53 || Cita-cita.

191 17 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


•┈┈┈•┈┈┈•┈┈┈

Kelulusan hanya tinggal hitungan jari dan setelah melaksanakan ujian, kelas dua belas di liburkan selama satu minggu. Seluruh siswa-siswi lulus tanpa terkecuali dengan nilai yang memuaskan untuk hasil kerja keras mereka selama tiga tahun. Sekolah akan melaksanakan pesta perpisahan untuk merayakan hari kelulusan kelas teratas di sekolah itu.

Siang ini hanya ada Jovan, Leo dan Gevin saja, karena Renjana akan melaksanakan tugasnya sebagai pengatur dekorasi. Tak lama kemudian, ketiga Abang kost itu berkunjung untuk menemani tiga remaja di kost-an-nya.

"Renjana pulang kapan?." Tanya Tio memecahkan keheningan.

"Eum.. Gak tau, tapi paling nanti sore juga pulang." Jawab Jovan lalu kembali fokus pada ponselnya.

"Kalian mau lanjut kuliah?." Tanya Agam.

"InsyaAllah, kalo ke umuran." Jawab Jovan.

"Kalian mau ngambil jurusan apa kalo kuliah nanti?." Tanya Satria kali ini.

"Sipil." Jawab Leo tanpa ragu.

"Gue mau jadi tentara sih." Sahut Jovan, ketiganya mengangguk pelan sebagai respon.

"Kalo Gevin?." Tanya Tio.

Tampaknya, anak itu masih bimbang dalam memilih fakultas.

"Kalo gue mau jadi Dokter, kira-kira bisa gak?." Tanya Gevin ragu.

"Bisa!." Jawab Leo semangat.

"Eh, tapi kan cita-cita lo pengen jadi polisi. Kok malah belok ke Dokter?." Lanjut Leo bertanya.

"Gak papa." Dan Leo pun tersenyum ketika mendengar jawaban Gevin.

"Vin. Lo harus jadi apa yang lo mau, jadi Dokter bukan cita-cita lo. Yakin?." Tanya Leo ragu.

"Kalo gue bilang gue yakin?."

"Gue dukung keputusan lo." Ucap Leo tersenyum.

"Lagi pada ngapain nih?." Tanya seseorang yang baru saja datang.

"Kok udah pulang, Ren?." Tanya Jovan pada Renjana.

"Emang gak boleh?." Tanya Renjana.

"Enggak, bukan gitu. Kan tadi lo bilang bakal pulang sore." Jawab Jovan yang membuat Renjana tertawa.

"Santai aja kali, itu mukanya sampe panik gitu. Gue gak makan orang, btw." Ucap Renjana tertawa.

"Enggak, bukan gitu. Gue cuman.. Akh." Jovan kehabisan kata-kata. Jujur saja, Jovan memang takut pada Renjana.

Lagi dan lagi Renjana dibuat tertawa oleh tingkah Jovan. Karena gemas, akhirnya anak itu memeluk sang Adik.

"Ulululu, gemesh banget. Adek ciapa ci ini." Ucap Renjana yang menggempur Jovan dengan pelukannya.

Our Home (√) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang