23| setengah hasil penyelidikan

7 2 0
                                        

heyyoo, otak lagi lancar buat atur strategi hehe. gimana puasa kalian? aman aman aja?? soo sebelum baca jangan lupa klik vote yaa!

 gimana puasa kalian? aman aman aja?? soo sebelum baca jangan lupa klik vote yaa!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"saya sudah bertemu dengan supir yang membawa perempuan itu, dan katanya. beliau mengantarkan ke daerah perumahan mariposa, jalan merpati 4."

Suasana yang tadinya santai seketika terasa seperti dingin mendadak, alamat itu... jelas alamat yang sangat Andrea kenali. ia berusaha untuk menyangkal semua pikiran yang menunjukkan ke arah sahabatnya, Eruna. tapi dari bukti dan alamat yang polisi dapatkan, sama sekali tidak bisa menghapus apa yang sekarang ia pikirkan.

"tapi, beliau tau membawa siapa pak?" Tanya Andrea untuk memastikan. Sayangnya polisi langsung menggeleng setelah mendengar pertanyaan Andrea.

"karna perempuan itu memberhentikan beliau ditengah jalan, bukan memesan lewat aplikasi. Simple nya, beliau mengambil penumpang dijalan, dan penumpang nya adalah perempuan itu."

Andrea menghela nafas pelan, gadis itu mengusap wajah nya sembari menyenderkan punggung nya di sandaran kursi. "tapi, apakah bapak bisa menyelidiki perempuan itu lebih jauh?"

"saya usahakan yang terbaik."

Setelah perbincangan singkat itu selesai, akhirnya Andrea mengangguk menyetujui, biarkanlah ini berjalan seperti alur nya, Andrea hanya bisa menunggu untuk tau siapa dalang dari semua akar permasalahan nya ini. Mungkin iya, Andrea sudah melupakan permasalahan soal kue nya waktu itu, tapi kali ini bukanlah hal yang sepeleh. karna menyangkut soal nyawa ayah nya.

Terlepas dari itu semua, Andrea tidak bisa selalu mengandalkan polisi. Sepertinya ia harus menyuruh orang lain yang memang ahli dalam bidang penyelidikan, agar proses nya berjalan lebih cepat.

Setelah urusan nya selesai, Andrea beranjak dari kursi besi dingin itu dengan tangan yang merogoh ponsel dari dalam tas nya. Jemari jemari itu mencari nomor yang sudah jarang ia hubungi.

"halo?"

"halo?"

"om Darrel, bisa bantu Andrea?"

"Andrea? serius ini nona? anda tidak ingin pulang kerumah? Nyonya mengkhawatirkan nona sekarang."

"om? Jawab pertanyaan Andrea dulu."

"Bisa bantu Andrea?"

"sure, apa itu?"

"mungkin om udah tau sama apa yang terjadi sama ayah, dan kebakaran toko Andrea, Andrea mau om selidiki semua ini sampe nemuin siapa dalang nya."

"karna, kalo nunggu penyelidikan polisi kayanya bakal lama nunggu hasil nya."

"saya juga awalnya ingin menyelidiki ini, tapi nyonya melarang saya. agar kasus ini cepat selesai tanpa menimbulkan kericuhan lagi."

"saya mau om selidiki ini, bisa? mungkin iya saya sekarang ikhlas atas kepergian ayah. tapi tolong, didunia ini ada peraturan juga hukum. biarin dia ngerasain hukuman sama apa yang udah diperbuat. ini bukan soal kebakaran aja, tapi nyawa om."

Andrea. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang