21| Eruna disini?

6 1 0
                                        

Cuyy, udah lama juga yaa ngga up? Hehe, hampir gada wktuu buat lanjutin, tapi tetep konsisten buat di endingin. So jangan lupa buat vote dulu sebelum baca, terimakasih!

Suasana berkabung tentu masih terus mengelilingi Andrea sekarang, terlebih orang yang sangat ia sayangin benar benar pergi selama nya, rasa kecewa nya masih ada, Tapi Andrea memilih untuk berdamai dengan keadaan, melupakan semua yang sudah ia keta...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suasana berkabung tentu masih terus mengelilingi Andrea sekarang, terlebih orang yang sangat ia sayangin benar benar pergi selama nya, rasa kecewa nya masih ada, Tapi Andrea memilih untuk berdamai dengan keadaan, melupakan semua yang sudah ia ketahui sekarang,  Andrea ingin tenang, Andrea ingin menghirup nafas sejenak. Puing puing yang runtuh itu belum Andrea benahi.

Masih kacau dan berantakan, gadis itu butuh waktu untuk membenarkan semua yang sudah hancur, membenarkan yang sudah hancur sulit bukan? Ia belum menemukan jalan keluar nya, Andrea masih terjebak di situasi yang sangat membuatnya benci dengan diri sendiri.

Hal yang sudah terjadi sekarang adalah salah satu rencana semesta, rencana semesta yang berhasil membuat Andrea ingin menyerah. Tapi semua itu disangkal dengan sangat keras, Andrea ingin menemukan keadilan disini, terutama masalah toko yang kebakaran. Dan hal hal yang belum ada jawaban nya.

Gadis itu ingin pergi jauh untuk menemukan semua yang Andrea cari selama ini, membela diri nya sendiri yang memang tidak salah. Ia akan mengusut tuntas masalah kebakaran ini, mencari tau siapa dalang dari semua permasalahan ini. Andrea akan datang untuk panggilan polisi. Dan mencoba keluar dari masalah satu persatu dengan cara yang tenang.

Hari ini, Andrea memutuskan untuk masuk ke kampus, walaupun Andrea di izinkan untuk libur beberapa saat karna masalah keluarga nya, tapi gadis itu ingin beranjak dari hal yang membuat nya terus terusan merasa sedih. Dengan itu Andrea pergi ke kampus untuk melupakan semua sejenak, walau pada akhirnya pikiran itu datang lagi menghantui, tapi setidaknya Andrea tenang sesaat.

Bugh!

"Ngapain si bengong masih pagi? mikirin masalah kebakaran ya? Gue turut berdukacita atas ayah lo yang meninggal." Ucap Kristal.

Andrea terdiam dengan pandangan yang tenang, sesekali ia melirik ke arah dua teman teman kristal, tubuh gadis itu sedikit melangkah ke belakang sesaat Kristal mendekat ke arah nya. "Lo pantes dapetin itu semua, karma dari gue. Andrea."

Bruuhh!

"Maksud lo?" Tanya Andrea, ia mendorong pelan tubuh Kristal hingga kembali sedikit berjarak.

Kristal menggedik bahu nya dengan tatapan yang sama sekali Andrea tidak ketahui apa arti nya. "Nope, good luck. Semoga lo bisa lewatin apapun masalah yang terjadi di kehidupan lo."

Setelah mengucapkan itu Kristal langsung pergi. Andrea sudah mengepalkan tangan nya sedari tadi. Mencoba untuk mengontrol emosi yang belakangan ini sulit untuk dikendalikan. Tenggorokan nya terasa mencekat. Suasana masih sensitif untuk membahas soal kematian ayah nya.

Gadis itu menghela nafas pelan seraya kembali melanjutkan langkah nya menuju kelas, tapi baru beberapa langkah lengan terasa ditarik bersamaan dengan tubuhnya yang berbalik.

Andrea. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang