Unknow : freya bisakah kita bertemu?
Freya baru saja menerima sebuah pesan anonim dari seseorang, namun meski begitu dia sanggat mengenali siapa orang yang baru saja mengiriminya pesan singkat tersebut.
Menghelay nafas berat, freya kini membuang 1 puntung rokok yang masih utuh itu ke dalam tong sampah.
"Jangan ngerokok, ntar lu diomelin lagi ama fiony" freya menoleh, mendapati adel yang baru saja datang sambil membawa 2 gelas cangkir teh.
"Itu flora ya?" Tebak adel tepat sasaran.
Freya masih diam membiarkan adel untuk melanjutman pertanyaannya.
"Mau balik lagi? Terus fiony gimana?"
"Lu nggak bisa nge gantungin fiony terus-terusan, kalo emang lu nggak suka, lu harus nolak secara tegas" lagi-lagi freya hanya terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa perkataan Adel barusan.
Difikirannya terlalu banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
Dia akui, dirinya masih mencintai flora, tapi disisi lain fiony telah berhasil mengambil sebagian keping hatinya.
Freya ragu tentang flora, sama hal dengan dirinya yang ragu akan fiony.
......
Flora mempererat jaket parka berwarna merah itu ketutubuhnya. Jaket parka pemberian freya setahun yang lalu, sekaligus menjadi pemberian terakhir freya kepadanya.
Jaket ini cukup terkenal pada zamannya, bahkan freya harus menguras isi tabungannya selama 2 tahun hanya untuk memberikan benda tersebut kepada flora di hari aniv mereka yang ke 5 tahun.
"Apa yang kau mau? Aku tak punya banyak waktu untuk ini"
Pada akhirnya freya menuruti permintaan flora untuk bertemu.
Setelah hampir 2 tahun keduanya putus, ini adalah pertemuan pertama mereka sebagai seorang mantan kekasih.
Freya menatap datar flora yang berdiri dihadapannya, tak menunjukan ekpresi apapun bahkan terhadap jaket yang sedang dikenakan gadis itu.
Flora sendiri cukup terkejut dengan perubahan nada bicara freya terhadapnya.
"Apa yang membuat kamu menjadi seperti ini freya? Apa karena fiony?"
"Ini bukan freya yang aku kenal, apa yang membuatmu berubah?"
"Freya aku rindu, aku ingin pulang. Aku ingin pulang ke kamu"
Hampir saja freya tertawa mendengar semua perkataan flora saat ini. Bukan freya yang berubah tapi gadis itu lah yang membuat semua hal harus berbeda.
"Pulang? Pulang seperti apa yang kamu maksud?" Dingin, sanggat dingin bahkan flora sampai bergidik mendengar nada datar penuh penekanan itu dari sang mantan kekasih.
Freya benar-benar berubah, dulu gadis itu adalah sosok yang lembut dan juga hangat.
Seketika rasa bersalah menyerang hati flora, apa dirinya yang telah membuat gadis itu menjadi seperti ini?
"Rumah itu sudah hancur flora, kita bahkan sudah meninggalkannya. Dan fiony? Semua ini tak ada hubungannya dengan dia" setelah mengatakan hal itu freya berjalan pergi meninggalkan flora yang masih terdiam ditempatnya.
"Begini kah rasanya?" Flora tersenyum kecut, apa dia sudah benar-benar kehilangan freyanya?
.........
Hujan deras menguyur ibu kota jakarta.
Freya berlari-lari kecil menuju arah halte bus yang terlihat kosong didepan sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
one shoot
Fanfictionfrefio area🤡 Randomly⚠️ . . . This just for fun not reall⛔️⚠️ Harap bijak dalam membaca❤️ UPDATE SETIAP MINGGU!! (kalo nggak mager)🗿
