"Ce piaw. Ce Piaww!!"
Freya menatap zee yang sedari tadi pagi memanggil-manggil fiony dengan suara yang dibuat-buat imut dari sudut ruangan.
Fiony yang dipanggil hanya tersenyum dan membiarkan zee mulai memeluk tubuhnya. Dirinya pun tampak menikmati sesi pelukan tersebut, bahkan kini keduanya sedang menonton filim bersama di handphone fiony.
Freya melirik tak suka, namun tetap diam ditempatnya tak mengatakan apa-apa.
Ia mengalihkan penglihatannya kearah handphone, dimana sebenarnya dirinya sedang tak memainkan atau melakukan apa-apa dengan handphonenya itu.
Si gadis korelis mencuri lihat interaksi yang sedang dilakukan oleh fiony dan juga zee dari ekor matanya.
Sementara yang sedang ditatap semakin menempel didepan sana. Fiony bahkan mengelus-elus pelan kepala zee, sementara zee menempelkan pipinya ke pada fiony.
Ckriet~ suara derit kursi
Ok cukup freya tak tahan, dengan cepat gadis itu meninggalkan ruangan latihan, bisa-bisa dirinya akan meledak jika terus-terusan melihat hal 'menjengkelkan' itu terus-menerus.
Fiony dan zee menatap freya bingung, namun tak terlalu ambil pusing dengan sifat moodyan si gadis karamel.
"Cepiaw kita pulangnya sama-sama ya" ujar zee yang di balas anggukan semangat oleh fiony
"Boleh-boleh, sekalian makam malam juga yuk" ucap fiony yang kembali disetujui oleh zee. Keduanya semakin menempel, bergelendotan, seolah dunia hanya milik mereka berdua, yang lain ngontrak.
Sementara itu di luar freya kembali mengintip aksi 'mesra' perkapalan baru jkt48 itu.
"Ck" decih nya dan mulai berjalan menjauh dari ruang latihan menuju lantai bawah.
Pikirannya mengawang entah kemana.
Si bungsu gen 7 itu merasa tersaingi untuk menjadi 'adik' kesayangan dari fiony alveria Tantri.
Padahal dirinya sudah sanggat berharap menjadi orang yang paling dekat dengan fiony setelah Ara keluar dari JKT, namun sepertinya dewi fortune sedang tak berpihak padanya.
Gadis keturunan jepang itu malah akrab dengan zee yang natobanenya dulu tak terlalu mengenal fiony.
Freya mendengus, merasa kalah telak dengan si azizi, dengan langkah lebar freya mulai meninggalkan theater jkt48 dan bejalan-jalan di sekitaran mall fx.
Gadis berambut sebahu itu perlu menenangkan hatinya dari api cemburu yang masih memanas didalam sana.
Lama Freya berjalan hingga langkah kakinya terhenti di depan sebuah toko aksesoris yang penuh dengan pernak-pernik lucu. Ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan memperhatikan rak-rak berisi gantungan kunci dan kalung berbandul kecil, namun pikirannya tetap saja tak bisa lepas dari bayang-bayang dua orang yang tadi di tinggalkan di theater.
"Huft..." helaan napasnya terdengar berat.
Freya pun memutuskan untuk terus berjalan, menyusuri koridor mall FX yang sore itu cukup ramai oleh pengunjung. Lampu-lampu toko yang terang dan suara musik latar sedikit membantu menenangkan pikirannya.
Tanpa disadari, saat melewati sebuah kafe di lantai 3, ia hampir saja bertabrakan dengan seseorang yang keluar dari pintu kaca kafe itu.
"Oh, maaf—" ujar Freya cepat, namun ucapannya terhenti ketika mendongak dan melihat siapa yang ada di depannya.
"Eh? Freya?" suara lembut yang tak asing itu menyapanya.
Mata Freya sedikit membulat. "Flora?"
Flora Shafiqa, rekan setimnya di JKT48, berdiri di depannya dengan membawa kantong belanja kecil dan senyum hangat yang khas. Rambut Flora diikat setengah, dan ia mengenakan dress kasual berwarna pastel yang membuat penampilannya tampak manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
one shoot
Fanfictionfrefio area🤡 Randomly⚠️ . . . This just for fun not reall⛔️⚠️ Harap bijak dalam membaca❤️ UPDATE SETIAP MINGGU!! (kalo nggak mager)🗿
