Matahari siang hari ini seperti satu jengkal berada di atas kepala Rosa yang tengah menunggu jajanan yang ia pesan selesai, ia duduk dengan manis dibangku yang sudah tersedia disana, menatap jalanan yang ramai dengan pengendara motor dan mobil.
"Anjrit banget dah hari ini panasnya ga ngotak"
Ketika sedang mengibaskan telapak tangannya, Rosa melihat satu motor yang sedang membonceng wanita, ketika ia melihat siapa yang mengendarai motor itu, sontak mata Rosa membuka dengan sangat lebar dan dengan refleks menutup mulutnya dengan telapak tangan yang tadi ia gunakan untuk mengurangi hawa panas yang ada yang disekitarnya.
Saat ini sepertinya Rosa kepanasan bukan hanya pengaruh matahari yang terasa seperti satu jengkal diatas kepala, tetapi dengan melihat pengendara motor itu juga ia dibuat semakin panas.
"Bangsat si japri, look like an angel talk like an angel, bajingan sikapnya kaya ngasih harapan tai" geram Rosa.
"Awas lu gue cuekin sampe mampus"
"Neng ini udah selesai" perkataan abang martabak telor itu membuat Rosa tersadar dari emosinya.
"Berapa bang?"
"Lima ribu aja neng"
Rosa lalu memberikan selembar uang senilai 5 ribu itu kepada penjual martabak telor yang berada tidak jauh dari kampusnya.
"Nyesel dah gue gak bawa motor, panas-panas gini disuruh nunggu ojek nasib, nasib jadi jomblo"
Selagi menunggu ojek yang ia pesan datang, lagi dan lagi Rosa melihat Jafrian yang sedang membonceng wanita cantik.
"Jaf? tai, maksudnya apa lu bulak-balik depan gue gitu? mau bikin gue panas apa begimana njing?" amuk Rosa, yang pastinya tidak ajan terdengar oleh Jafrian.
"Liatin aja gue juga bisa kaya gitu Jaf, tunggu aja tanggal mainnya" ujar Rosa dengan percaya dirinya.
☁
"Tumben banget kosan sepi, pada kemana yang lain?" tanya Jafrian pada Enzo lalu meletakkan makanan yang ia beli di jalan tadi.
"Lu amnesia apa gimana sih? Ya pasti pada ngampus lah kocak" jawab Enzo sewot.
"Lah kok lu gak ngampus?"
"Lu juga kagak tuh"
"Gak ada kelas gue hari ini" ujar Jafrian.
"Ya sama gue juga" sahut Enzo, lalu membuka makanan yang Jafrian bawa.
Setelah perdebatan Enzo dan Jafrian yang tidak berbobot itu, datanglah Rosa degan wajah kesalnya sambil menghentakkan kakinya berkali-kali. Membuat Enzo dan Jafrian terheran-heran pada temannya yang satu itu.
"Woy kenapa lu? Datang-datang kusut banget tuh muka?" tanya Enzo.
"Abis menerjang panasnya DUNIA" jawab Rosa yang menekankan kata 'Dunia' sambil menatap wajah Jafrian.
"Weitsss selow aja bang" ujar Jafrian.
Rosa tidak memperdulikan perkataan Jafrian, ia langsung berjalan dengan kaki yang masih ia hentakkan ke lantai.
"ROS GAK MAU INI JAJANAN?" Jafrian berteriak, bertanya pada Rosa.
"GAK SUDI" jawab Rosa yang membuat Jafrian semakin terheran-heran.
"Si Rosa kenapa sih?" tanya Jafrian pada Enzo.
"Pms kali"
"KAU TERBANGKAN KU KE AWAN LALU JATUHKAN KE DASAR JURANG AKU SAKITT, AKU SAKITT HATI"
Teriakan Rosa barusan sangat menggelegar di bangunan yang Jafrian dan teman-temannya singgahi.
"Buset lagi galau ternyata" ujar Enzo yang sedang melahap cilor yang Jafrian beli.
Tidak lama Rosa kembali keluar dari kamarnya dan duduk disebelah Enzo dengan wajah tidak bersahabatnya itu.
"Bawa apa si bangsat itu Nzo?" tanya Rosa yang membuat Jafrian menunjuk dirinya sendiri.
"Maksud lo? Si bangsat itu gue?" tanya Jafrian tidak percaya.
"Enggak tuh, kepedean banget jadi orang, dah lah sono mandi lo bau banget matahari kaya abis JALAN-JALAN, dari mana sih lo?" tanya Rosa yang kembali menekankan kalimatnya tepat pada kata 'Jalan-jalan'.
Niatnya Rosa ingin mendiamkan Jafrian beberapa hari, tapi sepertinya Rosa tidak sanggup melakukan itu.
Refleks Jafrian langsung mencium harum tubuhnya sendiri, benar juga yang Rosa bilang dia bau matahari "Yaudah sih Ros namanya juga abis dari luar, lu liat noh panas banget dunia, kaya diri lo yang lagi kepanasan gak tau gara-gara apa" selepas mengatakan itu Jafrian langsung berlari karena takut dengan amukan Rosa.
"MAKSUD LO?"
"Berisik ah maemunah, dah tuh anteng-anteng lu makan cilor" ujar Enzo menyodorkan cilor yang hanya sisa beberapa saja.
"Sakit banget hati gue Nzo, kaya dicabik-cabik gitu" ujar Rosa mengambil satu cilor.
"Lebay" ujar Enzo santai.
"LEBAY? NZO? SERIUS? INI SERIUS GUE DIGINIIN?" ujar Rosa dramatis.
"Ya lu gak cerita kenapanya, mana gue tau anjir" sewot Enzo.
"Ah gak mau cerita, lu suka cepu"
"KAPAN GUE CEPU KOCAK?" giliran Enzo yang emosi kali ini.
"Kok marah?" tanya Rosa heran.
"Lu bikin emosi"
"Nzo ke club yu" ajak Rosa dengan santainya.
"Istighfar lo, kalo bapak lo tau udah disiram anjir"
"Galau nih gue" ujar Rosa dengan wajah yang lesu itu menatap Enzo dengan penuh harap, agar lelaki dihadapannya itu akan luluh dan mau diajak pergi ke club.
"Gak semua masalah itu selesai kalo lo pergi ke club kocak, yang ada nambah masalah, gimana kalo pas lo ke club ada om-om mesum terus lo diapa-apain sama dia?" ujar Enzo.
"Ih gak mau, jangan sentuh-sentuh dede"
"Ya makanya, lagak lo ke club, minum soda kebanyakan aja muntah lo"
"Bangsat jangan buka kartu gitu dong"
☁
Haiiiii prennn apa kabar semuanyaa??
Vote sama komennya dong pren jangan lupa, kasih diriku feedback plss, kalian kan baik hati dan tidak sombong😔☝🏻
Oh iya sorry kalo ada typo yaa pren..
KAMU SEDANG MEMBACA
SAWALA | 97L
Teen FictionKost yang teletak di pinggir kota itu terdapat penghuni yang tidak biasa, yang diberikan nama "Kost Sawala" yang berarti perdebatan atau diskusi, yang lebih sering diberi julukan "Kost Gila" karena tingkah laku penghuninya yang bikin geleng-geleng k...
