into you

239 44 0
                                        

langit sore bali pada hari itu mulai memancaran cahaya jingga keemasan, deburan ombak yang beradu dengan karang terdengar samar dengan gelak tawa para member jkt yang baru saja menyelesaikan syuting mv terbaru mereka untuk perayaan kelulusan sang captain Shania Gracia.

Fiony berdiri di pinggiran pantai, membiarkan kakinya yang telanjang menyetuh lembutnya pasir pantau dan asinnya air laut. angin berhembut pelan membuat rambut hitamnya yang diikat secara asal terurai terbawa angin serta pantulan senja mengenai wajahnya.

"ITS A WRAPP GUYS!!!"

ujar kak andi antusias sebagai tanda berakhirnya syuting pada hari ini. para member yang lain bersorak kegiarangan. ada yang melompat-lompat, ada yang berguling? dan ada juga yang hanya tersenyum senang seperti seorang gadis berambut bondol yang saat ini sedang berada disalah satu sudut pantai yang tidak terlalu jauh dari mereka. Freya.

"fre bantuin angkatin ini dong buat acara bakar-bakar entar malam" kata mba eka selaku penata rias mereka. "eh siniin aja mba nanti saya bawa" jawab freya dengan senang hati dan langsung membawa perlengakap dan bahan yang akan mereka gunakan untuk kegiatan barbequan dimalam hari.

Tak lama kemudian, api unggun mulai menyala. Cahaya oranye dari api membuat suasana pantai terasa hangat. Beberapa member duduk melingkar, ada yang mulai menyanyi, ada yang tertawa, dan ada juga yang sibuk membuat barbeque. 

Fiony sendiri sedang bermain istana pasir bersama dengan ola, sampai pada suatu titik dengan iseng ola mulai melemparkan sebuah bola pasir dan mengenai tangan fiony yang membuat aksi kejar-kejaran antara mereka tak bisa terelakan.

"ayo sini cep tangkap kalo bisa hahaha" kata ola sambil tertawa mengjek fiony yang sedang berlari kearahnya.

Melihat itu, Freya yang sedang memanggang daging tanpa sadar tersenyum. Ia memperhatikan Fiony yang tampak begitu ceria malam itu.

Di bawah cahaya api unggun dan langit malam yang mulai gelap, Fiony terlihat sangat cantik. Rambutnya yang tertiup angin, senyumnya yang lepas, dan caranya tertawa membuat Freya sejenak terdiam.

Freya menggeleng pelan, mencoba fokus kembali membalik sosis di atas panggangan.

"ciee, liatin apaansih kak serius banget" goda grisel pada freya yang berada disampingnya, dia buka tidak tau kalau seniornya itu sedang memperhatikan fiony dan juga olla yang sedang berlarian kesana kemari dan dari keduanya grisel sudah bisa menbak siapa yang saat ini sedang mencuri perhatian freya.

"ha? engak kok. nggak merhatin siapa-siapa. siniin lagi dagingnya" kata freya cepat sedikit kegagaplan dan kembali fokus memangang daging diatas wajan.

gresel hanya bisa tersenyum, sebelum kemudian memberikan freya daging tambahan.

Namun sesekali mata Freya kembali teralihkan. Tanpa sadar, matanya kembali mencari sosok yang sedari tadi mencuri perhatiannya.

Di sisi lain, Fiony yang sudah kelelahan berlari bersama Ola akhirnya berhenti tepat di bibir pantai. Ia sedikit membungkuk, mencoba mengatur napasnya sambil tertawa kecil.

"udah ah kak olla, aku capek" kata fionya sambil terengah.

Ola hanya tertawa sebelum kembali berlari menuju member lain yang sedang bernyanyi di dekat api unggun, meninggalkan Fiony sendirian di garis bibir pantai yang mulai berubah menjadi gelap.

Langit Bali malam itu benar-benar indah. Sisa-sisa warna jingga masih tampak di cakrawala, sementara bintang-bintang mulai bermunculan perlahan. Fiony berdiri menghadap laut, rambutnya yang terurai tertiup angin, dan cahaya api unggun dari kejauhan menciptakan siluet lembut pada tubuhnya.

Freya yang melihat itu kembali terdiam.

Tangannya yang sedang membalik sosis bahkan berhenti beberapa detik.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 19 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

one shootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang