🌷Sena dan Rafi🌷

126 17 0
                                        

Sesuai janji aku up 2 chapter, btw aku blm tidur heheh. Apakah ada yg masih bangun juga? Ya sudah silahkan membaca lanjutan kisah Sena yaps.

Hai hello anyeong.
Gmn kabar kalian hari ini?
Semoga sehat, yg sakit semoga cepat pulih.
Seperti biasa
Typo tandain 📍
Enjoy my story 🌼😆






Malam itu Hida pulang paling akhir, bukan karena dia lembur tapi suasana hatinya sejak  pertengkaran hari lalu membuat nya jadi lebih sensitif dan emosional. Sebenarnya Hida udah biasa kok di hina kaya gitu tapi yang bikin Hida kesel itu omongan Rafi yang seakan nunjukin dirinya ini manusia paling gk perduli sama orang lain.

Kata kata 'lo tuh emang gak tau susahnya orang lain' ini yang bikin Hida tuh jadi banyak nyalahin keadaan, emang kurang gmn lagi sih dia ngerti in orang lain. Bapaknya yang bajingan mlehoy aja ttp Hida hormatin.

Ini kenapa seakan dia yang Villains nya disini, kan Hida pengen nya jd super Hero. Apa bnr ya kata Rafi dirinya terlalu fokus untuk jadi pemeran utama sampai sampai dia gk bisa ngerti susah nya jd orang lain. Tapi kan, orang lain juga belum tentu tau susahnya jadi Hida gmn.

Akhirnya karena over thinking yang membuat nya pusing hida memilih untuk cabut pulang ke kost an, sejujurnya dia males ya balik ke sana tapi dia juga gk se gila itu untuk nginep di kost an tmn nya, apalagi nginep di mess kantor ogah.

Hida mengendarai motor gede nya si kasep, menuju Jagawana kost. Setelah membuka pagar dan mengunci nya kembali Hida memarkirkan motornya di samping mobil milik madha. Jika dilihat ada mobil Janu juga berarti anak itu belum pulang dari acara kantor kolega nya.

Iya Janu sedang ada acara menghadiri pesta kantor seorang kolega bisnis nya. Dia di jemput oleh pihak koleganya tadi siang, dan disampingnya ada motor gede milik Sena dan motor vespa kuning milik Cakra yang baru datang kemarin.

Juga ada mobil putih Sena dan terakhir di depan pintu garasi ada motor Scoopy hitam milik Rafi, ah menyebut nama orang itu membuat hida tambah kesal huft, sudahlah mending dia mandi dan istirahat aja lah.

Saat Hida masuk, ruang tamu memiliki lampu remang-remang. Bukan masa lampu yg sudah mau habis tapi memang lampunya sengaja di pilih yang ber daya kecil.

Kemudian beberapa lampu sudah di padam kan, akhirnya Hida memilih untuk masuk ke kamarnya. Saat ia akan membuka pintu kamar dengan kunci suara seseorang sedang berbicara membuat nya penasaran.

Hida bukan tipe org penakut tapi dia itu kagetan orang nya. Karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya Hida mencoba mencari sumber suara itu, saat Hida sedang mencari sumber suara yang ternyata berasal dari arah teras belakang membuat Hida perlahan mengintip lewat gorden jendela.

Aduh sebenarnya ia agak deg deg serr, kan gk lucu kalau tiba-tiba pas dia buka gorden muncul muka serem, bisa kaget jantung an dia.

Tapi karena penasaran akhirnya Hida tetap mencoba sedikit mengintip dari gorden. Dan yahhh itu bukan jurig, buyar sudah halu halu an dirinya akan eksperiens liat hantu.

Karena yang dia lihat adalah Sena dan Rafi, ah gk penting lah. Akhirnya Hida memutuskan untuk kembali ke kamar, tapi belum jauh dari jendela teras kaki Hida berhenti. Ucapan Sena dan jawaban Rafi membuat Hida jadi diam di tempat. Pikiran nya mulai berkecamuk.

Bagaimana jika kita kembali ke satu jam sebelum Hida pulang ke Jagawana.

<<<<<<<<Replay<<<<<<<<

Sena sudah menata makanan yang ia order, hari ini sena akan berbicara terlebih dahulu dengan Rafi mungkin besok ia akan berbicara dengan Hida.

Sena menunggu Rafi dari jam 6 sore karena di jam jam itu Rafi sudah pulang, tapi ini sudah jam setengah 7 malam Rafi belum juga nongol Batang hidung nya. Bahkan jaya dan Cakra saja sudah makan dan skrng mereka sudah berada dikamar masing-masing.

POLARISTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang