vc

715 59 1
                                        

Duduk sendiri didalam kamar sambil bergelut dengan serangkaian tugas sebagai mahasiswa baru adalah gambaran freyana saat ini.

Mata coklatnya menatap lurus kedepan laptop miliknya yang sedari tadi terbuka menampilkan halaman word yang entah sudah berapa lama ia kerjakan.

"Ughh capek banget~" erangnya setengah berteriak.

Matanya berpendar melihat kearah sekitar kamarnya yang terasa sunyi.

"Telephone tantri ah" dengan cekatan freya mencari nomor sahabat kesayangannya itu di handphone miliknya.

Cukup mudah untuknya, karena nomor fiony telah ia sematkan menjadi salah satu kontak favoritenya selain keluarganya. Jangan tanya kenapa, Yang tau-tau aja.

Deringan nada sambung berbunyi, menjadi satu-satunya suara yang ada didalan kamarnya.

"Halo? Kenapa freyana?" Tanya suara dari sebrang sana dengan nada serak, sepertinya fiony baru saja terbangun akibat dirinya.

Freya pov

Aku tersenyum sendiri mendengar nada suaranya dari sebrang sana. "Ntri dah tidur ya? Vc yuk"

Tanpa menunggu jawaban dari fiony aku langsung menekan tombol alihkan panggilan menjadi vidio call.

"Kenapa sih fre? Aku ngantuk loh" aku diam tak menjawab pertanyaan fiony barusan. Kini kami saling bertukar pandang lewat layar handphone satu sama lain.

Dari sini aku dapat melihat wajahnya yang terlihat lelah, dan tubuhnya yang sedang terbungkus balutan selimut karakter my melodi kesukaanya.

"Nggak, tidur aja gih. Tapi jangan matiin vc nya ya. Temenin aku belajar hehe" aku tak bisa menahan senyumku kala bibirnya merengut didepan sana, pertanda kalo ia protes karena jam tidurnya terganggu.

"Ish, nyebelin banget sumpah. Kamu bangunin aku cuma buat ini? Nggak jelas banget" katanya sambil memutar mata, aku senyum saja, karena aku tau dalam hati dia juga pasti tak akan menolak permintaan ku barusan.

"Udah sana kerjain tugas kamu, aku temenin" ujarnya setengah mendengus. Aku mengangguk dan mulai kembali fokus kepada tugas kuliahku, membiarkan keheningan kembali hadir, namun kali ini setidaknya aku tak sendiri.

Sesekali mataku melirik ke layar handphone ku yang menyala, menampilkan wajah fiony di dalamnya.

Wajah itu terlihat tenang dengan mata yang mulai terpejam. Aku tersenyum samar, walaupun sudah berkali-kali menjadi roomate tapi aku tak dapat berbohong kalo wajah terlelap fiony adalah satu dan sekian banyam hal yang aku sukai.

"Cantik" gumamku pelan, tak ingin membangunkannya yang sudah tertidur pulas disebrang sana.

Aku kembali fokus ke layar laptop, sedikit demi sedikit pargraf telah aku selesaikan hingga hanya tersisa bagian akhir yaitu penutup.

Tak terasa jam telah menunjukan pukul setengah dua malam, aku merentangkan tanganku yang terasa kebas, dan setelahnya mematikan laptopku setelah memastikan bahwa pekerjaan ku barusan telah ter-save didalan folder tugas.

Aku membawa poselku ke atas kasur yanv masih menampilkan wajah pulas fiony didalamnya.

Berbaring kesamping menghadap kamera

Rasanya seperti aku dan dia sedang tidur bersama.

"Good night ntri" bisikku padanya, dan setelahnya ikut terlelap disampingnya lewat layar virtual didepan sana.

.

.

.

End

Siapa yang ldr sama oshinya?
🙋‍♂️🙋‍♂️🙃

one shootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang