awal mula?

624 59 2
                                        

Bali, sebuah kota wisata yang sanggat diangungi oleh turis manca negara berkat kekentalan budaya serta panorama indah alamnya, dan disinilah saat ini para member salah satu idol group paling ternama di indonesia itu berada.

selepas perfom di acara di GWK Bali Countdown kemarin, kini para member diberikan waktu oleh manajement untuk menikmati liburan akhir tahun mereka di pulau dewata, tentu saja hal itu menjadi kabar yang menyenangkan untuk semua member, tak terkecuali untuk kedua senior mereka, freya dan juga fiony.

2F itu bahkan sudah merencanakan rute jalan-jalan mereka selama dua hari ke depan di Bali. Mulai dari mengunjungi Kota Ubud untuk menikmati galeri seni hingga menonton Tari Kecak di Pantai Kuta, semuanya sudah mereka persiapkan dengan matang. Namun, namanya juga manusia, hanya bisa berencana. Pada akhirnya, rencana tersebut hanya menjadi wacana karena manajemen ternyata telah menyusun agenda mereka sendiri untuk keperluan konten JKT48 TV. Jadi, alih-alih menikmati libur para member malah tetap melakukan syuting walau dengan tema yang jauh lebih santai.

dan disinilah mereka berada, disalah satu restourant yang cukup terkenal di kota Bali sambil menikmati berbagai macam makanan khas Bali dengan pemandangan pantai yang memanjakan mata.

"ntri aku minta ini ya, makasih"

"hm"

"ntri minuman kamu enak, tuker ya?"

"iyaa"

"ntri aku nggak suka ini kamu abisin aja"

fiony hanya mengangguk mendegar penuturan terakhir sahabat sejiwa raganya itu, sementara disamping fiony, anindya sedang memperhatikan interaksi keduanya, dahinya mengekerut seolah ingin menanyakan sesuatu kepada kedua seniornya tersebut.

"nin, nggak makan? begong aja dari tadi" ujar freya sambil memakan sate lilit milik fiony.

"hmm, kak aku boleh nanya nggak?" ujar Anin dengan nada ragu.

"boleh, mau nanya apa emang?" tanya freya tanpa menoleh, masih sibuk mencomot makanan fiony didepannya sementara sang empuh makanan sama sekali tak protes dengan kelakuan menyebalkan sahabatnya itu, dia sudah terbiasa.

"ini nggak penting si kak tapi aku pengen tau banget"

"iya apa?"

"tapi kalo kak freya sama ce pio nggak mau jawab juga nggak papa kok" tambah Anin, membuat Fiony menghela napas panjang.

"Gimana kita mau jawab kalau kita aja nggak tahu kamu mau nanya apa, Nindy," ujar Fiony, sedikit kesal namun tetap berusaha tersenyum ramah kepada juniornya itu.

"hehe, hmm.. kak freya sama ce pio kok bisa deket sih? kan kakak berdua beda generasi?"

freya dan juga fiony saling tatap sebentar sebelum akhirnya mengeleng pelan "kamu cuma mau nanya itu doang ngalur ngidul nya udah sampe mana" kata freya sambil tertawa geli. "jadi tuh dulu..."

flash back

Fiony duduk bersimpuh disamping dispenser dengan wajah memerah dan mata yang berkaca-kaca.

Hati mungilnya terluka akibat perkataan sang sensei mengenai ritme tariannya yang buruk dan ekspresinya yang acak kadut, tema lagunya apa, ekspresinya apa ya begitulah anak baru.

Tapi bagi fiony yang sedari kecil dikelilingi oleh orang-orang spoke spooken alias tak pernah mengeluarkan nada tinggi tentu saja hal tersebut sanggat menyakiti hati serapuh hello kitiy miliknya.

Padahal jika ditelaah lagi apa yang dikataan sang sensei memanglah sebuah kenyataan, fiony saja yang terlalu mendramatisir keadaan.

Hingga disela-sela kegalauannya itu, seorang gadis berambut panjang datang kedekatnya dan mengambil air didispenser di sampingnya.

Gadis itu menatap fiony heran, namun tak lama kemudian ia tersenyum manis kearah fiony sambil mengatakan "kamu yang semangat ya latihannya, kalo kamu semangat kamu pasti bakalan keren kek aku nanti"








"Bentar, perasaan kamu nggak ngomong gitu ke aku?" fiony

"Diem deh!" freya



Fiony terpaku sebentar ketika melihat senyum manis semanis madu milik seniornya barusan. Rasanya, seperti baru saja menemukan semangat baru di dalam hidupnya yang melelahkan ini dan dengan penuh keyakinan dan juga tekat yang baru fiony mengangguk mengiyakan.

Wajah fiony yang semula sayu berubah langsung menjadi ceria berkat sang kakak senior yang baik hati dan indah parasanya tersebut.

"Terimkasih kak yang baik aku akan berjuang sekuat tenaga ku..!!" Ujar fiony penuh dengan rasa haru..


.....

"Tapi perasaan aku-"

"SYUTTTTT!!!"

"Jadi gitu ceritanya nin, gimana? Kamu masih penasaran nggak? Atau mau kakak ceritain yang lain lagi?" Anindya mengangguk kan kepalanya mengerti ketika mendengar cerita freya barusan, dan sedikit kahwatir dengan keadaan ce pio yang saat ini sedang dibekap oleh senior mereka tersebut. Jadi dibandingkan melihat ce pio yang kehabisan nafas dan mati di tempat maka dengan anggukan mantap anindya berkata "Ngerti kok kak freya, nggak usah kak kita kan bentar lagi mau pergi" ujar anin yang di angguki oleh freya.

"Eh kamu mau denger nggak cerita kakak waktu-"

"Nindy!! Kita di panggil sensei" teriak moren bak dewi fortun bagi anindya.

"Eh kak, aku duluan ya. Bye kak freya, bye cepio!!.."

"Eeh i-iya, padahal cerita yang ini lebih seru lagi. Iyakan ntri?" Sementara yang ditanya sama sekali tak menjawab dan ketika freya menoleh, ternyata fiony sudah pingsan akibat kehabisan nafas karena bekapan tangannya.

"Waduh, ntri! Kalo mati jangan disini ntri. CI SHANIIII...."

.

.

.

.

End
.....
Gaje? Ya Emang😭

one shootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang