.
.
.
btw aku ganti cover pren..
ini kalo ga salah ada yang minta romance tipis² si aming sama rosa semoga suka ya, maaf kalo tidak sesuai ekspetasi mu pren🙆🏻♀
love u guys dari aku, pren sejati kalian jyaahh
☁
"Cepetan napa udah bulukan nih gue nungguin lo" ujar Ella kesal.
Ella adalah orang yang mau hidup sehat hari maka dari itu dia mau lari pagi, tapi belum juga sempat membuka pintu ada beberapa orang rusuh yang ingin ikut lari bersama Ella.
Yaitu Rosa, Enzo dan juga Minggu tapi Ella kesel banget soalnya Minggu nih lama banget siap-siapnya.
"Dah ayo gue udah ganteng banget ini" ujar Minggu dengan tingkat kepedean yang sangat tinggi.
"Kita mau olahraga anjir bukan nyari jodoh" sewot Enzo.
"Lah dimanapun kita berada harus cakep, siapa tau jodoh lewat" ujar Minggu.
"Terserah bangsat, ayok ah" kesal Rosa lalu menarik tangan Minggu agar lelaki itu cepat melangkah.
"Sabar tolol" sewot Minggu.
Selama lari mereka ini masih saja membicarakan hal-hal random, apa saja yang mereka lihat pasti akan jadi bahan untuk perbincangan, contoh ketika Minggu melihat wanita yang sedang lari tapi menggunakan gamis.
"Apa gak ribet ya lari pake gamis kaya gitu?"
"Udah biasa kali" jawab Enzo santai.
Belum lagi ketika Rosa melihat sekumpulan lelaki yang juga sedang berlari tapi botak semua, Rosa hampir tidak berkedip ketika melihatnya.
"Eh buset pasti mau pada daftar akpol nih mereka"
"Sotoy lu" ujar Ella.
Juga ketika Enzo melihat satu laki-laki yang dengan sengaja memamerkan otot di perutnya dengan gaya yang sangat menjijikan menurut Enzo.
"Dih anjing najis banget gayanya, dikira cewek bakal kagum gitu ya? Yang ada jijik kali"
"Bagusan juga badan gue kemana mana" saut Minggu yang setuju dengan perkataan Enzo.
Terakhir ada Ella yang melihat perempuan lari tapi pake pashmina dan terus membenarkan hijabnya yang berantakan.
"Kata gue mending ganti kerudung dah ribet banget liatnya"
"Gue jambak boleh gak sih?" tanya Rosa yang ikut kesel melihatnya.
"Dari pada lu jambak cewek kerudungan itu, mending lu tonjok cowok itu deh najis banget gue liatnya" saran Enzo kepada Rosa sambil menunjuk lelaki yang dimaksud dengan gerakan matanya.
"ANJING?" kaget Rosa ketika melihat laki-laki yang Enzo maksud.
"Ngapain dia begitu woy? Hueekk jijik banget gue liatnya" lanjut Rosa yang ingin sekali muntah melihat tingkah laku cowok random itu.
"Eh laper nih nyari bubur yuk" ajak Ella.
"Ayok deh gue juga laper" saut Enzo lalu merangkul Ella dan melangkah bersama.
Rosa yang melihat itu jelas kesal, apa-apaan dirinya ditinggal begitu saja dengan gapura kabupaten disebelahnya.
"Ini serius gue diginiin? Gue gak dianggap ini? Se sepele itu kah gue dimata mereka Ming? Ming sakit banget hati gue Ming kaya ditusuk samurai" ujar Rosa dramatis sambil memegang dadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAWALA | 97L
Fiksyen RemajaKost yang teletak di pinggir kota itu terdapat penghuni yang tidak biasa, yang diberikan nama "Kost Sawala" yang berarti perdebatan atau diskusi, yang lebih sering diberi julukan "Kost Gila" karena tingkah laku penghuninya yang bikin geleng-geleng k...
