. Udah lah, gak papa." Ucap Renjana.
"Iya, Bang. Kita udah telat ini." Timbal Leo.
"Ya udah, iya."
Dan Jovan pun kembali mengendarai mobilnya untuk diparkiran di tempat parkir khusus guru. Setelah sampai, Jovan benar-benar memarkirkan di sana.
"Yuk!." Ajaknya.
Keempatnya pun mulai memasuki gedung sekolah yang dijadikan tempat untuk kelulusan kelas dua belas. Di kursi orang tua dan wali murid sudah terdapat orang tua mereka kecuali orang tua Gevin.
"Semangat." Ucap Leo seraya mengusap bahu Gevin.
"Gue semangat kok." Ucap Gevin.
"Halah, pengen nampol gue lihatnya!." Sahut Leo dan Gevin pun terkekeh.
"Acaranya udah di mulai?." Tanya Jovan pada Geo -teman sekelasnya.
"Udah, dari tadi malah." Jawabnya.
"Oke."
Acara kelulusan memang sudah dimulai tepat pukul tujuh tiga puluh, dan mereka datang pukul delapan lebih dua puluh. Acara penyambutan sudah selesai sebelum mereka datang, dan kini mereka sedang menyaksikan penampilan dari ekstrakurikuler seni dan panen karya.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh, dan acara sudah berlanjut ke panen karya. Banyak sekali karya seni yang kelas dua belas hasilkan, salah satunya lukisan Renjana.
"Ini adalah karya seni yang anak-anak kelas dua belas hasilkan." Ucap Bu Rima selaku pembina ekstrakurikuler seni.
Dan layar pun menayangkan bagaimana kelas dua belas mengerjakan karya mereka. Di sana, terlihat Renjana yang sedang mencampur warna dan mulai menciptakan karya indahnya.
Di layar itu menunjukkan seorang gadis yang dengan sengaja mengintip kanvas Renjana yang membuat sang empunya berdesis kesal. Dan tawa pun terdengar dari penonton.
"Galak banget, Bang." Cibir Leo terkekeh.
Tepat pukul sebelas, acara sudah berganti dan semua yang hadir di sana, kini menyaksikan penampilan dari ekstrakurikuler band yang diketuai oleh Melvin dan diwakili oleh Harsa.
"Hallo semuanya. Perkenalkan kami Zerous dari ekskul band yang akan menghibur kalian semua. Sebelumnya perkenalkan saya Hema, sebagai vokal disini. Band kami diketuai oleh Melvin Letnan pada tahun dua ribu dua puluh dua hingga saat ini. Ketua kami, tiga minggu yang lalu sudah dipanggil mendahului kita semua. Belum genap satu bulan, Melvin pergi untuk selamanya. Saya masih ingat betul, setelah selesai ujian hari ketiga, saya bertukar sorai dengannya."
"Saya masih ingat, senyumnya begitu tulus waktu itu. Sepanjang jalan menuju tempat latihan, saya bertanya. 'Tumben senyum terus, biasanya juga jutek. Kenapa? Lagi seneng ya?' dan dia menjawab. 'Perasaan gue gak enak, kayak pengen cepet-cepet pulang aja.' dan di sana saya tertawa, 'perasaan gak enak kok senyum.' ucap saya waktu itu. Dia tertawa. Dan ternyata hari itu adalah hari terakhir kita bertemu."
"Zerous adalah nama band yang dua tahun lalu di celetukan oleh wakil ketua band kami, Aksara Harsa Adik dari Melvin. Anak ceria dan si pembawa aura positif, itu julukannya di band kami. Kini, si pembuat nama itu sudah pergi satu tahun yang lalu, tepatnya tanggal dua puluh maret dua ribu dua puluh empat. Kepergiannya sungguh meredupkan cahaya di band kami."
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Home (√)
Teen FictionKatanya.. Orang asing akan menjadi keluarga, dan keluarga akan menjadi asing. Itu ternyata memang bener adanya. Kami adalah 7 mimpi yang berusaha untuk bangkit dan berdiri di kaki kami sendiri. Di bawah derasnya air hujan, kami tertawa guna menutupi...
