"Tentang sebuah harapan yang menginginkan kebahagiaan."
-Aksara Harsa Anantara.
Happy Reading..
Dua hari telah berlalu namun Harsa belum juga kembali, remaja itu masih berada di kampung halamannya membiarkan keheningan menguasai kost-an. Naka terus termenung di ruang tengah dengan sebuah ponsel yang tak pernah jauh dari genggamannya, ia masih menunggu kabar dari Harsa. Sudah dua hari lamanya Harsa di sana, namun anak itu belum juga memberi kabar kepada yang lain.
"Lo lagi ngapain di sana, Sa? Seru banget ya, sampe lo lupa buat ngabarin kita?." Monolognya bertanya.
"Na.. Asa bukan lupa, tapi mungkin hpnya abis batre dan dia lupa gak charger. Kebiasaan dia 'kan gitu." Ucap Renjana yang bergabung di ruang tengah.
"Ya tapi 'kan- ada yang nelpon tuh." Ucap Naka ketika ada yang menghubungi Renjana.
"Asa!." Serunya.
"Serius?! Angkat." Seakan mendapatkan semangatnya kembali, Naka dengan matanya yang berbinar itu seketika memutar tubuhnya untuk menatap Renjana yang duduk di sampingnya. Renjana yang melihat perubahan dari wajah Naka pun segera menerima panggilan itu.
"Ass-"
"Asa!! Lo gak papa 'kan? Kok gak ngabarin kita? Sombong banget mentang-mentang pulang." Kesal Renjana tanpa aba-aba membuat Harsa tersentak kaget.
"Kaget gue anjing! Salam dulu goblok!." Ucap Harsa dari seberang sana.
"Oh iya, Assalamu'alaikum." Ucap Renjana mengulangi.
"Tah kitu, Wa'alaikumsalam." Terlihat dari sebuah layar kaca, Harsa tersenyum seraya menatap keduanya.
"Jawab!!." Ucap Naka menuntut jawaban dengan tegas.
"Iya iya, ini juga mau dijawab. Gue gak papa kok, maaf hp gue lowbat dan lupa ngecharger, hehe." Jawab Harsa cengengesan, wajahnya terlihat begitu berseri membuat Naka dan Renjana yang menatapnya tak mampu menghilangkan lengkungan indah di wajah keduanya.
"Kan, apa kata gue? Nih anak emang bener-bener ya! Awas lo, balik nanti gue omelin lo." Gerutu Renjana geregetan.
"Belum juga balik, gue udah di omelin sama lo." Balas Harsa menatap Renjana kesal.
"Jangan lama-lama di sananya, kost-an sepi kalo gak ada lo." Ungkap Renjana lalu kembali terkekeh.
"Gue emang seberpangaruh itu." Ucap Harsa dengan begitu menyebalkan.
"Serah." Lelah Renjana yang membuat Harsa kembali tergelak.
"Gimana?." Tanya Naka, Harsa yang mengerti pun langsung nyambung dengan pertanyaan Naka.
"Aman kok, mungkin udah berubah." Jawab Harsa, terdengar sebuah kelegaan dalam suara Harsa membuat mereka merasa tenang seketika.
"Syukurlah."
"Aksa!! Makan dulu sini!."
"Iya Bun!! Sebentar!." Sahut Harsa sedikit berteriak.
"Udah dulu ya? Gue mau makan, bye see you love you!."
Tut!
"Eumm punya Bunda sekarang." Cibir Renjana ketika Harsa mematikan sambungan itu secara sepihak.
"Udah lah, yang penting Asa baik-baik aja." Ucap Naka.
"Yang lain kemana?." Tanya Renjana yang baru menyadari bahwa didalam kost-an itu hanya tinggal mereka berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Home (√)
Teen FictionKatanya.. Orang asing akan menjadi keluarga, dan keluarga akan menjadi asing. Itu ternyata memang bener adanya. Kami adalah 7 mimpi yang berusaha untuk bangkit dan berdiri di kaki kami sendiri. Di bawah derasnya air hujan, kami tertawa guna menutupi...
