35. Takjil

785 50 13
                                        

Sore ini Rosa dan juga Jafrian sedang mencari takjil untuk teman-temannya yang lain dan tentunya untuk mereka juga.

"Gue pengen candil ah" ujar Rosa yang langsung berjalan untuk membeli candil.

"Yaudah sekalian aja beli buat yang lainnya" ujar Jafrian.

Mereka sedang menunggu pesanan yang mereka pesan tadi selesai dengan beberapa aroma gorengan, aroma sate dan sop buah yang menjadi satu membuat mereka tidak sabar untuk berbuka.

"Apa gue buka sekarang aja ya?" celetuk Rosa.

"Ngaco, bentar lagi juga buka gampang banget goyah iman lo" amuk Jafrian.

"Wanginya enak banget lagi tuh sop buah, beli ah" memang dasarnya Rosa ini gampang sekali tergoda.

"Yaudah sono, gue mau beli gorengan"

Akhirnya Rosa dan Jafrian membawa berbagai macam takjil untuk dibawa pulang, karena mungkin ini awal-awal puasa jadi semua makanan di mata mereka sangat menggugah selera.

"PRINCESS PULANG" teriak Rosa dengan dobrakan pintunya, karena ia dan Jafrian membawa banyak sekali takjil, mau tidak mau ia terpaksa menendang pintu kost kesayangannya.

"OMOOOO MAKANAN GUEEE" teriak Cheryl heboh menghampiri Rosa lalu tanpa wajah bersalahnya membawa makanan itu ke meja.

"WOYYY JANGAN DIABISIN WOYYY" amuk Rosa.

"Buka aja belum, ini namanya gue membantu" sewot Cheryl.

"Seger banget sop buah nya" ujar Mira.

"YA KAN MIR, GUE JADI PENGEN BUKA SEKARANG" saut Rosa.

Mattheo yang mendengar celotehan Rosa itu lalu mengetuk kepala Rosa dengan sedotan, "Bentar lagi juga adzan bego"

"Iya deh iya" pasrah Rosa.

"Pisang goreng gue mana?" tanya Juna dengan wajah sewotnya.

"Lu kalo masang muka sewot kaya gitu gue abisin ya anjrit" amuk Rosa.

"Hehehe jangan dong"

"TOLONGGGG" teriak Dika yang berlari dari lantai 2.

"WOY MONYET SINI LU" terlihat Minggu yang sedang mengejar Dika.

"Kenapa lagi sih Ming?" tanya Jara.

"JAGAIN ANJIR SI DIKA, DIA JATOHIN SEMPAK GUE KE RUMAH TETANGGA" jelas Minggu.

"Pfftt Dika" Lizia tak menyangka dengan tingkah laku temannya itu.

"Lagian lu ngapain gue tanya?" ujar Jafrian menengok sedikit kebelakang karena Dika bersembunyi di balik badannya.

"Y-ya gue gak sengaja" ujar Dika gelagapan takut melihat Minggu yang sudah seperti banteng di matanya.

"Bohong Ming sengaja itu, tadi dia bisikin ke gue mau jatohin sempak lo" Rosa semakin memberikan pancingan untuk Minggu agar semakin emosi.

"WOY MONYET SINI LO"

"BOHONG ANJRIT MING JANGAN PERCAYA WANITA ULAR ITU"

Ketika Dika sedang bersembunyi di balik tubuh Jafrian ia mencium wangi yang sangat sedap, ketika ia melirik kearah kanan ternyata itu adalah tahu crispy yang ia pesan tadi pada Rosa.

Ketika Minggu akan melayangkan tinju nya pada Dika, Dika sudah berjalan kearah tahu crispy kesayangannya itu, jadilah tinjuan Minggu melesat kepada Jafrian.

"WOY ANJING PUNYA MASALAH APA LO SAMA GUE?" amuk Jafrian.

"LAH? SI KUTU KUPRET MANA?" heran Minggu.

"HALAH BILANG AJA LO GAK SUKA SAMA GUE"

"ENGGA ANJIR JAF, GUE TADI MAU NINJU SI DIKA SUMPAH DAH SUER, MAU SUMPAH POCONG LO SAMA GUE?"

"Heuheuheu mampus kau" ujar Dika yang sudah duduk manis memeluk tahu crispy nya.

apakabar prenn? aduhh bentar lagi lebaran yaa pren...

sorry kalo ada typo ya pren ku semua.

bingung dah namatin nya..

ehhhh btw aku mau nanya pren, aku kan RENCANANYA mau bikin book lagi tapi bingung dah, liat nanti aja.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 27, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SAWALA | 97LTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang