Ada sesuatu yang tidak bisa disampaikan Adara pada Edo.
**
Adara berkumur-kumur setelah menggosok giginya. Masuklah Mbak Putri ke kamar mandi.
Kesadaran melecuti pikiran Mbak Putri. Tentang siapa wanita yang memuaskan Pak Bos tempo hari.
"Jadi kamu yang di mobil waktu itu...," kata Mbak Putri.
"Maaf, Mbak...," sahut Adara sekenanya.
"Siapa aku judge kamu, Adara?" jawab Mbak Putri tenang. "Tapi aku boleh minta sama kamu?"
"Apa, Mbak?"
"Kamu punya potensi. Nggak ada yang deny kemampuan kamu bekerja. Aku berharapnya kamu tetap profesional sekalipun sekarang orang-orang kantor tahu kamu pacarnya Pak Edo."
Adara mengangguk-angguk. "Tentu, Mbak! Saya tetap bekerja sesuai tugas saya kok. Terima kasih ya, Mbak, Mbak masih percayai saya."
"Oke deh. Sana ke meja."
Cuma Mbak Putri yang sikapnya pengertian pada Adara. Dua rekan kerja Adara lainnya memilih untuk bungkam dan bicara seperlunya dengan Adara.
Adara menyesal. Dia tidak terbuka pada mereka. Tapi mau bagaimana lagi. Dulu pertimbangannya untuk menyembunyikan hubungannya dengan Edo karena dia tidak mau dipandang sebelah mata.
Dia mau orang menganggapnya bisa bekerja karena dia memang bisa bekerja. Bukan karena dia orang titipannya Pak Bos.
Mulanya Adara sabar. Sampai dia mendengar Ello dan Mila berebut mengerjakan tugas Adara yang akan dilimpahkan Mbak Putri.
"Guys." Adara menghela napas panjang. "Saya minta maaf. Saya... saya tidak ngasi tahu ya karena saya mau diperlakukan sama!"
"Tapi kamu pacarnya Pak Edo," jelas Mila. "Kalau kerjaan kamu berat terus..."
"Nggak! Pak Edo nggak akan marahin kalian.. ngg maksudnya.. nggak mungkin marah karena pekerjaan saya yang banyak. Benar deh!"
"Benar nih?" Ello memastikan.
Mbak Putri juga menunggu jawaban Adara.
Adara menggangguk. "Benar kok! Sudah biasa saja. Anggap saya seperti sebelumnya ya?"
Dia tidak hanya mengucap pepesan kosong. Edo tegas pada semua karyawannya termasuk Adara.
Dalam pekerjaan ada saja tegurannya bagian akunting itu. Data yang salah dimasukkan. Laporan yang telat di-submit. Yang kena bukan hanya Mbak Putri tapi setim kena semprot Pak Bos.
Edo juga tidak meminta maaf secara pribadi seperti sebelum-sebelumnya. Ya biasa saja. Dia memperlakukan Adara selayaknya bos pada bawahan.
Kesedihan dirasakan Adara. Sedikit.
Bawahan menelan pahit karena sikap atasan yang tidak menyenangkan bukan sesuatu yang mengherankan. Ya namanya kerja. Ada saja hal yang tidak mengenakkan.
Di sisi lain Adara lega dia diperlakukan seperti karyawan-karyawan lain. Kan memang itu yang dia mau sejak hari pertama dia bekerja di perusahaan konstruksi milik keluarga Pak Edo.
Bukan itu saja yang buat dia lega.
Ada hal lain. Bukan karena Chen yang mengirimkan update terbarunya. Bukan juga Pak Edo yang berlaku adil padanya. Sebenarnya alasan pagi ini dia senyum-senyum di mobil pria itu adalah foto yang dikirimkan Ben padanya.
Dalam pesan singkatnya, Ben memberitahunya:
Aku meeting dengan kakakmu. Dia baru saja diangkat jadi Managing Partner lho.
Adara rindu pada abangnya, Arjuna. Mereka sudah lama tidak bertemu. Sejak Adara kuliah dulu.
Abangnya pergi dari rumah. Menolak untuk meneruskan usaha tambang batu bara milik ayah mereka. Dia lebih suka jadi konsultan keuangan.
Dianggap sebagai anak durhaka karena tidak menuruti keinginan orangtua, diusirlah Arjuna. Setiap Adara mencoba untuk menghubunginya, kakaknya tidak memberi respons.
Kakaknya tidak mau berhubungan lagi dengan keluarga yang menurutnya tidak menghargai dan mendukung dirinya mengejar cita-citanya.
Ben bekerja di perusahaan yang sama dengan Arjuna. Alasan lain Adara tidak bisa memutus hubungan dari Ben. Karena dari Ben-lah dia bisa tahu kabar kakaknya.
Dia tidak bisa menjelaskan itu pada Edo. Membicarakan kakaknya dengan orang lain sudah menyakitkan baginya. Belum lagi itu masalah pribadi keluarga Adara yang seharusnya cuma diketahui keluarga Adara.
Adara masih ingin menjaga nama baik orangtuanya. Dia tidak mau orang lain, tidak terkecuali Edo, menilai buruk tentang mereka.
Adara juga tahu Edo akan menyalahkannya. Edo tidak suka dengan orang yang pesimis. Jika dia tahu Adara tidak melakukan upaya yang maksimal untuk menemui kakaknya, pasti marahlah Edo padanya, dan pandangan Edo terhadapnya juga akan berubah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Wish, Honey | 21+ #Completed
RomanceTW : KHUSUS DEWASA ! "Kamu tuh lunak!" Adara mengeluh. Edo pun menjawab, "Nanti kalau keras teriak gak kuat kamu!" TW: khusus dewasa ‼️ 100% fiktif ‼️‼️
