32. Acuh

690 59 10
                                        

Ini sudah hari ke-3 Rosa mendiamkan Jafrian, dan sudah tiga hari juga Jafrian membujuk Rosa agar memberitahu apa kesalahannya. Sedangkan Dika sepertinya sudah tau apa yang sedang terjadi, karena dia suka memperhatikan keadaan sekitar.

"Baikan napa, diem-diem bae ah neng" ujar Dika menyenggol lengan kanan Rosa.

"Apasih ah lo" Rosa menatap Dika dengan sinis.

"Udah lah baikan aja kenapa sih, lu tanya baik-baik ama orangnya yang kemarin tuh siapa, gitu aja kok repot" sahut Dika santai, yang sedang meminum es jeruk.

"Gue gengsi ah, gue kan bukan siapa-siapanya" ujar Rosa bimbang.

"Lah tuh tau, kok cemburu?"

BUGH

"AWWW ANJRIT SAKIT, KOK GUE DIPUKUL?" teriak Dika, ketika dia dipukul begitu saja oleh Rosa.

"Kalo ngomong yang sopan makannya" ujar Rosa.

"Lah kan gue berbicara fakta"

"Fakta lo nusuk paru-paru, sampe gue gak bisa napas" ujar Rosa menatap Dika dengan sinis.

"Lebay" ujar Dika memukul pelan pundak Rosa.

"Iya juga ya, apa gue tanya ke si bangsat itu?" tanya Rosa sambil menatap Dika.

"UDAH GUE BILANG YA MAEMUNAH, LO GA MAU DENGER" amuk Dika, ketika mendengar jawaban Rosa, padahal tadi dia menolak saran yang Dika berikan.

"Santai aja elah, marah-marah mulu cepet tua tau rasa lo"

"Hati gue berasa dicabik-cabik Dik" lanjut Rosa dramatis sambil memegang dadanya dengan ekspresi yang luar biasa ingin Dika tampar.

"Lama-lama gue cepuin ya ke si Jafrian" ancam Dika.

"JANGAN DONG BABI!" amuk Rosa.

Ketika Rosa dan Dika sedang asik berdebat, tiba-tiba saja Jafrian datang lalu mendorong pelan Rosa agar sedikit memberikan tempat di sofa untuk ia duduki.

Dika yang melihat itu sontak langsung menatap Rosa dengan senyuman jahilnya.

"Aduh duh gue tiba-tiba mules nih, eh nitip ya es jeruk gue" ujar Dika yang langsung berlari pergi menuju kamarnya, meninggalkan es jeruk yang masih tersisa cukup banyak.

"Ros" panggil Jafrian.

"Hmm"

"Kenapa sih lo? Kasih tau gue dong, gue salah apa"

"Loh? Lo gak ada salah apa-apa tuh sama gue" ujar Rosa santai.

"Dih bohong banget lo, kalau gue gak punya salah mana mungkin lo diemin gue" saut Jafrian menatap Rosa dengan tatapan bingung.

"Gak ada tuh gue diemin lo"

"Dari tadi jawaban lo cuma gak ada, gak ada mulu"

Jafrian dan Rosa tidak ada yang mau melanjutkan percakapan, sebenarnya Rosa ingin sekali menanyakan kepada Jafrian siapa wanita yang di boncengnya kemarin, tapi ya namanya juga wanita, gengsi.

"WOYYY ES JERUK SIAPA TUH" teriak Yusi bertanya pada Rosa dan Jafrian.

Kedatangan Yusi yang mendadak itu tentu saja membuat Rosa dan Jafrian terkejut bukan main, bukan hanya suaranya saja tetapi hentakkan kaki yang Yusi buat juga membuat mereka terkejut.

"BAJINGAN LO BIKIN KAGET AJA" amuk Rosa melempar bantal yang ia peluk kearah Yusi.

"Hehehe sorry"

"Punya si Dika nih, bawa aja" ujar Jafrian memberikan es jeruk itu pada Yusi.

"Wow enak banget nih masih banyak, oke deh bye ya gue mau me time dulu" ujar Yusi, meninggalkan dua manusia yang masih betah berdiam diri.

Akhirnya karena Rosa geram dengan keheningan yang terjadi, dengan segala keberanian dan tentunya menyingkirkan gengsinya itu, ia mulai memanggil Jafrian untuk bertanya.

"Jaf"

"Apa?"

"Emm gue ma-" ucapan Rosa terhenti ketika Minggu datang dari arah dapur menawarkan mie yang dia buat.

"Woyy dua manusia babi, pada mau mie gak?" tanya Minggu.

"Bisa gak lo kalo nawarin itu ga usah bilang begitu" sinis Rosa.

"Gak bisa" jawab Minggu santai.

"Gak ada yang mau kan? Yaudah bye" ujar Minggu, padahal Jafrian belum menjawab pertanyaannya.

Jafrian sedikit kesal karenanya, setelah Minggu menghilang dari pandangannya dia kembali menatap Rosa, kemudian bertanya "Mau ngomong apa tadi Ros?"

"Itu kem-" ucapan Rosa kembali terpotong ketika Jeka datang dari arah pintu dengan berteriak.

"ANJAYYY BERDUAAN AJA NI BO-" teriakan Jeka tertahan, karena Rosa memotong ucapannya.

"BISA GAK LO LANGSUNG MASUK KAMAR AJA?" amuk Rosa yang langsung berdiri dan menunjuk kearah Jeka.

"Nyeremin kaya lutung" ujar Jeka yang kemudian berlari ke kamarnya.

"Sabar, jadi tadi mau ngomong apa?" tanya Jafrian, menarik tangan Rosa agar kembali duduk.

"monyet ah jadi males gue nanya nya"

"Loh? Apa cepetan keburu ada yang dateng lagi" ujar Jafrian dengan sabar.

"Gue cuma mau nanya kemarin lo bonceng siapa" ujar Rosa jujur.

Jafrian berpikir sejenak, mengingat kemarin ia membonceng siapa. Ah ternyata Jafrian tau kenapa Rosa mendiamkannya selama 3 hari ini, dengan sengaja Jafrian menjawab pertanyaan Rosa dengan jawaban menyebalkan.

"Bonceng cewek" jawab Jafrian santai.

"TAI, GUE JUGA TAU ITU MAH, UDAHLAH MALES GUE SAMA LO" amuk Rosa bangkit dari duduknya, tetapi tertahan karena Jafrian menahan tangannya.

Dengan tawanya Jafrian kembali berucap "Bercanda elah, marah-marah mulu dengerin dulu makanya jangan langsung bangkit dari kubur aja lo"

"Monyet" sewot Rosa yang sudah kembali duduk.

"Kemarin itu gue boncengin saudara-" belum selesai Jafrian menyelesaikan perkataannya, Rosa sudah kembali bersuara.

"Halah bacot, saudara-saudara najis" ujar Rosa yang sudah terlanjur emosi.

"Dengerin dulu bocah" ujar Jafrian menyentil pelan dahi Rosa.

"Itu saudaranya temen gue, kemarin dia minta tolong buat dianterin pulang karena temen gue lagi gak bisa nganterin" jelas Jafrian.

"Kan ada ojek, lebay banget ah bocahnya" ujar Rosa.

"Ya mana gue tau, kan gue di mintain tolong"

"Terus kenapa lo bulak-balik?" tanya Rosa lagi.

"Ada barang yang mau gue beli dulu"

"Oh"

Melihat respon Rosa yang seperti itu, membuat Jafrian tidak bisa lagi menahan tawanya, yang membuat Rosa menatapnya heran.

"Napa lo?" tanya Rosa dengan nada galak.

"Jadi gara-gara itu lo diemin gue tiga hari? Kenapa tuh cemburu ya" ujar Jafrian menggoda Rosa.

"Apaansih, kepedean banget jadi orang"

"Yaelah bilang aja kali" Jafrian masih saja terus menggoda Rosa, bahkan sampai Rosa sudah jengkel pun Jafrian tidak peduli.

"IHH DIEM GAK LO" amuk Rosa karena Jafrian masih terus menggodanya.

haiii pren, apakabar?

sorry kalo ada typo ya, namanya juga manusia ada salahnya.

jangan lupa vote sama komen ya, kasih diriku feedback prenn plss...

sejujurnya, aku ga tau mau namatin cerita ini kaya gimana....

💐💗

SAWALA | 97LTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang