IA 17 (Aira diculik)

623 18 0
                                        

Jantung lelaki itu berdetak kencang. Setelah sambungan terputus, ia segera menelpon Iqbal.

"Assalamu'alaikum. Kenapa, Ndra?" tanya Iqbal heran.

"Wa'alaikumussalam. Aira diculik," ucap Indra dengan suara terdengar sedikit bergetar.

"APA?! LO JANGAN BERCANDA!"

"Nggak ada waktu, Bal. Kita harus cari Aira sekarang!"

"Gue pernah kasih Aira gelang yang gue pasang GPS. Tapi udah lama banget. Gue coba lacak. Semoga dia masih tetap bawa."

Iqbal mencoba menenangkan dirinya. Kentara sekali dari nada bicaranya bahwa ia sedang menahan amarah.

"Gue kesana sekarang!"

Tut!

Indra langsung menyambar kunci mobilnya dan bergegas menuju kafe.

***

Aira tersadar dari pingsannya. Ia begitu terkejut mendapati dirinya berada di sebuah ruangan yang luas namun tampak terbengkalai.

Posisi Aira duduk di kursi dengan kedua tangan diikat kebelakang.

"Astaghfirullah," ucap Aira lirih.

"Hasbunallah wani'mal wakil. Ni'mal mawla wanimannasir."

Aira terus berdizikir dan berdo'a. Tangannya juga bergerak berusaha melepaskan ikatan yang begitu kuat sehingga menjadikan pergelangan tangannya lecet.

"Hai, Aira!"

Sebuah suara mengejutkannya. Aira melihat kearah sumber suara.

Dua orang. Satu lelaki dan satu perempuan. Mereka mengenakan penutup wajah.

Keduanya menghampiri Aira.

"Siapa kalian?" tanya Aira datar.

Keduanya saling pandang kemudian melepas maskernya.

Aira terbelalak.

"Regan? Acha?"

Kedua orang itu tersenyum licik.

Acha mengelus pipi Aira. "Lo nurut lo selamat. Rileks," ujarnya.

"Lepas!" bentak Aira.

"Nggak mau dan nggak akan."

Aira menatap Regan tajam. Regan sedikit terkejut karena Aira menatapnya tajam seolah ia adalah musuh yang harus dimusnahkan.

"Maksud kalian apa nyulik gue, hah? Mau kalian apa!" bentak Aira.

Acha tersenyum. "Mau kasih pelajaran sama orang yang udah menjebak Indra. Dan ...." Acha melirik Regan.

"Mau balas dendam sama orang yang udah bikin Ayah gue meninggal dan bikin Ibu gue masuk RSJ!" sambung Regan.

Aira terkejut. Maksudnya?

"Setahun yang lalu lo yang bikin Ayah gue meninggal? Lo sabotase mobil Ayah gue karena takut ketahuan kalau lo udah menggoda Ayah gue!" papar Regan. Emosinya mulai tak terkontrol. Matanya berkaca-kaca.

Ayah Regan dulu merupakan dosen di kampusnya. Aira dan Ayah Regan dulu memang sering berkomunikasi karena Ayah Regan merupakan dosen pembimbing Aira.

Keduanya bahkan tampak dekat membuat Aira tak jarang di bicarakan di kampus.

Namun itu tak berlangsung lama. Ayah Regan dinyatakan meninggal karena mobilnya terjatuh ke jurang. Diduga ada yang menyabotase mobilnya sebelum Ayah Regan mengendarainya.

Indra AiraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang