Berhubung besok puasa anak-anak Sawala hari ini sedang menyiapkan makanan untuk nanti selama bulan suci ramadhan. Buat sahur juga sih biar nanti tinggal manasin aja gak perlu repot-repot masak lagi.
"Sana ah lu biar gue aja yang masak" usir Minggu pada Juna. Karena bukannya membantu, Juna malah menyomoti makanannya ya emosi banget lah Minggu.
"Gue kan mau membantu Ming, kok gak boleh?" tanya Juna dramatis.
"Gak usah, gak usah sana lu nonton aja" usir Minggu.
Akhirnya Juna memilih menuruti perkataan Minggu pergi menonton TV dengan Mattheo, tetapi baru saja 5 menit Minggu merasakan ketenangan datanglah Rosa dengan wajah tengilnya.
"AMINGG" panggil Rosa serasa berjalan dengan gaya lenggak-lenggok nya.
"Ngapain lu kesini?" tanya Minggu sinis.
"Gue mau bantuin sama Dika, tapi si Dika lagi sholat ashar dulu katanya" jawab Rosa dengan senyuman diwajahnya.
Minggu hanya menghela napas pasrah, ia membiarkan kedua mahluk aneh itu membantunya, Minggu membiarkannya karena meskipun mereka tengil dan tidak mau diam, tapi masakannya cukup enak.
"Ck yaudah, tapi panggilin si Jara suruh bantuin Juga" ujar Minggu menyuruh Rosa.
"SIAP KOMANDAN" teriak Rosa lalu berlari untuk memanggil Jara.
Sekitar 5 menit Rosa memanggil Jara, ia kembali dengan Dika dan juga Jara yang sudah siap membantu Minggu.
"Anjay pasukan gue nih" ujar Minggu bangga.
"MASAK MASAK SENDIRI~" Rosa bersenandung kecil yang langsung disangkal oleh Dika.
"MASAK MASAK RAMEAN~"
"Stress anjir orang-orang" ujar Jara.
Minggu dkk, melanjutkan memasak untuk berpuluh-puluh orang, mereka gak mau makan kalo gak ada campur tangan Minggu.
☁
Setelah nobar sidang isbat yang sudah fiks bahwa bulan suci ramadhan akan dilaksanakan besok, anak Sawala langsung bersiap-siap untuk taraweh.
"SARUNG? SARUNG GUE MANA?" teriak Jeka, sambil mencari sarungnya di sofa dengan melempar-lempar bantal.
"WOYY BABI KENA MUKA GUE" amuk Cheryl.
"LOH ATASAN MUKENA GUE LUPA GAK KEBAWA" ujar Rosa ketika ketika keluar dari kamarnya dia hanya menggunakan bawahan mukena saja.
"Ribut bener orang-orang kaya gue dong udah siap dari tadi sarung, peci" ujar Bama santai.
"Lu tolol apa gimana sih Bam?" tanya Lizia heran menatap Bama dari atas sampe bawah.
"Kenapa?"
"Gak kerasa sesuatu gitu Bam?" kini giliran Mira yang bertanya.
"Apaan sih?" geram Bama karena dari tadi tidak ada yang langsung memberitahunya.
"LU GAK PAKE BAJU GOBLOK" amuk Juna melempar Bama dengan bantal sofa.
"LAH IYA ANJIR"
"Orang-orang kok heboh banget ya?" heran Rosa.
Setelah semua kericuhan yang terjadi akhirnya mereka semua bergegas menuju masjid terdekat untuk melaksanakan sholat taraweh.
Mereka langsung berpisah menuju shaf masing-masing ketika sudah berada di dalam masjid.
Kini Rosa sedang duduk diantara nenek-nenek dan Lizia, tetapi belum ada 5 menit Rosa duduk dia sudah mencium aroma tidak sedap, dia melirik Lizia yang berada di sebelah kanannya.
"Napa lo?" tanya Lizia.
"Lu mencium apa yang gue cium kan?" tanya Rosa.
"Iya, yaudah sih namanya juga nenek-nenek" jawab Lizia santai.
"Tapi bau banget balsem anjing" ujar Rosa agak sedikit mengeraskan suaranya.
"Lu kalo ngomong pelan-pelan monyet" amuk Lizia.
"El" panggil Rosa.
"Apaan?"
"Bagi yupi" pinta Rosa karena sebelum ke masjid Ella membawa satu bungkus yupi.
Ella langsung memberikan 3 yupi kepada Rosa, masalah nya yang lain udah pada mulai sholat anak dua ini malah masih asik nyemilin yupi, bahkan Rosa sudah di tendang sedikit oleh Lizia yang mengisyaratkan untuk sholat.
"Apa sih lu Liz? Sholat aja sono gue mau ngabisin yupi dulu sama si Ella" amuk Rosa menatap sinis Lizia yang sedang berjamaah.
Disisi lain, Dika dan Jeka berada di shaf kedua paling belakang, yang dimana shaf paling akhir berisi bocah kematian semua.
Disaat detik-detik terakhir membaca surat al-fatihan, bocah-bocah di belakang itu sudah bersiap dengan mulut-mulut tidak sopannya itu.
"Lu siap ya pas aamiin teriak paling kenceng"
"Belum masih lama aamiin nya"
"Dih dia mah gak apal al-fatihah, biarin aja dah bocah kurang iman"
"nah nih nih bentar lagi"
"SEMUANYAAAA"
"AAMIIN"
Dika dan Jeka tidak lagi bisa menahan tawanya, akhirnya mereka membatalkan sholatnya dan kembali pulang ke kost, disusul oleh Rosa dan Ella, memang anak-anak ini.
Seharusnya mereka yang pantas di sebut bocah kurang iman.
☁
Hai prenn apakabar? gimana puasanya lancar?
sorry ya kalo ada typo, namanya juga manusia.
vote sama komen ya pren, itu lah semangat dan motivasiku untuk membuat cerita.
💐✨
KAMU SEDANG MEMBACA
SAWALA | 97L
Teen FictionKost yang teletak di pinggir kota itu terdapat penghuni yang tidak biasa, yang diberikan nama "Kost Sawala" yang berarti perdebatan atau diskusi, yang lebih sering diberi julukan "Kost Gila" karena tingkah laku penghuninya yang bikin geleng-geleng k...
