•| jika kita sudah berani mencintai seseorang, berarti kita juga sudah harus berani merelakan seseorang.
Bukan hal yang mudah untuk keluar dari kehidupan masa lalu, kisah, waktu, momen, mungkin terlihat sangat indah untuk seseorang yang mempunyai m...
Hi? AHAHAHAHAH, udah lama ga up karna belum kepikiran lagi, sekarang ada waktu buat lanjutin, so jangan lupa buat vote dulu sebelumnya baca, terimakasih!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara rintik sehabis hujan menemani dua lawan janis yang sekarang tengah saling berhadapan di teras rumah, Andrea menoleh ke belakang seraya melihat suasana pagi yang cukup tenang, udara segar dan angin yang menerpa tipis tipis. Beralih gadis itu kembali menatap Dewa dengan senyuman kecil.
"Serius?" Tanya Dewa.
Tentu Andrea mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan laki-laki itu. "Iya, gue gamau terlalu banyak ngerepotin lo Sa. Gue juga udah sewa apartemen buat tinggal sementara."
"Kebetulan masih ada sisa tabungan gue sehabis bikin usaha kemarin." Lanjut Andrea.
"mau gua anterin? padahal gua sama sekali ngga ngerasa kerepotan, ami seneng ada lu disini, apa lagi Belva." Jawab Dewa.
Gelengan membuat Dewa paham saat itu, ia memutuskan untuk pergi dari rumah Dewa, karna merasa tidak enak oleh keluarga nya, walau mereka sama sekali tidak merasa direpotkan, tapi Andrea sadar diri.
"Gausah, makasih ya? Gue pergi."
Andrea memutar tubuh nya menghampiri mobil yang sekarang sudah terpakir didepan rumah Dewa, "lu ada masalah sama Avrian?"
Langkah nya terhenti sesaat mendengar pertanyaan itu, Andrea menoleh. "Engga, gue baik baik aja sama dia."
"Gue gaperlu berharap buat dibantu sama dia Sa, gue pergi ya? Sekali lagi makasih." Setelah mengucapkan itu, Andrea memilih masuk kedalam mobil nya, ia menghela nafas pelan saat sudah di dalam mobil, sebelum pulang, Dewa pergi ke tempat tadi malam untuk mengambil mobil milik nya kemudian membetulkan beberapa yang rusak.
Hingga, gadis itu bisa memakainya sekarang, perihal Avrian, apakah disaat ada masalah seperti ini, Andrea harus bergantung padanya? Seolah-olah Andrea tidak bisa menyelesaikan nya. Andrea tidak menginginkan itu. Persetan apapun tentang Avrian, Andrea memutuskan untuk pergi dari perkarangan rumah Sadewa. Menuju pemakaman ayah nya sekarang, Andrea ingin menyampaikan sesuatu untuk beliau, suasana jakarta hari ini tenang, ditambah sehabis hujan, udara terasa lebih sejuk dari sebelumnya.
Hingga beberapa menit, mobil itu sudah terpakir ditempat yang sudah diharuskan, Andrea turun dengan hati hati karna takut tergelincir nanti nya, sepi, sunyi, itu yang dirasakan oleh Andrea sekarang, tapi itu tak membuatnya takut sama sekali, mau seberapa besar rasa kecewa yang dialami Andrea sekarang, tapi gadis itu tetap menyayangi ayah dan juga mama nya.
Walau mereka bukanlah orang tua kandungnya. Gadis itu merendahkan tubuh nya seraya jongkok menatap nisan yang sekarang sudah ada dihadapan nya, tangan nya terulur buat mengusap kotoran yang menghalangi kemudian terdiam sesaat.