"Aku miliknya. Bukan karena cinta-tapi karena takdir memperbudakku kepadanya. Tapi di balik dinginnya tatapan, ada luka yang membuatku ingin tinggal... meski dalam rantai." -yn
Air mataku mulai merembes. Aku memeluk tubuhku sendiri ketakutan. Aku takut kepada haechan
Ceklek!
"Sudah bangun hm?" tanya haechan yang baru saja keluar dari kamar mandi. Aku mengangguk pelan, lalu menjawab iya
"Mandilah" ucapnya
Aku hanya mengangguk, lalu bangkit dari tidurku, lalu berjalan ke arah kamar mandi, tetapi langkahku terhenti saat haechan mencekal ku
"Bajumu sudah ada di walk in closet dan jangan lupa pelajaran yang tadi, mengerti hm?"
Tanpa banyak basa basi aku mengangguk dan menarik tanganku, lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi
Aku menutup pintu kamar mandi, lalu memegang dadaku yang sudah berdegup kencang
Aku berusaha menghilangkan ingatanku, tentang haechan yang menghukummu tadi. Aku menggigit bibir bawah ku dan tak kuasa menahan rasa tangisku
Aku menutup mulutku berusaha agar tak mengeluarkan suara isakan, takut haechan marah lagi kepadaku
Aku mengguyur tubuhku dengan air dingin lalu berusaha menenangkan pikiranku. Air mataku terus saja mengalir, tak kuasa menahan sakit yang tadi ditorehkan haechan di punggung ku
"Hiks"
(Diruang tamu)
haechan tersenyum gembira saat melihat hasil foto y/n yang baru saja dihukum nya. Saking gembiranya tanpa tau malu, haechan mempostnya di story whatsapp nya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kann diem diem si haechan suka sama y/n🙄
Okee segini dulu cerita dari author gimana seru ngga seru ngga.. Jangan lupa vote 🌟 + komen supaya author bisa up terus cerita nya