Pukul 20.00
Regan dan Acha menghampiri Aira yang tengah memejamkan mata. Mendengar langkah kaki, Aira membuka matanya.
"Gimana, Baby?" tanya Regan membuat Aira muak dan khawatir sekaligus.
"Udah siap?" lanjutnya.
Aira diam.
Seringai di wajah Regan terlihat. Ia melepaskan ikatan tangan Aira. Sementara Acha melepaskan ikatan kakinya.
Tanpa mereka duga, ketika ikatannya dilepas, kaki Aira langsung menendang Acha sampai Acha tersungkur.
Sementara tangannya langsung memukul wajah Regan sampai berdarah.
Bug!
"Argh!"
Aira langsung bergegas pergi dengan langkah tertatih.
"Ya Allah hamba mohon tolong hamba."
"La haula wala quwwata illa billah."
Regan segera bangun. Sedangkan Acha kesakitan. Ia tidak pernah dipukul sedemikian rupa. Maksudnya ditendang. Membuatnya terkejut dan kesakitan.
Rumah itu bukan rumah besar. Itu rumah biasa.
Aira berusaha membuka pintu utama. Terbuka, karena memang sudah rusak. Aira merasa lega.
Namun ia tak tahu kalau ada yang menjaga diluar.
"Lepas!" Aira berontak ketika dua orang pria berbadan besar menahan lengannya.
Dug!
"Argh!" Aira terduduk. Kakinya dipukul dengan sebuah balok kayu. Dan pelakunya adalah Regan.
Sejak kapan Regan jadi begitu kasar?
Aira tak sanggup berdiri. Kakinya benar-benar dipukul dengan kuat.
Regan langsung menghampiri Aira. Ia mencengkram dagu Aira kuat. Ia menatapnya tajam.
"Lo berani sama gue, hah! Lo mau macam-macam!" bentaknya.
"Gue pastiin lo hancur, Aira!"
Plak!
Tamparan yang kedua kali berhasil mendarat dengan keras di pipi kanan Aira. Darah segar keluar dari sudut bibirnya.
Air mata Aira luruh. Regan tersenyum miring.
Sebenarnya, alasan Regan melakukan ini bukan hanya ingin membalas dendam meski itu yang lebih dominan. Akan tetapi, perasaan cemburu pada Indra juga ternyata ikut menyertainya.
Regan menarik Aira dengan kasar supaya berdiri.
"Lepas, Regan! Lo salah paham!" Aira berusaha berontak semampunya. Aira tidak peduli lagi dengan sakit yang mendera kakinya. Ini lebih baik daripada harus ikut dengan Regan.
Kaki Aira gemetar.
"DIAM!" bentaknya membuat Aira terperanjat dan terdiam.
Tatapan Regan seketika berubah. Ia tersenyum. Tapi Aira tahu itu bukan senyum baik. Tangan Regan terulur mengelus pipi Aira. Aira segera memalingkan wajahnya.
Tiba-tiba tangan Regan menarik kerudung Aira dengan kasar. Gadis itu terbelalak.
"Jangan, Regan!" teriak Aira. Ia berusaha mempertahankan kerudungnya.
Regan tetap memaksa. Ia berusaha menarik kerudung Aira.
"Nggak usah sok suci! Lo aslinya cuma perempuan nggak tahu diri, Aira!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Indra Aira
Romance"Saya terima nikah dan kawinnya Aira Humaira Azzahra binti Ahmad Hidayat dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" Pernikahan didasari dengan keterpaksaan. Kedua insan yang awalnya tak saling mengenal menyatu dalam ikatan suci. Indra Fadil Dirgantara...
