Di ruang tamu malam ini, tidak semuanya berkumpul karena sebagian dari mereka memilih untuk diam dikamar mengerjakan tugas yang menumpuk karena ditunda-tunda.
Maka dari itu yang tersisa hanyalah Rosa, Jafrian, Minggu, Dika, Yusi, Mira, Jeka dan Winan. Karena mereka lah yang lebih dulu mengerjakan tugas, jangan salah Rosa ini lebih rajin dari yang lain jika masalah tugas.
"Gue masak mie ah" celetuk Minggu memecahkan keheningan yang terjadi.
"Lu makan mie mulu Ming ah dari kemarin" amuk Rosa.
"Itu udah seminggu yang lalu ya" elak Minggu.
"Halah nih ngomong sama pantat gue" ujar Rosa dengan menepuk pantat nya.
"Udah lah dari pada kita diem-dieman mending makan aja" ujar Mira.
"Boleh tuh, Ming lu bikin mie ya sama gue di bantuin, bantu doa" ujar Yusi dengan sangat percaya diri.
Mendengar penuturan Yusi, membuat Minggu langsung menyeret Yusi agar mau membantu dirinya.
"Kita makan mie malam ini bareng-bareng satu panci, rasa mie kocok bandung buatan Chef Minggu dan Chef YUSI" jelas Minggu sembari menekankan nama Yusi.
"Yaudah, gue beli martabak dah kalo gitu biar ada yang manisnya" ujar Rosa kemudian bangkit dari duduknya lalu membawa kunci motor.
"Beli sama siapa?" tanya Jafrian.
"Sendiri lah, lo gak liat gue berdiri sendiri?" geram Rosa.
"Ikut, gue sekalian mau beli sukro buat mie"
"GAS, LO YANG NYETIR YA" ujar Rosa kegirangan, dia girang karena dia tidak harus cape-cape nyetir motor di malam hari.
"Iyeee"
☁
"Mang martabak manis coklat keju satu ya"
Setelah memesan satu martabak Rosa duduk untuk menunggu martabaknya jadi, tentu saja dengan Jafrian disebelahnya. Ya masa Jafrian mau duduk jauhan kan gak mungkin, orang kesini nya bareng.
"Gue beneran kepo" celetuk Jafrian.
"Kepo apaan?"
"Lu beneran cemburu ya sama gue waktu itu?" tanya Jafrian serius.
Mendapat pertanyaan seperti itu Rosa mendadak kaku layaknya patung, "A-apaan sih, udah gue bilang gue cuma nanya"
Jafrian tertawa mendengarnya, "Gak mungkin banget"
"Lah? Gak ada yang gak mungkin di dunia ini Jaf" saut Rosa.
"Iya sama kaya perasaan gue ke lo"
"Hah?" Rosa bingung apa arti dari Jafrian yang mengatakan itu padanya.
"Dasar gak peka" Jafrian mencubit gemas pipi Rosa.
"JANGAN DICUBIT NTAR PIPI GUE MAKIN MELAR" amuk Rosa.
"Hahaha enggak lah"
"Lama banget ah Jaf, suruh cepetan abangnya" geram Rosa.
"Sabar lah kocak, jadi orang kok gak sabaran"
"Ros" panggil Jafrian.
"Hah?" saut Rosa.
"Jangan sama siapa-siapa dulu ya" ujar Jafrian menatap mata Rosa.
"Hah? Apasih gak jelas lu jadi orang"
"Ck, bukan itu maksud gue maemunah" geram Jafrian.
☁
"ANJAY MARTABAK DATENG NIH BOS" ujar Dika semangat.
"Si Aming masih masak mie?" tanya Jafrian.
"Masih soalnya tadi gas abis, jadi beli dulu gas" jawab Mira.
"GUYS MIE JADI NIH" teriak Minggu sambil membawa panci panas yang berisi mie.
"ASIK ASIK JOS AH" teriak Rosa dibarengi dengan gerakan konyol nya.
"Kata gue lu banyak-banyak istighfar deh Ros" peringat Winan.
"Sewot aja lu ah" sinis Rosa.
"Minum nya mana Ming?" tanya Yusi.
"Lah lu gak bawa?" Minggu malah balik nanya.
"LAH KAN GUE NYURUH LU KOCAK"
"Ya maaf gue kan gak denger"
"Gue aja dah yang bawa, bentar" ujar Dika.
Dika bergegas menuju dapur untuk membawa satu botol cola, setelah ia membawanya Dika kembali dengan wajah yang berseri-seri.
"PESTA MIRAS KAWAN" teriak Dika sambil mengangkat botol cola.
"ASIK, AKANG GENDANG MUSIK" saut Jeka.
"Tolol"
☁
haii prenn, bentar lagi puasa yaa selamat menjalani ibadah puasa semuanyaaaa...
sorry kalo ada typo ya, namanya juga manusia.
vote dan komen woyyy jangan lupaaa !!!
KAMU SEDANG MEMBACA
SAWALA | 97L
Novela JuvenilKost yang teletak di pinggir kota itu terdapat penghuni yang tidak biasa, yang diberikan nama "Kost Sawala" yang berarti perdebatan atau diskusi, yang lebih sering diberi julukan "Kost Gila" karena tingkah laku penghuninya yang bikin geleng-geleng k...
