putus

855 60 7
                                        

Fiony Pov

Aku menatap layar handphoneku yang terlihat sepi, tak ada pesan apapun.

Padahal biasanya gawai itu akan terus-terusan berdering, entah karena masalah pekerjaan atau dari seseorang yang sedari tadi ku tunggu chatnya.

Aku menghelay nafas, hari ini serasa membosankan.

"Fre kamu kemana sih" gumam ku kesal. Akhir-akhir ini aku merasa freya mulai berubah.

Tidak, bukan karena dia yang berubah menjadi semakin cantik karena rambut panjangnya, ya walaupun harus aku akui dia sanggat cocok dengan rambut itu. Bahkan para fans pun dibuat pangling dengan perubahan penampilan darinya termasuk juga aku.

Tapi yang ku maksud berubah adalah, sikapnya terhadapku.

Entah ini hanya perasaanku saja atau bagaimana tapi aku merasa kalau semakin hari freya mulai menjauhiku bahkan dia jauh lebih menempel kepada Marsya hingga membuat si Azizi mengkesal sendiri dengan kedekatan keduanya.

"Ce, jadi jalan nggak? Sebelum turun salju" viana tiba-tiba saja masuk kedalam kamarku.

Ya aku memang sedang liburan ke jepang, untuk menemui adikku. Ini memang sudah rutinitas keluargaku setiap tahun.

"Nggak tau, aku males" kataku, dan membalikan tubuhku membelakangi viana.

"Tumben, ada masalah sama freya ya ce?" Tanyanya, aku mengeleng pelan. "Nggak ada kok" tapi seolah tak percaya, viana kemudiam naik keatas kasur tepat dihadapanku.

Adik ku ini memang sanggat peka.

"Beneran? Soalnya tumben kalian berdua nggak vidio call-an biasanya kan vidio call-an 24/7, bahkan sampe sleep call" aku mengindihkan bahu

"nggak tau sibuk kali dia"

"Masa sih? Bukannya jkt udah libur ya?"

"Ya kan dia sekarang udah jadi akrtis siapa tau ada project syuting atau apa gitu. Ya.... nggak tau lah aku" viana diam sejenak sebelum kemudian dia kembali bertanya.

"Ce, aku nggak tau sih ini bener atau nggak, tapi kalau yang aku liat di X, katanya freya ama Masrya lagi deket ya?" Aku diam sejenak, kata-kata itu lah yang paling aku hindari.

"Hmm.. iya kali. Nggak tau aku"

"Nggak cemburu ce?"

"Apasih, ngapain juga aku harus cemburu sama si nurdana itu"

"Ya kan kamu pacarnya ce?" Aku bangun dari tidurku duduk bersama viana yang terlihat serius didepan sana.

Ya aku memang sudah jujur kepada viana kalau aku dan freya telah jadian sedari tahun lalu, dan ini tahun kedua kami. Rahasian yang tak pernah ku beritahukan kepada siapapun bahkan ci Jessie dan kak Olla.

"Aku cuma... pengen percaya sama dia aja" kataku pelan. Aku tak bohong, aku memang hanya ingin percaya kepada freya. Terlepas dari sikap freya yang semakin berubah, dan kabar kedekatannya dengan marsya. Jauh di dalam hatiku, aku ingin tetap mencoba percaya kepadanya.

Walaupun tak bisa kupingkiri bahwa kedekatan keduanya memang cukup membuatku resah.

Lama kami terdiam dalam kehinangan sebelum kemudian viana kembali bersuara.

"Ce"

"Hmm?"

"Gimana kalau Freya suka sama Marsya?"

Deg

Jantungku bedebar kencang ketika kata-kata itu keluar dari bibir viana, karena jujur saja aku juga memikirkan hal yang sama.

Bagaimana kalau kekasihnya mulai tak menyukainya? Bagaimana kalau kedekatan freya dan juga marsya lebih dari kedekatan seorang teman? Dan kalau memang benar, bagaimana dengan hubungan mereka?

Fionya terdiam, lalu kemudian tersenyum samar.

Freya memang sudah dewasa, gadis itu sudah bisa memilih dan memutuskan semuanya sendiri, yang bisa ia lakukan hanya mempertahankan hubungan mereka sebaik mungkin dan-

"Kalau memang benar, aku harus melepasnya"


****
End

Ini spoiler projct baru frefio wkwkwk🤭

Ini spoiler projct baru frefio wkwkwk🤭

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Meleyot🥹🫠❤️

Happy eid mubarok semua✨️🙏🏻

one shootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang