IA 15 (Salah Paham?)

725 21 0
                                        

Setelah Anita dan Andra pulang, Indra bersiap berangkat ke kafe.
"Kak," panggil Aira.

Indra membalikkan badan. Ia mengernyit heran melihat Aira sudah rapi dengan tunik berwarna krem dipadukan corak kotak-kotak putih dan rok plisket hitam. Ditambah kerudung segiempat panjang.

"Kemana?"

"Aku izin ke tempat temen. Ada tugas yang harus diselesaikan dengan kelompok," kata Aira.

Mengingat apa yang menimpa mereka, Indra tampak ragu.

"Beneran nggak papa kalau lo interaksi sama mereka?"

"In syaa Allah nggak papa, Kak. Ini cuma tugas aja, kok," jawab Aira.

"Yaudah. Dimana tempatnya biar gue antar."

"Boleh nggak Kak aku berangkat sendiri aja? Jarak rumah temen aku jauh dan arahnya berlawanan dari kampus. Nanti Kakak telat lagi."

Indra menatap Aira lekat. "Serius?"

Aira mengangguk mantap.

"Yaudah, hati-hati. Dan ...." Indra merogoh kantong celananya untuk mengambil dompet dan mengeluarkan dua lembar uang berwarna merah, "ini uang jajan lo."

Aira menerimanya. "Makasih, Kak." Aira ingin menolak karena ini terlalu banyak. Tapi pasti Indra akan bilang.

"Nurut aja apa susahnya, sih!"

Jadi ia terima saja.

Aira meraih tangan Indra lalu menciumnya seperti biasa. Ya ... sudah jadi rutinitas kalau suaminya datang atau pergi, Aira pasti mencium tangannya. Jadi Indra sudah terbiasa.

Aira pergi naik taksi online sementara Indra menaiki motor ninjanya.

***

Entah apa sebabnya, teman Aira membatalkan pertemuan mereka di rumahnya. Malah mengajaknya bertemu disebuah taman.

Aira turun dari taksi. Ia menatap taman yang ... cukup sepi. Jaraknya juga cukup jauh dari tempat tinggalnya. Kenapa temannya mengajaknya kemari?

Dari kejauhan, Aira melihat seorang gadis menghampirinya.

"Assalamu'alaikum, Bella," ucap Aira.

"Wa'alaikumussalam. Untung lo udah datang. Langsung aja kesana. Temen-temen yang lain udah pada nunggu, tuh," kata Bella sembari menunjuk kearah beberapa orang dengan dagunya.

Aira melirik sekilas. "Kamu sendiri mau kemana?"

"Oh, gue mau ke supermarket sebrang bentar. Haus, nih." Setelah mengatakan itu, Bella langsung pergi meninggalkan Aira yang masih ingin bicara.

Aira berjalan pelan menghampiri mereka. Ia tak curiga hanya saja perasaannya tak enak.

Begitu sampai, Aira terkejut tatkala kedua orang itu menoleh menampilkan wajah mereka.

Acha. Dan Regan.

"Ka-kalian?" ucapnya lirih.

Regan berdiri. Menghampiri Aira. Sorot matanya berubah dingin dan tak ada ekspresi ramah itu lagi di wajahnya. Hal itu membuat Aira sudah harus waspada.

"Aira," panggilnya dengan nada yang Aira sendiri tak mengerti maksudnya.

Gadis itu menatap kearah Acha yang hanya diam sembari bersedekap tangan. Tersenyum miring. Seolah ini adalah tontonan gratis.

Mengerti keadaan bahaya, Aira langsung berbalik dan melangkahkan kaki untuk berlari. Namun, ia kalah cepat dengan Regan. Lelaki itu langsung menarik Aira dengan cukup kuat hingga menyebabkan gadis itu membentur dadanya.

Indra AiraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang