6. I think about you.

2.7K 284 10
                                        











Dapat Sakura simpulkan, di keesokan paginya, bahwa Uchiha Sasuke dapat memuaskannya. Terlampau memuaskan, Sakura nyaris pingsan karena kelelahan.

Pertanyaan yang Sakura lontarkan sebagai guyonan, provokasi ringan, berujung memberikan Sakura pelajaran, bahwa, memprovokasi Sasuke adalah kesalahan.

Sakura tidak menyangka pria itu memiliki cukup banyak energi dan stamina, Sakura merasa akan mati saat meladeni tumpahan nafsu Sasuke yang berlebihan. Sakura masih teringat bisikan jenaka yang Sasuke lontarkan di tengkuknya semalam, suara rendah penuh ejekan.

"Kau tidak akan menyerah sekarang, kan, Haruno Sakura?"

Kendati energi di tubuhnya nyaris terkuras habis, otot-otot meringis, Sakura dengan ego dan gengsi yang tinggi menimpali Sasuke dengan kekehan tipis. "Aku pikir kita baru mulai," kata Sakura, pongah. Tidak mau mengalah.

Pada akhirnya, dia menjadi orang pertama yang kehabisan daya.

"Keparat, apa dia binatang?" Sakura menghela napas lemah. Cahaya matahari pagi yang masuk melalui celah tirai jendela membangunkannya, mengingatkannya pada kegiatan buasnya semalam yang terbilang..., spektakuler?

Itu sempurna. Kendati menguras tenaga, Sakura menyukai ekstasi dan euforia yang datang dari pergelutan buasnya dan Uchiha Sasuke. Sakura merasa, barangkali, itu adalah malam terbaiknya.

Tidak, malam itu memang malam terbaiknya.

"Ugh..."

Bicara soal malam terbaik, Sakura tidak menemukan Uchiha Sasuke di sebelahnya. Pria itu menghilang entah kemana, dan Sakura tidak begitu memikirkannya. Sakura fokus memungut pakaiannya yang tercecer di lantai dan mengecek jam di ponselnya.

Saat itu sudah pukul tujuh.

Sakura merasa lega ia tetap terbangun tepat waktu seperti hari-hari normalnya, menepikan fakta kalau ia sangat kelelahan semalam dan butuh istirahat panjang. Sakura tidak bisa menyia-siakan waktu untuk bersantai di kamar tidur mewah itu.

Merapikan penampilannya di depan kaca, Sakura menyadari adanya beberapa jejak ciuman di leher dan pundaknya. Pemandangan itu cukup mengganggu mata, Sakura jadi teringat bagaimana rasa bibir Sasuke ketika menyapu kulitnya. Itu adalah ingatan yang memicu reaksi asing di tubuhnya, panas menyebar di wajahnya. Sangat mengganggu pikirannya.

"Aku harus pulang," Sakura menepuk pipi, menarik kesadarannya kembali pada realita. Ia tidak boleh berlama-lamaan merenungkan kejadian semalam. Ia tidak boleh terpaku pada sesuatu secara berlebihan. Itu berbahaya.





***






"Sudah mau pulang?" Sebuah tanya menyapa Sakura ketika ia menapak keluar dari penthouse Sasuke. Tepat di depan matanya, Uchiha Sasuke muncul dalam keadaan segar-bugar. Keringat menguar dari pori-porinya, membasahi kaos abu-abu yang mengantung longgar di tubuh jangkungnya.

Saat Sakura menjumpai Sasuke di sana, Sakura menyadari pria itu habis berolahraga.

Wow, setelah semalam, Sasuke masih punya tenaga untuk berolahraga. Sakura terkesan.

"Mm. Aku mempunyai kerjaan pagi ini."

"Kenapa kau tidak mengambil libur saja, kau terlihat sangat kelelahan."

"Awww, apa kau mencemaskanku?" Tanpa bisa mencegah dirinya sendiri, Sakura menggoda Sasuke lagi. Entah mengapa, Sakura merasa gembira saat melihat Sasuke iritasi atas gangguannya.

"Padahal kau yang membuatku seperti ini."

Menyadari intensi Sakura, kejahilan yang terukir jelas di parasnya, Sasuke berujung merotasikan mata. "Kau tidak pernah jera, ya?"

TWISTED NIGHT (SASUSAKU)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang