Ckerek!
Suara lensa kamera yang berbunyi sedikit mengalihkan perhatian beberapa orang yang berada di dalam rumah makan itu.
Terlihat di ujung sana seorang gadis berpakaian kemeja kotak-kotak sedang memotret beberapa sudut ruangan rumah makan dan juga orang-orang yang berlalu lalang.
Freyanasifa
Itulah nama yang tertera rapi di nametag gadis itu.
Menjadi seorang fotografi di salah satu angensi dengan gaji pas-pasan membuatnya harus ekstra dalam mencari tambahan job.
Namun saat ini dirinya juga tengah di pungsingkan dengan ancaman PHK yang terjadi dikantornya.
Sebagai tulang punggung keluarga, freya tidak punya pilihan lain selain mencari cara agar dirinya terhindari dari nasib sial tersebut.
"Ini neng makanannya"
"Makasih ya mbak sumini"
Freya menerima sepiring nasi dengan lauk hati ampela itu, dan mulai memakannya perlahan, sesekali matanya menelusuri spot-spot yang menurutnya cukup vintage atau esktetik untuk di potret, hingga nerta kelamnya melihat seorang gadis berambut panjang terurai sedang duduk sendirian disalah satu bangku dengan jaket pink bergambarkan salah satu toko sanrio.
Untuk sesaat dirinya tertegun, merasa takjub dengan kecantikan gadis bergaya girly tersebut.
Reflek freya langsung mengambil beberapa foto gadis itu dengan kamera sldr miliknya.
Memotret gadis tersebut dengan beberapa macam angel, hingga tanpa sadar menganggurkan makanan miliknya dimeja.
Selang beberapa saat gadis dengan jaket pink itu mulai beranjak dari duduknya dan berjalan kearah kasir dengan tumbler berwarna pink pula.
Melihat gadis itu yang mulai beranjak freya pub menyudahi kegiatan memotretnya dan mulai melahap habis makanannya.
Sesekali matanya masih mengikuti gerakan gadis tadi hingga akhirnya gadis itu berjalan keluar dari arah dalam warteng.
"Berapa mbak sum?"
"Biasa neng, 15 rb aja" freya mengangguk dan mengeluarkan uang pecahan 20 rb dari dalam saku miliknya.
"Ini tumbler siapa?" Tanya mbak Sumini dengan nada yang agak keras sambil mengangkat tumbler berwarna pink yang memang terletak di pingiran meja kasir.
"Eh? Siniin aja mbak saya tau punya siapa" ujar freyana dan memgambil tumbler tersebut dari tangan mbak sumini tak lupa dengan kembaliannya.
Dengan tergesa gadis berambut pendek sebahu itu mulai keluar dari dalam warteng berharap gadis berjaket sanrio tadi masih berada disekitar warteg dan benar saja gadis itu berada di warung sebelah kanan warreng bersama dengan 2 orang temannya yang lain.
"Maaf mbak ini tumblernya ketinggalan" freya memberikan tumbler tersebut kepada gadis berjaket sanrio.
"Ya ampun, makasih ya kak, aku kelupaan tadi" balas gadis itu berterimakasih. Freya tersenyum dalam hati dirinya semakin mengangumi gadis berjaket sanrio yang berdiri didepannya kini.
Wajah ayu gadis itu seolah menyihir freya untuk sesaat, membuat tanpa sadar pipinya bersemu kemerahan.
"I-iya mbak. Mm.. kalo gitu saya duluan ya" setelah memberikan tumbler tersebut freyana langsung berjalan cepat kedepan, mengigat waktu istirahat kantor yang semakin menipis dan degubpan jatungnya yang seperti akan terlepas dari dalam sana.
.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
one shoot
Fanfictionfrefio area🤡 Randomly⚠️ . . . This just for fun not reall⛔️⚠️ Harap bijak dalam membaca❤️ UPDATE SETIAP MINGGU!! (kalo nggak mager)🗿
