•| jika kita sudah berani mencintai seseorang, berarti kita juga sudah harus berani merelakan seseorang.
Bukan hal yang mudah untuk keluar dari kehidupan masa lalu, kisah, waktu, momen, mungkin terlihat sangat indah untuk seseorang yang mempunyai m...
heyyoo, ketemu lagi kita. Seperti biasa jangan lupa vote sebelum baca, thankyou.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah memutuskan untuk membuat acara kecil kecilan di rumah nya, Sekarang Avrian tengah membereskan beberapa daerah rumah yang sedikit berantakan. karna pagi ini juga bunda nya sudah boleh dibawa pulang ke rumah, hal yang memang sedari dulu Avrian tunggu. Awalnya laki-laki itu sempat pesimis. Berfikir bahwa bunda nya tidak akan pernah sembuh. Tapi semesta berkata lain, bunda nya sembuh dari trauma yang hampir membuat dirinya juga merasa sangat benci dengan papa nya hingga akhirnya sedikit mempunyai rasa dendam yang semakin lama semakin besar sesaat ia melihat keadaan bunda nya dirumah sakit jiwa.
walaupun membutuhkan waktu bertahun tahun, tapi tidak apa. Avrian selalu menunggu bunda nya untuk sembuh. Dan hasil tungguan nya itu berbuah sekarang. Momen momen dimana Avrian selalu melihat keterpurukan bunda nya ditempat itu. Selalu, masa lalu itu berputar jelas dalam benak nya. Tentu, sebagai seorang anak laki-laki, Avrian merasa tidak terima dengan perlakuan bajingan dari papa nya.
drrrtt drrrtt
"halo?"
"halo mas Avrian, saya suster Aurel. Ibu Diandra udah bisa di jemput sekarang, beliau juga udah ngga sabar mau ketemu sama mas."
"ohh oke, nanti gua jemput."
"sekarang lagi beberes rumah sama kamar nya bunda, tolong bilangin gua otw nya 20 menitan lagi."
"siap mas, nanti saya sampaikan, yaudah saya tutup telpon nya."
Setelah terdengar suara balasan dari seberang, telefon pun terputus. Avrian kembali meletakkan handphone nya di atas meja kemudian tangan nya ngeraih bedcover kasur untuk menggantikan bedcover lama. Agar sesaat bunda nya sampai, beliau langsung bisa istirahat. Masalah untuk bakar bakar, Avrian sengaja tidak memberitahu Diandra, karna ini salah satu kejutan kecil untuk merayakan kesembuhan sang bunda.
Setelah kegiatan tadi selesai, Avrian membenarkan selimut juga tataan bantal agar terlihat rapih. Laki-laki itu beranjak dari kamar bunda nya untuk melakukan kegiatan lain. Karna selama dirumah, Avrian sedikit tidak teratur, baik dalam makan, jam tidur, atau kegiatan nya dirumah.
terhitung menit terus berjalan hingga Avrian sekarang telah menyelesaikan tugas nya, laki-laki itu memilih keluar dari kamar bunda nya untuk duduk disofa ruang tamu dengan helaan nafas pelan. Tangan nya merogoh handphone yang berada di saku celana nya kemudian mengirimkan pesan ke seseorang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.