50 || Titip.

206 17 0
                                        

Hari ini Renjana mengerjakan soal soalnya dengan mudah karena dirinya sudah mempelajari ulang pelajarannya bersama Melvin tadi malam. Saat ini, mereka sedang bersantai di kantin dengan beberapa jenis makanan yang terdapat diatas meja. Suara canda tawa begitu riang terdengar di sana, bersama Melvin yang tengah bercerita mengenai persiapan anggota band-nya kemarin sehingga dirinya harus pulang pukul delapan malam.

"Terus lo gimana, Ren?." Tanya Jovan penasaran dengan cerita Renjana.

"Gak gimana-gimana. Gue mah santai, tinggal nentuin ide buat ngelukis sama penataan dekor aja." Ucap Renjana.

"Eh, gue jadi kepikiran." Ucap Melvin menggantung.

"Apa tuh?." Tanya keempatnya serempak.

"Gimana kalo pas udah kelulusan, kita liburan buat ngerayain kebersamaan kita yang ketujuh tahun?." Usul Melvin.

"Boleh tuh, pasti seru." Ucap Leo setuju.

"Berlima?." Tanya Renjana hati-hati.

"Bertujuh. Kita gak pernah berkurang, dan akan selamanya bertujuh." Jawab Melvin tersenyum.

"Gimana?." Lanjutnya bertanya.

"Setuju!." Seru keempatnya.

"Tapi kemana? Atau mau liburan ke Bali aja?." Tanya Leo menawari.

"Boleh juga." Ucap Melvin disetujui yang lain.

"Oke sip." Ucap Leo.

Tak terasa waktu terus berputar dan bel tanda pembelajaran telah berakhir pun terdengar. Siswa-siswi mulai berhamburan meninggalkan kelas mereka dan kembali ke rumahnya masing-masing. Melvin dkk kini sedang berkumpul diparkiran, mereka masih melanjutkan rencana liburan kelulusan yang akan dilaksanakan di kota Bali. Kota kelahiran Leo.

"Soal tiket mah gampang. Nanti biar jadi urusan gue." Ucap Leo seraya menyeruput susu kotak.

"Oke kalo gitu. Berarti kita cukup packing aja dan bawa barang secukupnya." Ucap Melvin.

"Emang berapa lama?." Tanya Gevin.

"Gak tau. Gimana nantinya aja." Jawab Jovan.

"Gue mah ngikut aja, tapi kalo bisa jangan lama-lama. Gue gak mau telat buat setor bunga." Ucap Renjana yang sedari tadi menyimak.

"Kalo gitu berarti dua hari. Kelulusan kita hari selasa kan? Berarti rabu kita liburan, kamis malam kita pulang jadi pas hari jumat kita udah di Jakarta." Usul Leo.

"Boleh. Gue setuju." Ucap Melvin yang dianggukki Adik-adiknya.

"Ya udah kalo gitu. Sana pulang, udah sore. Gue mau latihan." Lanjut Melvin.

"Pulangnya?." Tanya Renjana.

"Jam tujuh gue udah pulang kok." Jawab Melvin tersenyum.

"Oke. Hati-hati pulangnya, semangat latihannya." Ucap Jovan.

Melvin mengangguk. "Gue titip anak-anak, kapten." Ucap Melvin.

"Siap, leader!." Sahut Jovan.

"Oke. Hati-hati pulangnya kalian, jangan mampir mampir dulu langsung pulang pokoknya, kalo udah nyampe langsung bersih-bersih diri, kalo mau masak gak usah beli masih ada yang kemarin juga." Ucap Melvin.

"Iyaa Abangg." Dan Melvin pun terkekeh mendengar sahutan dari keempat Adiknya.

Melvin menatap Adik-adiknya yang mulai menghilang dari pandangannya itu dengan sendu dan senyum tipis terukir di sana. Ia sangat senang dan bersyukur karena menemukan mereka didalam kehidupannya. Ia benar-benar tak menyangka bahwa dirinya bisa sedekat itu dengan mereka, dan entah kenapa saat ini ia merasa seakan jauh dengan Adik-adiknya itu. Maka dari itu, dirinya mengajak keempat Adiknya untuk berlibur bersama guna kembali mendekatkan rasa jauh didalam hatinya.

Our Home (√) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang